Part 40

937 124 9
                                        

Elizabeth's pov

"Tapi aku tidak bisa memasak banyak ya,hehe..."

Aku tertawa kecil pada calum.

"Huh,dasar!" ,,ia mengacak rambutku dan berlalu menuju dapur.

Akupun mengikutinya.

"Oh iya Cal! Kau kuliah hari ini?"

"Umm,iya.Kau rindu kan padaku?"

Ya ampun
dia tau saja.Haha.

"Memangnya kenapa? Lalu,kemarin kau kemana saja?",,tanyaku

Kulihat ia menoleh padaku dan menghela nafas.

"Melindungimu!",,ucapnya

Hah?
Maksudnya?

"M-melindungiku?"

Calum tak menjawab dan hanya sibuk mencari bahan bahan.

"El,tolong ambilkan paprika disana" ,,ia menunjuk arah kulkas.

Mengalihkan pembicaraan.
Ada yang tidak beres.

Kuambilkan paprikanya lalu kuberikan pada calum.

"Cal..."

"Kau masih ingat janjimu kan?"

"Janji apa?"

"Tuh kan!! Kau sudah lupa.",,aku memalingkan wajah dari calum

"Hehe,hanya bercanda.Aku masih ingat kok.",,ia menarik pinggangku dan memelukku.

Walaupun ia berkata seperti itu,tetap saja aku masih belum bisa 100% percaya padanya.

Ada satu hal yang ia sembunyikan dariku.

****

Siang ini,kuliahku selesai.
Aku akan pulang bersama calum.

Senangnya.

"El?",,panggil calum sambil menyetir

"Ya,cal?"

"Umm,setelah pulang ini aku akan pergi mungkin untuk beberapa hari.Jadi aku menyuruh ashton untuk menjagamu di apartemen."

"Pergi untuk beberapa hari? tapi kemana cal?"

"Menyelesaikan kasus kecil di kota lain,yeaah."

Uhh
Aku mulai curiga pada calum.

"Baiklah,kuharap kasus itu cepat selesai.",,aku memberikan fake smile.

Kurasa calum juga.






Weeii

detik detik calum meninggalkan eliz

detik detik menuju ending

mau calum tetep idup ato mati?

mau ada pho ga??

Jadi minta sequel gaa??

Kalo banyak yang VOMMENTS ,ntar gw publish sequelnya..

-Authorcantzz-

The Last Secret | Calum HoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang