17. Jangan pergi atau Harus pergi?

5.5K 310 2
                                        

Aina berjalan gontai menuju kelas nya. Ia masih tidak percaya beberapa hari lagi ia akan menghadapi yang namanya ujian nasional. Sulit di percaya, tapi itu kebenaran nya .

Ia bergegas masuk kelas dan pada saat ia lewat di depan tangga menuju kelas Yoga dan Reyhan, ia mendengar 2 orang siswa sedang mengobrol.

"Eh eh lo tau nggak Reyhan temen sekelas gua tuh dia ambil bagian jurusan FKIP sastra inggris" Ucap seorang perempuan

"Dia kan emang pinter bahasa inggris" jawab teman nya lagi.

Wajar kalo Reyhan ambil jurusan bahasa inggris, toh dia emang beneran pinter di bidang bahasa inggris ..
Gumam Aina

"Anak IPA yang ambil jurusan di perkuliahan yang paling susah siapa?" Tanya nya lagi

"Kalo nggak salah sih Yoga, kemaren gua denger dia ambil jurusan kedokteran "

Kedokteran?

"Tapi di Kota kita kan nggak ada jurusan kedokteran" tanya nya lagi

"Dia ngambil jurusan itu di luar kota atau nggak di luar negeri gitu"

Deg ..

Aina lagi asik menguping pembicaraan kedua perempuan tersebut, tiba-tiba terasa ada sesuatu yang bersandar di pundak kanan nya.  Ia pun menengok dan melihat seseorang yang sangat ia kenal.

Yoga bersandar di bahu nya dengan kedua mata tertutup. Aneh, kepala nya berada dipundak Aina sedangkan kedua tanganya masih berada di kantong jaket nya. Aina bisa melihat wajah Yoga dari dekat. 

"Hei Yog" Ucap Aina sambil menggoyang-goyangkan pundaknya

"Sebentar . Sebentar saja" Ucap nya pelan

Aina masih memandang wajah Yoga yang tertutup.  Sangat tampan dengan hidung yang sangat mancung, mata sipit dan postur tubuh yang sangat profesional . Aina sontak terkaget ketika ia sedang menatap wajah Yoga tiba-tiba seseorang turun dari tangga dan berteriak kepada nya.

"AINAAA" Teriak orang itu yang sontak membuat kedua orang perempuan yang asik mengobrol tadi lebih memilih untuk pergi.

"Reyhan" Ucap Aina

Yoga lantas membuka mata dan mengangkat kepala nya.  Kemudian dengan cool nya dia menyerahkan sebuah gantungan kunci berbentuk masjid kepada Aina.

"Gua bakalan kangen saat-saat gini bareng lo Aina" Ucap nya dingin lalu bergegas naik ke tangga menuju kelas nya.

"Gua yakin lo bisa jaga dia baik-baik" Ucap nya ketika ia naik tangga dan bersampingan dengan Reyhan.

Apa?

Apa maksud Yoga?

Reyhan kaget ketika melihat Yoga berbicara seperti itu, namun ia juga tidak bisa membohongi diri nya kalau dia senang Yoga berkata seperti itu.

Reyhan lantas turun dari tangga dan mendatangi Aina.

"Hey, perempuan ku sudah datang?" Ucap nya sambil tertawa

Aina hanya nyengir dan kembali fokus kepada gantungan kunci bergambar masjid yang berada di tangan nya.

"Gantungan kek gitu banyak di pasaran, 5 ribu juga dapet" Ucap nya sambil menunjuk ke gantungan kunci di tangan Aina.

Iya lima ribu,kalau mbah mu yang bikin!
Dengus Aina

"Jangan jatuh cinta sama Yoga" Ucap Reyhan yang menyadarkan lamunan Aina.

Aina lantas melihat ke arah wajah Reyhan, berharap ia akan menemukan jawaban nya disana .

"Dia bakalan benar-benar pergi setelah dia sudah benar-benar dapetin lo" Ucap Reyhan meyakinkan

LELAKI UNTUK "AINA"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang