First experience

337 32 0
                                        

"Yerin-ah ayo bangun, kau bisa terlambat nanti"

Teriak eomma Yerin sambil menggedor-gedor pintu kamar Yerin.

"Aish, eomma sebentar lagi"

"Ya, cepat bangun, Yemi sedang mandi"

Tiba-tiba Yerin meloncat dari tempat tidurnya

"Eomma, kenapa tidak dari tadi membangunkanku, Yemi kan kalau mandi sangat lama" ucap Yerin sambil merengek

"Dari tadi aku sudah membangunkanmu, tapi Yemi bangun lebih pagi daripadamu" ledek eomma Yerin.

Yerin mengetok pintu kamar mandi berkali-kali, dia mengemis pada dongsaeng-nya agar menyelesaikan ritual mandi lamanya itu.

Pagi ini Yerin harus mengurus biaya pendaftaran dan semester awalnya, sehingga dia harus cepat pergi ke bank untuk menarik tabungannya.

Author POV End

****

Yerin POV

Setelah turun dari bus, aku pun berjalan kaki menuju Bank di daerah Jung-gu. Kudengar bunyi notifikasi dari ponselku, kurogoh saku celanaku. Tertulis pesan dari eomma

From eomma:

'Apa urusannya sudah selesai?'

From Yerin:

'Ini baru sampai bank'

Brug

Tiba-tiba saja pundakku menabrak seseorang. Namja tepatnya.

"Joseonghamnida" ucapku lalu membungkukkan badanku

"Bagaimana bisa kau jalan sambil menggunakan ponsel!" Teriak namja itu

"Joseonghamnida saya tidak sengaja" aku pun mengangkat kepalaku dan melihat wajahnya agar meyakinkannya kalau aku benar-benar tidak sengaja.

"Mwo?" Mata namja yang sipit itu pun membulat melihatku.

Ketika dia memberikan tatapan itu, aku pun juga tersadar lalu terkejut sambil menunjuk wajah namja itu.

"Yoongi oppa?"

"Yerin-ah sudah lama sekali ya" ucap Yoongi sambil memberikan senyumannya.

Yerin POV End

Author POV

Flashback

"Ya, oppa ini melelahkan sekali, aku pusing" rengek Yerin pada Yoongi.

Umur mereka memang tidak berbeda jauh, sehingga Yerin sering memanggilnya oppa.

"Yerin-ah, ayo lebih fokus!"

Yerin kembali mencoba menekan tuts tuts di grand piano yang bisa dibilang cukup besar untuk anak berumur 14 tahun. Dia harus mengikuti kelas piano setiap weekend dengan Yoongi sebagai pembimbingnya. Pagi-pagi dia harus berangkat dari Busan untuk berlatih di Seoul. Yerin sempat protes pada appa-nya, kenapa harus mencari guru piano di Seoul, padahal di Busan juga bisa, tapi appa-nya memberikan alasan.

'Appa merindukanmu, jadi belajar piano di Seoul dapat mengobati rindu appa'

"Yerin, apa kau melamun lagi! Bagaimana bisa kau memenangkan kompetisi jika tidak serius begini" bentak Yoongi

"Ne, mianhae. Aku ingin memenangkan kompetisi ini oppa"

"Kalau gitu cob-" suara Yoongi terpotong karena dering ponselnya.

Complicated LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang