Kepastian

2.7K 138 0
                                        


Najwa berjalan kearah loker miliknya. Hari ini adalah hari terakhir ujian, ia ingin mengambil barang barang dalam lokernya.

"Haaaaaa"
Najwa langsung terduduk dilantai.

"Kamu kenapa ?"
Laki-laki itu ikut berjongkok, memastikan keadaan Najwa.

"it-tu "
Jawabnya terbata-bata.
Orang-orang disekitarnya seketika melihat dalam loker Najwa.

"Ya ampun."
"Ihhh,kok bisa ada cacing sih?"
"Gila siapa yang berani lakuin ini ke elo naj "
"Sumpah, jijik banget "
Etc..

Banyak komentar yang mereka lontarkan.Melihat Najwa yang semakin pucat dan hampir pingsan ,sontak laki laki itu menggendong Najwa dan membawanya ke UKS.

Semua hanya terdiam, melihat kejadian ini.

"Najwa mana??! "
Tiba syfa berlari dari arah yang dilalui Najwa tadi dengan masih mengatur nafas nya sambil membelah kerumunan.

"Astagfirullah, siapa yang lakuin ini"
Menutup mulutnya melihat onggok an cacing didalam loker awa. 

"Kita gak tau fa, tiba-tiba aja si Najwa pingsan tadi, terus dibawa sama cowok Fa,kayaknya sih ke UKS."
Jawab salah satu siswa.

"Ooh gtu,  ok thanks "
Syfa berlari kembali.  Tapi tidak kearah UKS.

______

"Udah baikan dek?"
Tanya laki laki itu sambil memberikan botol air mineral.

"Maaf anda siapa?  Lalu kenapa saya diUKS??"
Tanya Najwa yang mencoba menegakan punggungnya.

"Kamu pingsan tadi,  jadi saya bawa ke UKS. "
Jawabnya sambil terseyum. 

"Oh iy, Awa syok pas liat cacing diloker Awa "
Menepuk jidatnya. lelaki itu sedikit tertawa melihat tingkah Najwa.

"O iya kenalin,  Fadli XI Ipa 3, nama kamu siapa?"

Udah tambah banyak dah dosa Awa, kenapa coba tiap pingsan didekat cowok mulu. Sekarang ama kakak kelas lagi.
Batinnya.

"Rezeki tu, digendong sama kakak kelas kece."
Jawabnya dengan pede . Najwa sedikit terkejut.

"Loh kakak  bisa baca pikiran ya"
Pertanyaan yang lebih cocok pernyataan.

Dia tersenyum.
"Kamu belum jawab pertanyaan kakak, nama kamu siapa? "

"Najwa kak, dari X2. Makasih kak udah bantuin. "
Najwa sedikit menunduk.

"Iya sama -sama  Najwa, sebentar lagi mungkin temen kamu bakalan kesini. Kakak pamit yah. Assalamualaikum. "
Dia berdiri dan beranjak untuk pergi.
Najwa hanya mengangguk .

"Wa'alaikumslam "
Melihat punggung itu pergi.

"Oiya, ini hp kamu. No kakak udah ada disitu "
Kembali dan memberikan hp Najwa.
Dia tersenyum kembali dan berlalu pergi.

"Lohh, emang siapa yang minta "
Menatap bingung hp nya.

diwaktu yang sama.

"Ghazi Arkhan!! "
Teriak Syfa masuk kedalam kelas.

Mereka langsung menoleh kesumber suara.

"Gawat, Najwa pingsan. "
Mencoba tenang.

"Apa /lo serius "
Jawab mereka bersamaan.

"Iya,  ada cacing di loker Awa, jadi dia syok "
Mereka langsung berlari keluar.

"Yah kok syfa di tinggal sih. "
Terduduk kecapek an .

______

Tidak menunggu beberapa menit Arkhan telah tiba di UKS, dengan muka yang berlumuran peluh.

"Arkhan?? "

"Haii "
Sapanya, lalu duduk disamping Najwa. Najwa langsung menjaga jarak.

"Gimana? Udah sehat?Kok bisa? Tau orang yang ngelakuin?  Siapa yang bawa kamu kesini? "
Pertanyaan itu langsung menyerbu Najwa.

"Arkhan.  Kamu tarik nafas dulu.
Entar Awa jawab satu satu. "

Diwaktu yang bersamaan...

"Sisi!!"
Panggilnya pada gerombolan kawan kawan sisi yang sedang duduk di taman belakang sekolah.

"Hai, Kharim. Kok kayaknya kamu emosi banget"
Tanyanya santai.

"Mending lu ikut gw, dari pada gw permaluin lu didepan banyak orang"
Tarik Kharim paksa.

Seketika Sisi pucat. Dia ikuti kehendak  Kharim.

At Gudang.

"Sekarang jelasin ke gw, lu kan yang buat semua ini"
wajahnya menampakan kekesalan.

"Maksud kamu apa sih kharim."
Memasang wajah memelas, sembari meraih tangan kharim.
Kharim menepisnya.

"Udah lah si,jangan drama deh. Gw tau, lu kan yang udah ngeracuni makanan Fai gw. Skrang  maksud lu apa letakin cacing di loker nya. Gw gak nyangka lu temen nya yg paling menakutkan. Seharusnya gw kasih tau ke Najwa tentang kegilaan lu!!"
Tangannya mengepal kuat.
Sisi terkejut.  Mulutnya langsung ditutup oleh kedua tangannya.

Ini gak mungkin. Dari mana Kharim tau mampus gw.

"Dari mana lu tau kharim. Orang itu pasti ngefitnah gw. Bilang siapa orang itu"
Sisi berusaha mengelak.

"Gak perlu lu tau siapa yang ngasih tau gw. tega banget lu ngecelakain temen deket lu sendiri. Gw gak habis pikir lu cewek psikopat."
Sambil melyangkan pukulan ke cermin usang dibelakang sisi.

"Dia bukan temen gw, jika lu ngehargain perasaan gw , gw gak bakal senekat ini ?? Gw cinta sama lu.
Maafin gw kharim, tangan lu udah berdarah kharim."
Sisi menangis.

"Itu bukan cinta Si. Lu harus nya sadar, cinta gak akan maksa lu membuat orang lain tersakiti. Ketulusan cinta itu, bukan memaksakan apa yang lu rasakan. Itu nafsu lu untuk memiliki.  Jangan jadikan kata cinta untuk mendapatkan apa yang ingin lu miliki.
Cintailah seseorang karena Allah,  jika rasa yang lu miliki buat lu jauh dari Allah. Berarti rasa itu salah. Gw tau lu itu anak baik Si.  Gw gak nyangka lu dibutakan rasa ingin memiliki.  Jujur gw kecewa.  Tp belum trlambat.  Allah masih belum cabut nyawa lu,brrti Dia beri lu kesemptan. Jangan buat lu semakin jauh dari Nya."
Memegang pundk Sisi yang kini air matanya kian deras.

"Maafin gw Najwa."
Sisi menutup wajahnya yang basah oleh air  mata.

"Gw yakin Najwa bakalan maafin lu, gw kasih kesemptan lu untuk ngungkapin semuanya. Gw harap lu Bisa menghargai prasaan lu sendiri .
Gw pergi mau lihat Najwa, dia pingsan. "
Berjalan melewati sisi yang masih terisak.

"Makasih Kharim. Gak salah lu naksir sama najwa buka gw. Dia pernah bilang kegw.Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.gw harap  lo jodoh sama dia. "
Melihat punggung kharim yang kian menjauh.
Kharim berhenti sebentar lalu menoleh kearah Sisi,ia  tersenyum. Begitu hangat. Senyum pertama kalinya untuk Sisi.

_____

"Ohh gt. Entar aku cari siapa yang udah jahat ke kamu Naj ."
Memukul mukul tangannya.

"Ih gak usah kali arkhan, Lagian Awa kan gak apa apa. Mungkin dia cuman iseng aja."

"Gak mungkin lah wa, orang iseng. Pasti sengaja, kenapa di bisa tau kalo kamu itu pobia sama cacing. Pasti udah direncanain tu"
Dia marah marah sendiri.

Najwa tertawa kecil melihat tingkah Arkhan.

"Oiya, kamu udah baca kan surat ku."
Raut wajahnya seketika berubah.

Astagfirullah, bagaimana ini. Pasti Arkhan minta jawaban dari awa.

"Ehhm, ud-dah"
  Najwa terlihat gugup

"Jadi"
Arkhan nampak antusias.

"Awa--"

2BCont.

20 april 2016 ^^

Kepingan Hatiku Tertinggal DisiniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang