Kau Dia dan Aku 2

3.4K 196 13
                                        

Najwa PoV

Dear Mawar Putih.

Assalamualaikum.

Aku tak mampu mengumpulkan kata cinta didunia ini, karna melihatmu tak ada yang lebih indah dari sebuah kata cinta.

Menyukai seseorang yang sedang menggenggam kertas ini begitu menyenangkan.

Melihat senyum yang slalu ia tebarkan pada setiap insan yang bertatap muka. Kamu indah.

Ku mohon jangan sakit.
Jangan buatku terluka.
Menyakitkan bagiku, melihatmu terabaring lemah.
Apa yang bisa manusia ini lakukan, untuk menggenggam tanganmu saja aku tak berhak.

Diusia mu yang kian berkurang ini,aku ingin menjadi bagian sejarah penting mu di tahun demi tahun.

Sudikah engkau menyambut kata hati yang kian membendung.
Harapan diri ini, ada ruamg dihatimu intuk ku.

Mencintaimu, hal terindah dalam hidup ini.

Khan

Apa ini semacam surat pernyataan cinta.
Aku tak tahu, bisa sampai seperti ini. Aku memang mengaguminya. Tapi ini terasa aneh.
" bagaimana ini"
Aku menghepaskan diri kekasur sambil menatap gelang putih berkilau ini.
" Kha-"

Tiba-tiba pintu diketuk.

"Kak, ada yang mencari"

"Iya dek, sebentar"
Aku segera keluar kamar.
Malam-malam seperti ini siapa yang berkunjung coba.

"Looh Kharim,"
Aku terdiam, melihat lelaki yang sedang duduk bercengkrama dengan Dikka.

"Ehemm, yang berkepentingan udah datang,"
Ledek Dikka.

"Hai, Fai."
Dia tersenyum.

"Ha-i "
Entah mngapa lidah ini kelu melihatnya.

"Bisa bicara diluar"

"A-anu"

"Tenang ka, Dikka ngawasin kalian berdua kok dipintu. Ingat jaga jarak"
Jawab Dikka. Terkadang ia bisa menjadi sosok dewasa demi menjaga ku. Walau sekalipun ia tahu bahwa Kharim, bukan orang jahat.

"Hem ok"
Jawabku singkat.
Dan ok ny lagi aku gugup. Benar benar gugup.

____

"Fai"

"Iya"

"Sudah lebih baik?"

"Alhamdulillah"

"Hemm"

Tak ada yang memulai pembicaraan.
Sesaat kemudian.

"Fai/Zi" ucap mereka serentak.

" Itu/kamu" kembali bersamaan.

"Ladies first"

"Okay"
"Awa ingin nanya boleh?"

Kepingan Hatiku Tertinggal DisiniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang