21. Nyaman

5.4K 269 3
                                        

Lupakkan lah saja diriku..
Bila itu bisa membuatmu..
Kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala..

***

Hari ini tepat 3 bulan setelah kepergian Yoga.  3 bulan juga Yoga tidak pernah menghubungi Aina lagi. Awal nya Aina memang merasa seperti ada yang hilang, tapi lama-kelamaan ia mulai terbiasa hidup 'tanpa Yoga'.  Bukti nya saja, hari ini Aina akan camping bersama dengan teman-teman nya.

Aina sedang duduk di bangku kampus,sambil mengecek barang-barang yang berada di dalam tas  nya.  Hingga ketika seseorang menyerahkan sebuah jacket tebal. Aina mengangkat kepala nya, lalu tersenyum .

"Terimakasih han" Ucap Aina sambil mengambil jacket pemberian Reyhan.

Reyhan menurunkan tas ransel yang ada di pundak nya, kemudian duduk disamping Aina .

"Disana dingin, pake itu.  Gua nggak mau lo kedinginan" ucap Reyhan sambil melirik ke arah Aina, yang dilirik hanya tersenyum tipis.

"Iya-iya siap pak guru" jawab Aina yang di balas tawaan panjang dari Reyhan.

Reyhan kemudian berdiri lalu di ikuti oleh Aina yang juga berdiri.  Bersiap-siap menuju parkiran, namun tiba-tiba Dira memanggil mereka dari kejauhan.

Aina dan Reyhan pun menoleh kemudian berjalan ke Arah Dira.

"Ra, Ayo buruan" ucap Reyhan ketika sampai di hadapan Dira.

"Bentar napa han"  jawab Dira sambil mengecek tas ransel nya.

Reyhan hanya memanyunkan bibir nya, menampakkan wajah lama menunggu nya.  Hingga tiba-tiba ia mendekatkan wajah nya ke arah Aina.

"Mau ciuman Aina?" tanya Reyhan spontan yang di hadiahi jeweran keras oleh Aina.

"Ah ah sakit na, yaampun" Ucap Reyhan sambil menarik kuping nya dari tangan Aina .

Dira terkekeh melihat Reyhan yang sangat antusias mendapatkan Aina.

"Kita kayak nya bertiga mulu ya, satu kampus bertiga, ke kantin sampai camping kayak gini bertiga mulu" ujar  Aina sambil berjalan beriringan dengan Reyhan kemudian di susul oleh Dira.

"Kita camping nggak cuma bertiga kok" jawab Aina yang membuat Reyhan dan Aina menoleh kebelakang secara bersamaan.

"Sama siapa ra? Lo nggak bilang kalo ngajak orang lain" tanya Reyhan.

"Orang nya udah nunggu di parkiran nih, ayok buruan" ucap Dira sambil berjalan duluan diantara Reyhan dan Aina yang masih nampak kebingungan .

Aina dan Reyhan pun bergegas menuju parkiran kampus, dan melihat ada 3 orang yang juga membawa tas ransel di punggung mereka.

Salah satu di antara orang itu cukup membuat ekspresi Aina berubah total, menjadi lemas dan tak berdaya. Aina memutarkan badan nya berniat kabur, tapi seseorang menahan Aina dengan lengan nya yang menjepit leher Aina.

Aina mendadak kikuk, dan menoleh ke belakang.  Seseorang dengan wajah yang tampan sedang menatap nya dengan tajam.

"Ketemu lagi" ucap orang itu sambil melepaskan tangan nya dari leher Aina kemudian berjalan ke arah motor nya.

Lagi-lagi Aina hanya bisa mengatur nafas.

"Ra, lo kok ngajak.. " belum sempat Reyhan menyelesaikan kata-kata nya Dira langsung memotong.

"Biar kita nggak bertigaan mulu" Ucap Dira sambil memakaikan helm di kepala nya.

Aina mendekati Dira, kemudian berbisik.

LELAKI UNTUK "AINA"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang