11. Retakkan yang kembali

6.3K 374 2
                                        

Jika benar cinta..
Ia takkan meninggalkan mu seperti ini..

Jika benar cinta..
Ia takkan membuatmu terluka seperti ini..

***

Pagi itu Aina berangkat ke sekolah dengan terburu-buru. Bukan, bukan karna dia terlambat. Tapi karna dia ingin menanyakkan kondisi Yoga . Semalam Dira mengirimkan pesan bahwa Yoga mengalami kecelakaan.

Aina melangkahkan kakinya di parkiran sekolah, dia melihat jejeran motor yang tertata rapi di parkiran. Motor siapa lagi yang di cari nya kalau bukan motor Yoga. Namun, setelah cukup lama Aina mencari motor Yoga, hasilnya nihil. Tidak ada batang hidung motor nya Yoga di parkiran. Boro-boro batang hidung, kaca spion nya saja tidak kelihatan ada sama sekali.

Yoga kayaknya nggak masuk sekolah. Pasti kecelakaan nya parah deh.

Gumamnya

Kemudian Aina bergegas ke kelas, sangking khawatirnya Aina baru sadar kalau dia pergi terlalu pagi. Bahkan siswa-siswi pun baru sedikit yang berdatangan. Mungkin guru nya juga masih asik tidur di rumah, karna masih pagi.

Kemudian Aina mengambil ponsel seraya memakai kan headseat di kedua telinga nya. Dalam situasi sepi dan hening seperti ini, mendengarkan lagu lewat ponsel memang sangat membantu. Daripada nanti harus mendengar suara-suara halus dari alam lain yang mau ngajak kenalan. Hih !

Walau..

Ku masih mencintai mu..

Ku harus merelakan mu..

Ku harus meninggalkanmu..

Meski..

Hatiku menyayangimu..

Nurani membutuhkanmu..

Ku harus merelakan mu..

[Samsons- Bukan Diriku]

Lagu yang sangat pas dengan kondisi Aina saat ini. Dia benar-benar sangat galau karna Yoga. Hingga Dira datang dan langsung mencopot headseat nya.

"Galau terus mbak"

"Eh ra. Tumben udah dateng" ucap aina sambil mencopot headseat di telinga yang satunya. Sekarang, ia sudah tidak memakai headseat lagi .

"Gua mah datang pagi terus, nah lo aja yang tumben datang pagi"

Jlebb.. iya juga sih

"Ra,Yoga beneran kecelakaan? Lo nggak sotak kan? " tanya Aina

"Gua serius, tadi malem pas kita abis dinner . Gua kan pulang lewat jalan kemasih terus gua liat dia diangkut pake ambulance. Nggak mungkin gua salah liat, mata gua nggak minus kok"
Ucap Dira panjang lebar

Segitu parahnya ya..

"Oh ya, lo udah tau kalau sebenernya Reyhan yang nonjok Yoga duluan?"
Tanya Dira

Aina kaget, karna yang dia tau Yoga yang duluan menonjok Reyhan.

"Lo bercanda ra? Waktu itu gua liat Yoga yang mukulin Reyhan. Gua liat pake mata kepala gua sendiri ra" ucap Aina seakan tak percaya dengan kata-kata Dira.

"Duh.. Makanya lain kali liatnya jangan make mata kepala terus. Make mata hati juga sekali kali"

Sepanjang jam pelajaran Aina tidak fokus dengan apa yang diterangkan guru nya. Padahal guru nya sedang menerangkan mata pelajaran kesukaanya, Ekonomi.

LELAKI UNTUK "AINA"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang