Bonus Chapter [Final]

102K 3.3K 343
                                        

"Ada yang bisa aku bantu?"

Suara yang terdengar membuatku mematung. Aku mengenal suara ini. Tidak salah lagi, orang yang sedang terhubung denganku adalah Mr. Styles.

"Halo? Apakah kau mendengarku?"

Aku masih diam, sibuk merangkai suatu kalimat di dalam pikiranku. Aku menggigit bibir bawah, merasa tertekan karena aku masih belum menemukan kalimat yang tepat untuk aku katakan. Aku tidak ingin pembicaraan seperti ini terasa kaku, terlebih kami kehilangan kontak untuk waktu yang lama.

"Aku membaca e-mail darimu." Adalah kalimat pertama yang berhasil aku lontarkan. Paling tidak aku mampu mengatakan suatu hal, meskipun kedengarannya sangat kaku.

"Morgan?!" Suaranya berubah, menjadi sedikit lebih antusias.

"Mr. Styles?"

"Oh, God, akhirnya aku bisa mendengar suaramu lagi." Ia tertawa, membuatku tersenyum pelan sambil membayangkan wajah tampannya yang mungkin akan sedikit berubah.

"Bagaimana kabarmu?"

"Sangat baik, terlebih saat kau meneleponku. Bagaimana denganmu? Apakah kau lulus seleksi untuk menjadi salah satu dosen tidak tetap di Universitas itu?"

"Kau masih mengingatnya?"

"Tentu Morgan, mana mungkin aku melupakannya."

Bibirku semakin tersungging membentuk senyuman besar begitu rangkaian kalimat tadi terdengar. Tanpa ku sadari, aku sudah membayangkan hal yang mungkin akan selanjutnya akan terjadi antara aku dan Mr. Styles.

"Aku merindukanmu, Mr. Styles." Aku pun memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan saat ini, karena memendam rasa lebih lama akan terasa sakit.

"Aku juga merindukanmu, Morgan." Dia membalas, membuat perasaanku menjadi semakin baik. "Lusa aku akan pulang. Apakah kita bisa bertemu?"

Sesaat setelah kalimat itu dilontarkan, aku tak sengaja menjatuhkan ponselku, namun beruntung panggilan masih terus berlangsung, sehingga aku segera meraih kembali ponsel itu dan melanjutkan perbincangan.

"Hey, kau tidak apa-apa? Aku mendengar suara seperti benda terjatuh tadi."

"Aku baik-baik saja." Balasku diiringi kekehan kecil.

"Mengenai pertanyaanku tadi, apakah kau bisa?" Mr. Styles kembali mengulang ucapannya.

"Kau bercanda? Tentu aku bisa."

"Baiklah, kita akan bertemu lusa. Tolong jaga kesehatanmu karena cuaca sedang tidak menentu akhir-akhir ini."

Setelah sambungan terputus, aku langsung merapikan meja kerja dan memutuskan untuk segera pulang.

.....

Malamnya, aku bertemu dengan Luke untuk makan malam bersama, karena aku sudah berjanji sebelumnya. Meskipun kami sempat hilang kontak selama kurang lebih 6 bulan, namun pada akhirnya, kami dapat bertemu lagi.

"Apakah mahasiwamu bertingkah aneh?" Luke membuka pembicaraan, saat aku masih sibuk mencari makanan pada daftar menu.

"Apakah mahasiwamu bertingkah aneh?" Luke membuka pembicaraan, saat aku masih sibuk mencari makanan pada daftar menu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Scandal [h.s]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang