22. Special Camping

5K 260 2
                                        

Kau yang menginginkan aku tetap disisimu sampai kau kembali..
Kau yang memintaku untuk tidak berpaling..

Aku takut..
Kau menginginkan aku tetap disisimu sementara aku tak yakin untuk itu..
Kau memintaku untuk tidak berpaling sementara aku..

Aku tak yakin untuk dapat bertahan

***

Setelah memakan waktu kira-kira 10 menit berjalan kaki, mereka pun sampai di tempat yang telah mereka pilih untuk camping .

Bang wildan, Arata dan Reyhan memutuskan untuk mendirikan tenda . Sementara Dira memasak, serta Aina dan Jean yang bertugas mencari kayu bakar untuk membuat Api unggun karna sudah mulai gelap.

Aina dan Jean bergegas masuk ke dalam hutan yang lumayan rimbun, mereka kemudian mulai mengumpulkan satu persatu ranting. Namun Aina melihat ada banyak potongan ranting di sela-sela pepohonan. Ia kemudian berjalan, tanpa bilang terlebih dahulu kepada Jean.

"Aina udah bany .." belum sempat Jean meneruskan kata-kata nya dia kaget karna Aina sudah tidak ada di sekitar nya, padahal hari sudah mulai gelap.

"Aina.. " panggil Jean lagi. Ia pun segera berlari-lari mencari Aina namun hasil nya nihil. Ia pun bergegas kembali ke tenda tanpa sadar ia tidak membawa sepotong kayu bakar pun.

"Loh Jean.. kenapa lari-lari" tanya Dira karna melihat Jean yang berlari dengan nafas tersengal-sengal.

"Aina mana" tanya Reyhan sambil clingak clinguk melihat Aina tidak muncul di belakang Reyhan .

Jean mengatur nafas nya kemudian mencoba untuk berbicara " Ai .. Aina.. hil.. hilang di hutan" ucap nya sambil terbata-bata.

"Hah,kok bisa.. ? Hei Arata" ucap Dira ketika melihat Arata yang langsung berlari tanpa memperdulikan mereka .

Reyhan pun segera berlari berbeda Arah dengan Arata, berharap mendapatkan jalan pintas.

Arata kemudian berlari menuju hutan yang sudah mulai gelap. Ia terus memanggil-manggil nama Aina,namun tak ada jawaban. Arata meneruskan langkah nya memasuki hutan, hingga ia melihat wanita yang ia sukai itu sedang mengumpulkan satu persatu ranting pohon.

"Aina .." teriak Arata nyaring. Dan sontak membuat Aina menoleh,Arata mendekati nya kemudian memeluk nya. Aina bingung karna Arata bersikap seperti itu, Aina mencoba melepaskan pelukan Arata . Namun Arata justru lebih memeluk nya erat,menenggelamkan kepala nya di pundak Aina.

"Gua takut kehilangan lo" ucap Arata di sela-sela pelukan nya.

Aina bingung,karna ia hanya pergi mencari kayu bakar tapi kenapa Arata takut kehilangan nya ?

Akibat pelukan Arata kayu bakar yang ada di lengan Aina pun terjatuh.

"tuh kan berantakan.. kakak sih" keluh Aina sambil mengumpulkan satu persatu kayu bakar nya lagi.

Arata hanya tertawa melihat tingkah Aina,kemudian ia juga membantu mengumpulkan satu persatu kayu bakar.

"Upik abu" ucap Arata sambil mengambil tumpukkan ranting yang telah di kumpulkan kemudian menaruh nya di lengan nya .

"Apa" tanya Aina

"Aina si upik abu" ucap Arata sambil tertawa. Belum pernah Aina melihat Arata yang seperti ini.

Aina kemudian memanyunkan bibir nya, ini membuat Arata gemas. Ia langsung menarik bibir Aina dengan tangan kanan nya. Dan itu membuat Aina menjerit.

"Sakit kak" ucap nya setelah Arata melepaskan tangan nya dari bibir Aina, dan Arata hanya terkikik.

"Balik ke tenda yuk" ajak Arata dan Aina mengekori nya dari belakang.

LELAKI UNTUK "AINA"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang