19. Yoga yang pergi

5.1K 281 5
                                        

Tidak perduli seberapa jauh kau pergi..
Kau harus ingat..

Kau yang meminta ku tetap disini, disisimu..

Tidak perduli seberapa lama kau pergi..
Kau harus tau ..

Ku yang merelakan mu pergi dengan alasan agar kau akan kembali suatu hari nanti..

***

Hari ini adalah hari keberangkatan Yoga.  Pagi ini Aina bangun lebih awal, bukan bukan karna ia ingin melihat Yoga pergi tapi karna ia sedang bimbang harus melihat Yoga pergi atau diam di kamar tanpa harus melihat Yoga yang pergi.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.30, Aina hanya punya waktu berfikir setidak nya setengah jam.  Ia masih gelisah dan mondar mandir di kamar nya.

Haruskah aku melihatnya?
Ahh, tapi nanti dia fikir gua nggak rela dia pergi..

Tapi..

Kalau gua kesana dan ngelihat dia pergi, bisa-bisa gua nangis.. Duh

Batin Aina

Ketika Aina sedang mondar mandir gelisah, ponsel nya berdering.  Ia segera mengambil ponsel nya lalu melihat siapa yang mengirimi nya pesan.

From: Dira

Hei masih di kamar bengong mikirin nasib loe ya? Udah buruan kesini,gua aja yang temen gak akrab nya Yoga dateng.  Cepetan!

Okey,pesan itu cukup membuat Aina bertambah bingung harus melakukan Apa. Dan lagi-lagi hape nya berdering .

From : Dira

Setidak nya lo sudah melihat nya pergi, rasa sakit nya akan sedikit berkurang  daripada dia pergi tapi lo nggak bisa lihat dia . Buktiin, dia harus mertahanin lo atau ngegantiin lo dengan perempuan lain

Pesan singkat Dira cukup membuat Aina sadar, ia langsung bergegas mengganti pakaian nya mengambil tas lalu memakai sepatu.  Ia segera mencari tukang ojek yang biasa nya mangkal di daerah rumah nya, dengan harapan agar lebih cepat sampai.

15 menit berselang,Aina telah sampai di bandara ia segera mencari cari Dira . Di tengah kebingungan nya, nampak lelaki yang sangat ia kenal berdiri dengan tegap di antara orang yang lewat berlalu-lalang. Lelaki itu menggunakan kemeja kotak-kotak, celana jeans hitam dengan jam hitam di lengan kiri nya, lelaki itu menatap dengan sayu ke Aina.

Aina seketika mendadak kaku, dan berbalik ia segera menutup wajah  nya dengan kedua tangan nya.

Perih..
Gua benar-benar tidak bisa melihat nya sekarang..

Tapi, ini hari terakhir kamu melihat nya Aina ..

Batin Aina

Aina kemudian melepaskan kedua tangan nya yang menutupi wajah nya, ia kemudian berbalik kembali ke hadapan lelaki yang berada di hadapan nya lagi.  Namun, lelaki itu sudah tidak disana.  Orang itu telah pergi, Aina kemudian memutarkan kedua bola mata nya, mencari di sekeliling nya.  Namun orang itu benar-benar tidak ada.

"Y .. Yog" Ucap Aina bergetar

Aina berharap orang itu masih ada tapi nyata nya tidak ada.  Aina kemudian melihat ke arah belakang nya, seseorang telah berdiri tegap tanpa Aina sadari sedari tadi. Orang yang sama.

"Y..  Yog" Ucap Aina lagi

Orang itu pun menatap mata Aina dalam-dalam, tatapan penuh khawatir .

"Lo baik-baik aja kan? " Tanya Yoga

Aina kembali menatap mata Yoga, hingga tidak terasa butiran bening jatuh di pipi nya.

LELAKI UNTUK "AINA"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang