Tidur Sambil Jalan

5.3K 329 7
                                        

Flashback On

Perlahan-laham Naura menutup kedua matanya, mengantuk. Membiarkan komik-komiknya berserakan diatas kasurnya, sejam...dua jam...hingga beberapa jam kemudian...dia tertidur pulas. Beberapa komik sempat berjatuhan ke lantai akibat tendangan kakinya yang tidak teratur saat tidur. Dalam keadaan mata tertutup, Naura bangkit dari posisinya. Berdiri, berjalan mendekati pintu kamarnya. lalu membukanya dan keluar berjalan menghampiri kamar Naufal yang berada di depan kamarnya, membuka pintu kamar Naufal yang kebetulan tidak dikunci oleh Naufal dari dalam.

Nyaammm nyaaammm nyaaammm...

Dalam keadaan mata tertutup, Naura masuk kedalam kamar kakaknya lalu merebahkan tubuhnya disisi kakaknya yang sedang tertidur pulas. Sesekali memeluk badan Naufal yang dikiranya bantal guling, posisi berubah...kepala Naura menindih badan Naufal dikiranya bantal. Posisi berubah kembali, kini kaki indah Naura berada di atas badan Naufal. Posisi berubah kembali hingga menjelang pagi, Naura memeluk kembali Naufal layaknya bantal guling.

Nyaammmm nyaaammm nyaaaammm...

Tangannya menggaruk bibirnya yang basah dengan sedikit air liur yang menetes dari mulutnya.

Flahback End

Naufal memiringkan badannya menghadap Naura, wajahnya begitu dekat dengan wajah Naura, adiknya.

Hmmmmmmm....

Naura kembali mendekapkan pelukannya ke tubuh Naufal, wajahnya mendongak mendekati wajah kakaknya. Naufal menyentuh lembut bibir mungil milik Naura dengan jemarinya sambil sesekali membersihkan air liur yang menetes dari mulut Naura.

Naufal tersenyum tipis melihat adiknya yang tertidur pulas didekatnya.

Sampai kapan kamu terus nyiksa kakak kaya gini Naura ??

Ingin sekali Naufal menyentuh bibir mungil Naura dengan bibirnya, menggigitnya, melumatnya...pasti rasanya manis, karena sudah dilengkapi yogurt yang menetes dimulutnya. Yaahhh...Naufal menganggap air liur yang mengalir dari dalam mulut Naura, terlihat seperti yogurt. Ingin sekali dia mencicipi bibir mungil itu yang sudah dilengkapi yogurt disekelilingnya.

Perlahan-lahan, namun pasti. Naufal menundukkan kepalanya, berusaha menyentuh bibir mungil Naura dengan bibirnya. Tapi...terpaksa dia membatalkan aksinya, Naura menggeliat mengubah posisi tidurnya menjadi telentang.

Hooaaaammmm...nyaaamm nyaaammm...

Naura bangkit dari posisinya, celingak-celinguk dengan mata tertutup sambil menggaruk-garuk lehernya. Lalu turun dari kasur empuk milik Naufal dan berjalan mendekati pintu kamar sambil sesekali menggaruk-garuk bokongnya. Membuka pintu dan keluar begitu saja. Naufal hanya terpaku melihat tingkah adik kesayangannya itu.

Hah ?? Jadi...dia jalan sambil tidur ??

Naura yang sudah kembali berada dikamarnya, langsung merebahkan tubuhnya kembali diatas kasur empuknya. Tertidur lagi.

= = = = =

Naufal menoleh kebelakang melihat Naura yang baru saja turun dari lantai dua, dia datang menghampiri Naufal yang sudah duduk di meja makan. Naura duduk disebelah Naufal masih mengenakan pakaian tidurnya.

Mata Naufal tidak henti-hentinya melihat bibir mungil Naura yang sedang mengunyah buah semangka, sesekali Naura memainkan lidahnya. Mengeluarkan lidahnya, menyapu pinggiran bibir Naura yang basah dengan air dari semangka.

Glegh !!

Naufal menelan air liurnya sendiri, menahan diri. Melihat betapa menggiurkannya bibir mungil itu, seakan-akan berteriak untuk segera melumatnya.

Naura [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang