Parfum 3

453 44 3
                                        

Eun ji kembali ke kantornya dengan penuh rasa penasaran. Woohyun GM di kantornya bekerja? Jadi sekarang Woohyun bosnya, feeling Eun ji mengatakan tidak akan mudah menjalani hari-hari ke depannya, tapi dia cukup senang juga ada Woohyun di sisinya, setidaknya dia tidak akan sendirian.

Eun ji bahkan tidak sadar kalau sedari tadi senyum terus mengembang di bibirnya.

"Yyah..Eun ji yyahh...micchoso?" Tanya So ra menatap Eun ji dengan kening berkerut. Eun ji hanya diam dan terus berjalan ke mejanya, bukannya berniat untuk mengacuhkan So ra, tapi dia benar-benar tidak mendengarkan kala temannya itu memanggilnya, otaknya terlalu sibuk memikirkan berbagai hal dan berbagai kemungkinan yang terjadi ke depannya mengenai hubungannya dengan Woohyun, terlebih lagi mereka berada di satu atap gedung yang sama hanya berbeda lantai saja.

"Dia benar-benar sudah gila" bisik Kyo eun kepada So ra, gantian kini So ra memandang Kyo eun jijik, bisa-bisanya dia mengatakan temannya sendiri gila dengan ekspresi seserius itu, apa dia serius dengan ucapannya?

"Eun ji yyah...gwaencahana?" tak mudah menyerah, So ra kembali menyapa Eun ji saat gadis itu sudah duduk di kursinya.

"Neh? Neehh..." jawab Eun ji akhirnya, masih dengan tersenyum, sedikit membungkuk ke arah kedua temannya kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.

"Kau lihat? Apa kubilang..."timpal Kyo eun lagi.

"Hahh!!! Chincha!" dan So ra mengambil beberapa berkas diatas mejanya, membawanya menuju ke ruang manajer. Meninggalkan Kyo eun dengan segala hal menyebalkannya.

~~

Tepat jam 5 setelah Eun ji selesai membereskan sisa pekerjaannya, mengambil tasnya dan melangkah turun ke lobi. Sudah waktunya untuk plang. Kemudian sebuah pesan masuk ke ponselnya, Eun ji tersenyum, itu dari Woohyun.

Temui aku di parkiran sekarang, aku perlu mengenalkan seseorang padamu.

Dan tanpa berpikir dua kali, Eun ji langsung menuju parkiran.

"Ada apa?" tanya Eun ji saat duduk tepat di sebelah Woohyun. Woohyun tersenyum dan menyalakan mesin mobilnya, melaju secepat dia bisa.

"Ada apa?" ulang Eun ji merasa dirinya tidak diacuhkan.

"Kita akan makan malam dengan seseorang" jawab Woohyun singkat, fokus dengan jalanan di depannya.

"Sekarang? Dengan pakaian seperti ini? Woohyun aku perlu..." secara mendadak Eun ji menjadi panik, dia tidak mau meninggalkan kesan yang buruk untuk siapa saja orang yang dikenalkan Woohyun padanya, bukan karena dia tidak percaya diri, tapi dia tidak ingin merusak image Woohyun yang sempurna dengan kehadiran dirinya di sisi Woohyun yang akan membuatnya terlihat tidak pantas.

"Wae? Kau cantik. Kau selalu cantik" Woohyun mengerling ke arah Eun ji, tapi hal itu tidak mengurangi kepanikan Eun ji karena Woohyun memang selalu seperti itu. Tidak pernah menuntut apapun dari Eun ji, berdandan atau tampil cantik, selalu Eun ji yang berinisiatif sendiri melakukannya.

"Bisakah kita mampir ke rumah sebentar saja? Aku setidaknya harus mengganti bajuku" pelas Eun ji, tapi Woohyun lagi-lagi hanya tersenyum, menampilkan smirknya.

"Terlambat. Kita sudah sampai" dan mereka tiba di sebuah hotel bintang lima yang terkenal di Seoul. Seorang pelayan menyambut mereka, dan seorang lagi mengambil alih mobil yang baru saja mereka pakai untuk di parkirkan. Mereka diarahkan menuju restoran di hotel itu, dan Woohyun menggenggam tangan Eun ji untuk menghilangkan kepanikan gadis itu, terlebih lagi karena Woohyun tahu, saat ini Eun ji sedang merasa tidak percaya diri karena penampilannya.

"Tenang saja, dia orang yang tidak peduli dengan hal semacam itu" lirih Woohyun tapi tetap saja, Eun ji hanya bisa memandang khawatir ke arah Woohyun.

ParfumTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang