"Oh iya...kapan kalian akan mengambil undangan pernikahan ?? Hari ini sudah jadi kan ?? Seminggu lagi kalian akan menikah...pasti rumah ini akan sepi..." suara Ny.Marliena memecah keheningan diantara mereka.
Ohok !! Ohok !!
Aileen tersedak, mendengar Ny. Marliena membicarakan soal undangan pernikahan. Naufal buru-buru mengambil air minum untuk Aileen sambil menepuk-nepuk punggung Aileen, tapi Aileen tidak mau menerimanya. Dia malah mengambil air yang baru.
"Kamu ga apa-apa ??" Cemas Naufal. Aileen tidak menjawab, malah menjauhkan tangan Naufal dari punggungnya.
Kenapa mama tiba-tiba ngomongin undangan sih ?? Disini kan ada Agra. Mama ga tau apa, mungkin aja Agra sakit hati kaya Aileen...sakit hati karena orang yang kita cintai menikah dengan orang lain.
Batin Aileen.
"Rencananya kita mau ambil hari ini kok ma...biar besok bisa kita langsung bagikan. Iya kan fal ?" ucap Revita.
"Iya tante...hari ini kita mau ambil undangannya" Naufal mengalihkan pandangan ke Revita lalu ke mamanya Aileen. Masih berusaha tersenyum, walaupun agak sedikit kecewa dengan sikap Aileen, wanita yang dicintainya.
"Kamu ikut juga kan gra ??" tawar Revita kepada Agra penuh harap.
"Tentu saja aku ikut"
Apaa ?? Tidak salah Agra mau ikut ambil undangan ??!! Memangnya dia tidak sakit hati, melihat kak 're menikah dengan kak Naufal ?? Dan sekarang dia mau ikut ambil undangan ?? Dasar laki-laki bodoh !!
"Aileen kamu ikut juga kan ambil undangan ??" pinta Naufal penuh harap.
Kenapa juga ini kak Naufal ??!! Kenapa dia mengajakku juga ?? Apa dia tidak tau kalau aku sedang cemburu dengan pernikahan kalian ?? Aku bukan Agra, yang bisa pura-pura tertawa didepan kalian. Jujur aja...aku sakit hati melihat kalian menikah. Lebih baik, aku hilang ingatan selamanya. Setidaknya, sampai kapanpun aku akan tetap menganggap kak Naufal sebagai kakakku dan tidak akan pernah memiliki perasaan ini.
"Maaf. Aku tidak bisa ikut"
"Kenapa ??" terlihat jelas Naufal begitu kecewa mendengar jawaban dari Aileen.
"Tidak apa-apa" Aileen bangkit dari duduknya menuju kamar, meninggalkan mereka yang masih berada diruang makan. Bingung, dengan sikap Aileen belakangan ini.
= = = = =
Naufal POV
Kami membuka undangan pernikahan yang baru saja diambil dari percetakan. Ada dua model undangan, satu undangan pernikahan Revita Agra dan satu lagi undangan pernikahanku dengan Aileen. Tapi, aku heran...kenapa sikap Aileen belakangan ini berubah ?? Apa dia masih menyukai Agra ?? Apa dia cemburu dengan pernikahan Agra dan Revita ?? Lalu...apa hubungannya denganku ?? Kenapa dia mendiamiku selama seminggu ini??
Aku melihat Aileen yang baru saja turun dari tangga. Dia melihat kearah kami sebentar.
"Leen...liat nih undangannya, bagus lhooo...sayang tidak ada fotonya" Acuh tak acuh, Aileen menjauhi kami. Dia tidak menjawab apa yang dikatakan papanya tadi. Aileen berjalan menuju ruang perpustakaan mini miliknya, dimana terdapat komik-komik kesayangannya yang berjibun. Tidak ada satupun buku pengetahuan disana, karena haram bagi Aileen untuk menyimpan buku-buku pengetahuan yang dapat menguras otaknya itu.
Aku menyusul Aileen sambil membawa dua undangan, undangan pernikahan aku dengannya dan undangan pernikahan Revita dan Agra.
Aileen terduduk disudut lemari menutupi wajahnya dengan komik. Aku mendekatinya dan duduk dihadapannya.
"Aileen"
Aku terkejut, begitu aku mengambil komik dari wajahnya. Wajah Aileen sudah sembab dengan airmata, dia menangis sesegukan. Dia memelukku dengan sangat erat, membenamkan wajahnya di dadaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naura [Complete]
Teen FictionHai !!! Namaku Naura, Naura Reynand. Aku tidak tau itu nama asliku atau bukan. Yang pastinya seseorang memanggilku Naura, saat aku terbaring dirumah sakit satu bulan yang lalu. Dia adalah kakakku, Naufal Reynand.
![Naura [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/52495282-64-k276274.jpg)