Tepat seminggu setelah kepergian Yoga,Aina kian sibuk dengan kuliah nya. Yah, besok adalah hari pertama nya masuk kuliah dan merupakan hari pertama nya juga menjalani ospek.
Aina berharap agar ospek nya tidak seperti di SMA nya dulu, yang penuh dengan kejahilan Arata.
Aina baru selesai menyiapkan perlengkapan ospek nya untuk besok. Kemudian memilih berdiri di depan jendela yang penuh dengan titik-titik air hujan.
Aku harap kamu seperti hujan...
Datang ketika tanah sudah merindukan nyanyianmu..
Dan
Datang ketika tanah sudah menantikkan kehadiran mu..
Aina menempelkan telapak tangan kiri nya ke jendela .
"Dingin,persis dengan sifat lo " Ucap Aina pelan
Kemudian ponsel nya berdering, Aina bergegas mengambil ponsel nya dan menjawab nya.
"Hallo Assalamualaikum" Ucap Aina
"Waallaikumsalam" jawab seseorang di sebrang telefon .
"Kenapa nelfon" Tanya Aina cuek sambil kembali berdiri di depan jendela.
"Sudah seminggu nggak ketemu, lo makin galak ya " jawab orang itu lagi
Aina hanya terkekeh mendengar nya.
"Apa kabar?" tanya orang di sebrang telefon
"Alhamdulillah, gua tambah baik tanpa lo disini" Ucap Aina
Gua bohong, gua bohong !
"Jadi nggak kangen nih sama gua?"
"Nggak"
"Yakin nih"
Aina hanya berdeham.
"Tapi gua udah kangen sama lo"
Gua juga, eh !
"Oh ya kemaren gua belum sempat nanya,lo ambil fakultas apa?" Tanya orang itu lagi
"FKIP matematika" Jawab Aina
Terdengar suara orang disebrang sana berdecak kagum .
"Gak nyangka calon istri gua bakal jadi guru metik" Ucap seseorang di sebrang telefon.
"Alay lu Yog" Ucap Aina pendek
"Okey ibu guru, coba hitung berapa kali gua mikirin lo seharian ini " Tanya Yoga
Lay alay!
"Di kalimantan lagi musim alay ya Yog, lo ngomong nya ngelantur amat" Jawab Aina seraya duduk di kasur nya.
Lagi-lagi Yoga terdengar sedang cekikikan di seberang telefon.
"Baru seminggu, gua udah kangen sama lo nih" Ucap Yoga "eh bentar yah"
Tidak terdengar suara Yoga di sebrang telefon.
"Yog" Panggil Aina
Masih tidak ada yang menjawab. Namun, di sebrang telefon terdengar sedikit demi sedikit suara senar gitar yang di petik.
Datanglah bila engkau menangis..
Ceritakan semua yang engkau mau..
Percaya padaku..
Aku lelakimu..
Mungkin pelukku tak sehangat senja..
Wajahku tak menghapus air mata..
Tapi ku disini..
Sebagai lelakimu..
Akulah yang tetap memelukmu erat..
Saat kau berfikir mungkin kan berpaling..
Akulah yang nanti menenangkan badai..
Agar tetap tenang kau berjalan nanti..
KAMU SEDANG MEMBACA
LELAKI UNTUK "AINA"
RomanceKISAH cinta segi empat antara Aina,Reyhan,Yoga dan si dingin Arata.
