Salahkah?

3.1K 153 0
                                        

"Hari ini langitnya begitu cerah,Ngapain lo ngajak gua bolos, lo mau ngajak gua kencan ya."
Ucap Kharim santai sambil memandang langit.

"Gak usah lo sok akrab sama gua, sekarang kita perjelas aja posisi kita masing masing. Lo mau ngulang kejadian 3 tahun itu lagi."
Wajahnya mulai menampakan kebencian.

"Lo tau kan, gua gak rebut si fatma.
Dia yang nembak gua, dan gua gak terima dia karna gua tau sahabat gua naksir dia. Kenapa lo masih gak ngerti juga. "

"Emang Fatma nembak lo, dan kenapa dia bisa suka sama lo bukan gua!!"
Jawabnya sedikit teriak.

"Kenapa lo jadi salahin gua. Dari awal gua kan gak pernah dekat sama dia, tiba tiba aja dia nembak gua.
Bukan gua yang harus nya lo benci tapi Fatma, karna dia kita gak bisa dekat seperti dulu. Sekarang apa mau lo?"
Balas Kharim emosi sambil menendang kaleng kosong didekatnya.

" Gua bukan sahabat lo, ingat itu baik baik. "
Sambil menunjuk nunjuk kasar.

"Terserah lo, gua berusaha mempertahankan pertemanan kita. Tapi kayaknya emang gak perlu lagi ngarep hal itu. Basi.
Lo mau nyuruh gua ngejauhin Najwa kan.?!"
Balas kharim mencoba tenang.

"Baguslah kalo lo ngerti"

"Tenang aja gua gak bakalan muncul dihadapan elo.
Gua kasih lo kesempatan untuk buat Najwa jatuh cinta. Tapi saat waktunya tiba biar dia yang nentuin pilihannya.
Gua harap lo bisa jaga dia baik baik.
Karna banyak orang yang ingin buat dia jatuh sekarang."

"Jaga kesehatan lo teman"
Sambil menepuk pundak Arkhan.
Dia terdiam, bahkan sampai Kharim telah menghilang dalam gudang itu, dia tidak sadar.

___

"Uhuk uhuk"
Najwa segera meminum air yang diberikan Sisi.

"Jangan cepet cepet makannya Wa"
Kirana menepuk nepuk pundak Najwa.

"Iya makasih, rasanya tadi ada yang aneh deh"
Najwa merasa ada seseorang yang membicarakannya.

"Ah perasaan mu aja, yuk makan lagi ntar keburu bunyi"
Ucap Mila.
Najwa mengangguk dan melanjutkan makan.

Ghazi

______

"Wa kamu udah catat daftar ujian belum?
Tanya Syfa.

"Udah nih, mau minjam?"
Memberikan selembar kertas.

"Iya aku poto dulu yak"
Mengambil ponselnya dari saku.

"Gak kerasa ya, udah mau kelas 2 aja kita. Mudah mudahan kita sekelas lagi ya"
Sambungnya.

"Oiya Wa Syfa mau ngasih kamu sesuatu."
Mengobrak ngabrik tas nya.

"Apa itu Fa."

"Tadaaa!! Maaf kemarin aku gak bisa ngikut rayain ya."
Memeluk Najwa lalu memberikan sebuah kotak berwarna biru.

"Gak papa kok fa, Awa masih bisa melihat senyum mu aja itu sudah kado yang indah dari sebuah teman"

"Apa !! teman??"
Raut wajahnya sedikit kecewa.

"Maksud Awa sahabat cantik Awa"
Memcubit pipi syfa.

"Gitu dong,."
Syfa tersenyum lebar.

"Aku buka ya,"
"Masyaallah, ini kan al-quran yang udah aku incar incar fa. Kok kamu bisa tau"
Mengangkat al-quran bercover bunga bunga berwarna biru.

"Hehehe, jadi penguntit kamu selama seminggu, syfa gak tau kamu mau apa wa, jadi cari tau sendiri deh"
Memasang wajah barbie nya.

"Makasih ya fa, kamu itu sesuatu banget deh "
sembari memeluk syfa.

"Oiya kamu sadar gak, kalo Kharim sama Arkhan gak masuk hari ini?"
Melepaskan pelukan Najwa.

"Kamu itu paling bisa rubah topik Fa,
Iya Awa sadar kok."
Mencoba berpikir.

"Ngapain kamu sok mikir  gitu, mikirin kharim ya atauuu lagi mikirin Arkhan?"
Canda syfa.

Mencubit tangan syfa.
"Jangan gede gede dong fa, kalo orang salah ngira gimana??"
Sedikit berbisik.

"Santai aja kali wa, siapa sih yang bakal jahati kamu gara gara 2 lelaki itu.."
Seketika Syfa langsung menegang setelah mengucapkan kata itu.

Aku baru sadar, orang yang jahatin Najwa.dia.
Pikir Syfa.

"Kamu kenapa fa, kok malah jadi bengong?"
Mengguncang guncang pundak syfa.

"Ehh, gak ada wa. O iya, besok ngajarin syfa kimia ya. Syfa gak ngerti sama buk wet tu. "
Merangkul lengan Najwa.

"Mulai deh ganti topiknya,"
Menepuk jidat.

Sekarang belum saat nya aku cerita.
Batin syfa.

Kepingan Hatiku Tertinggal DisiniTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang