Kau Dia Dan Aku

3.9K 191 3
                                        

Assalamualaikum ..
Happy reading

Ini adalah awal semester 2, dimana Najwa dan teman temannya mulai bersekolah kembali setelah libur satu minggu.  Tak ada yang spesial selama liburan Najwa berlangsung,  hnya ksibukannya membuat kue. Berbeda  dengan
Kharim yang sibuk merubah dirinya. Dzaki dan Ayah nya pun ikut membantu.
Ini adalah hari kedua mereka bersekolah,.

" Baiklah anak-anak, ibu akan acak kembali tempat duduk kalian, yang bermasalah dengan penglihatan akan ibu taro didepan."
Tegas Ibu Rahma, wali kelas X2  sekaligus Guru B.indonesia mereka.

"Hemm Rahmi, kamu duduk disamping Fero.
Sisi kamu pindah dengan Bima.
Mila kamu duduk dibelakang, disamping Kharim."

Raut kekecewaan tergambar oleh semua siswi dikelas itu, hanya Mila yang bahagia luar biasa karena bisa duduk dengan Kharim. Iya seorang Kharim,
dan tak terkecuali Najwa,

"Lalu Najwa duduk dimana mom? "
"Sama syfa aja mom"
Pinta syfa.
" hemm, kamu Najwa, duduk bangku depan  disamping Arkhan"
"Baik bu"
Dia tersenyum. Manis. Tapi melukai Kharim.

"What!!  Oh bu rahma, tolong jangan pindahin saya dari sisi Arkhan buk ! Saya gak bisa hidup tanpa Arkhan buk"
Fikri mulai menjadi aneh.
Arkhan menatap Fikri jijik.

"Elehh, bilang aj lo gak bisa nyontek lagi. "
Teriak Syfa.

" Karna itu ibu pindahkan kamu, Najwa itu kan pakai kacamata,dia harusnya didepan, seharusnya kamu bantu temanmu yang kekurangn,dan kamu Fikri duduk di samping Syfa!." Tegas Bu .

"Apa !! Kok jadi sama sfya sih mom "
Syfa mulai histeris.

" eh syfa harusny lo bersyukur duduk dismping org kece kayak gw. "
Balas Fikri tak kalah sewot.

"oke, sepertinya sudah cocok. Ibu harapkan kalian bisa lebih berkerja sama, dan sling bimbing teman teman yang kesulitan dalam belajar,"
"Tapi jangan beri izin untuk teman kalian yang ingin mencon tek! Mengerti !,"
Tatap tajam Bu rahma kepada Fikri.

"Ibu ati ati yah keluar kelasnya dadah"
Balas Fikri dengan senyum pepsodent nya.

"Hai Najwa, Gak nyangka kita akan sebangku sampai naik kelas"

"Iya yah, wah Awa bisa pintar banget nih, kalo duduk sama anak juara 1."
Canda Najwa.

" hahaha, apapun aku kasih kekamu Naj, hati ku kalau kamu mau aku akan kasih."
Sambil terus tertawa.

Najwa terdiam, bukan karena dia lupa bernafas, tapi ucapan lelaki disampingnya itu.

"Arkhan, kalau kamu kasih Awa hati kamu, yang  bersihin racun di badan mu siapa? Masa' lambung"
Balasnya mencoba mengatur hormon bahagianya.

"Iya, yah benar juga, Gak jadi deh wa"
Arkhan dengan senyuman ginsulnya.

Najwa memukul tangan Arkhan dengan penggaris saking gemesnya melihat tingkah lelaki itu.

Disudut sisi, tatapan tajam itu, kepalan tangan itu mengisyaratkan sebuah peringatan,

Dasar wanita pengganggu..

°°°°
minggu berlalu, Najwa semakin dekat dengan Arkhan, dan sudah 2 minggu pula ia tidak berbicara dengan Kharim.
Kharim pun tidak pernah lagi datang kerumahnya.

" huhu, kak !! Kak Awa!! "
Teriak Dikka.

"Eh dik, ada apa ?"

"Harusnya dikka yang nanya, kak Awa kenapa senyum senyum sendiri, udah stres nih ceritanya?"

"Hussh,dik jangan asal ngomong. Kamu mau liat kakak beneran stres ?"
Najwa sewot.

"Habisnya akhir-akhir ini Dikka liat kakak bahagia banget, bagi bagi dong "
Dikka mulai keppo.

" hahaha, sejak kapan seorang Dikka jadi keppo "
masih mengaduk adonan.

"Idihh, gak jadi nanya ah, males ."
Memasang wajah cemberutnya yang berlapis lapis.

Najwa terkekeh melihat tingkah adiknya.

"O iya, akhir-akhir ini Bg Ghazi kok gak pernah kesini lagi yah?"
Berguman sendiri .

Mendengar hal itu, Najwa tersadar bahwa ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Kharim, semenjak ia pindah tempat duduk.

"Iya, yah. Kenapa yah? "

" ehm, kakak juga kangen yah, sama bg Ghzi ,?

" dika !dari pada kamu gangguin kakak masak, lebih baik kamu cuci piring piring kotor itu "
Menjitak Dikka.

"Aduhh. !! Dasar kakak kejam "
Berbalik.

"Biarin weeek,"

°°°°

" Aduuh, telat deh. Ibu Killer lagi pagi "
Berlari dengan tergesa gesa.

"Aww.,"
Gadis itu terjatuh.

"Maaf Aku gak sengaja, kamu gak apa ?"

"Gak apa kok,..
Kharim ! "
mengangkat kepala, dan terkejut dengan lelaki yang menabraknya.

" Fai, " mereka saling menatap, namu hanya seperkian detik.
Kedua nya langsung membuang muka, sekarang Kharim telah mengerti batasannya.

" Perlu aku bantu berdiri?"
Tanyanya memecah keheningan beberap menit yang lalu.

" Tidak, trimakasih. Lebih baik kamu langsung masuk, kamu sudah sangat terlambat."
Masih memalingkan muka.

Kharim tersnyum.
" oke, trimakasih perhatian mu .
Aku masuk sekarang, Assalamualaikum. "
Berdiri dan masuk.

"Wa-alaikumslam" pipinya merona.

Najwa menepuk jidatnya, ia tersadar, ia disuruh bu ririn untuk mengambil latihan dikantor.
"Hampir lupa,"
Bediri dan meninggalkan tkp kejadian tabrakannya dengan Kharim.

Kau tahu cinta, sebuah pertemuan kita, tak pernah kebetulan.

___

Kau tahu Ghazi,di setiap pertemuan kita, sebuah kenangan telah terukir.

°°°°

"Heii"

"Apa ?,"

"Boleh Sisi tanya sesuatu?" 

"Hemm"

"Kamu suka sama Najwa ya ?

"Apa urusan lo "

"Tidak hanya ingin bertanya saja. Sisi lihat kamu suka memperhatikan Najwa. Pasti sedih ya, ngelihat Najwa tambah dekat sama Arkhan."

" lebih baik lo perhatikan ibuk Ririn, dari pada lo entar nanya lagi ke gw. Menyusahkan."
Jawabnya jutek.

____ 2Bcont

"""""""""""""

Kepingan Hatiku Tertinggal DisiniTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang