-FIVE-

2.8K 57 0
                                    

"Apa maaf bisa memperbaiki semuanya?"

Putra memegang pundakku. "Terus mau kamu gimana?"

Aku menatapnya. Dalam. "Kakak tau kan aku pernah disakitin oramg yang aku sayang? Kakak tau kan rasanya gimana?" Aku meraih tangannya dari pundakku. Aku menggenggamnya. "Aku minta, kakak berubah"

Putra merubah posisi tangan kita. Ia meremas tanganku. "Aku janji. Maafin aku, Sha"

Aku tersenyum lalu mengangguk. "Kita pulang?"

"Terserah kamu"

"Ya udah. Bentar, aku mau pamit dulu"

aku kembali ke rumah Fian. Pamit dengan kedua orang tuanya dan teman-temanku.

"Ada apaan, Sha?" Bisik Kathy

"Besok aja gue ceritain" jawabku lalu menyusul Putra yang sudah menunggu.

Aku dan Putra saling diam. Hingga sampai di depan rumahku.

"Mampir?" Tanyaku. Ia mengangguk. Aku mempersilakan Putra masuk kedalam rumah.

Aku duduk dikursi depan Putra. Ia diam. Aku juga diam. Aku meraih hpku. Pesan bbm masuk. Dari Odi.

'Tash?'

Aku membalasnya, lalu meletakkan hpku dimeja.

"Mantanku ngontak aku lagi" ucapku.

Putra mendongak. "Dia bilang apa?"

"Nanyain kabar" jawabku

Putra hanya mengangguk-anggukan kepala.

"Nggak marah?"

Putra menggeleng. "Kamu ngomong jujur aja aku udah lega" Putra merubah posisi duduknya. "Makasih" ucapnya

"Untuk?" Tanyaku bingung

"Udah ngasih kesempatan untuk kamu percaya sama aku" jawabnya

"Udah kak, udah berapa kali kamu bilang gitu?" Tanyaku

Putra tertawa garing. "Seneng aja"

"Pamitnya ke CFD sama Kayla. Kenapa balik sama Putra?" Tanya Kak Riski yang tiba tiba muncul.

"Eh, Bang" Putra menyalami Kak Riski. Aku hanya meringis. "Tadi emang Tasha sama Kayla dan teman-temannya. Tapi gue jemput"

"Oh gitu" ucap kak Riski singkat. Ia duduk disebelah Putra. "Gimana adek gue?"

"Baik kok dianya. Seneng seneng aja" jawab Putra.

"Yakin?"

"Tanya aja sama Tasha nya, Bang"

"Emang dek?"

Aku hanya mengangguk singkat.

"Jaga adek gue. Jangan sampe lo nyakitin dia. Sekali gue liat adek gue nangis gara-gara lo, abis lo" ancam Kak Riski

"Siap itu mah bisa dijamin" jawab Putra.

"Apaan sih kak, lo pikir gue bayi apa pake dijaga gitu" bantahku

"Lo masih bayi dimata gue" Kak Riski berdiri. Ia menepuk pundak Putra. "Lanjutin deh. Gue kedalem dulu"

"Oke, Bang" Putra mengiyakan. Selepas Kak Riski pergi, hpku bergetar. Aku membuka hp ku. Pesan balasan dari Odi.

'Kangen, Sha'

Aku menelan ludah dengan susah payah.

"Siapa yang?" Tanya Putra. Aku menggeleng. "Odi ya?" Tebaknya. Aku terdiam. "Bilang apa dia?"

15++Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang