First Discussion

189 18 0
                                        

Tiba-tiba Yerin teringat akan tugas kelompoknya.

"Yak! Kim Taehyung apa kau lupa hari ini hari apa?" Tanya Yerin

"Hari Kamis" jawab Taehyung polosnya

"Kajja"

Yerin langsung menarik tangan Taehyung pergi keluar coffee shop.

"Wah, bagaimana mereka bisa sedekat itu" ucap Hoseok

"Hyung, mereka itu kan sudah berteman sejak kecil" jawab Jimin

"Dimana-mana, namja tidak mungkin hanya berteman saja dengan seorang yeoja" celetuk Namjoon

"Andwae!!" pekik Hoseok

"Hal itu tidak bisa dipungkiri Hoseok-ah" ucap Namjoon

"Tapi aku menyukai Yerin-ah" ucap Hoseok sambil mem-pout-kan bibirnya

"Hyungdeul, aku pamit ya" ucap Jimin sambil melangkah pergi, dia malas mendengar percakapan Hoseok yang terlalu aneh itu.

Author POV End

****

Taehyung POV

Sudah lama sekali tanganku tidak digenggam seperti ini lagi oleh Yerin, aku sudah move on dari Yerin, tapi setiap melihat senyumnya, jantungku berdegup kencang. Mungkin ini yang disebut cinta pertama, mau berapa kali cinta yang sudah kurasakan, tetap saja Yerin yang selalu ada di dalam pikiranku.

Dia mengomel sambil menggandeng tanganku, aku tidak mendengar omelannya, karena yang kuperhatikan adalah matanya. Dari dulu aku suka memandang matanya, sering sekali kujadikan alasan permainan. Kami berlomba memandang mata satu sama lain, yang berkedip akan kalah. Sebenarnya itu adalah alibi belaka, maksud dan tujuanku adalah untuk menikmati mata indah Yerin.

"Taehyung!! Tae apa kau memperhatikanku?" Tanya Yerin yang sukses membuyarkan lamunanku.

"Ne"

Taehyung POV End

Author POV

"Jadi dari tadi aku menjelaskan kau tidak memperhatikan sama sekali" omel Yerin

"Kita ini sudah terlambat 20 menit" lanjut Yerin

Mereka akan berkerja kelompok di perpustakaan kampus. Yerin dan Taehyung satu kelompok bersama dengan Jaehee dan Daeyoung.

Taehyung duduk disebelah kiri Yerin, disebelah kanan Yerin ada Jaehee kemudian Daeyoung yang duduk berlawanan dari mereka.

Diskusi kelompok mereka semakin memanas, Yerin yang ditunjuk sebagai ketua pun harus bertanggung jawab membawa pembahasan ini tidak jauh dari kelompoknya.

"Ya! Kalau berbicara itu harap satu-satu, lagipula tema kita kan alat musik tradisional, berarti tidak boleh jauh-jauh dari situ" ucap Yerin

"Jaehee tolong catatkan ini" perintah Yerin

"Ne, Taehyung-ssi tolong berikan pulpen ungu di depanmu itu" ucap Jaehee

Ketika Taehyung memberikan pulpen pada Jaehee badannya condong ke arah Yerin, sehingga napas Taehyung terasa dekat di wajah Yerin, yang membuat muka Yerin memerah, ini kali pertama dia sangat dekat dengan Taehyung.

Dengan sukses tangan Yerin mendorong kepala Taehyung yang membuatnya mengeluh kesakitan, dan Taehyung langsung melemparkan pandangan tajam ke arah Yerin

"Mwoya?" Jawab Yerin ketus

Author POV End

Taehyung POV

Saat tiba di perpustakaan aku tidak sadar kalau aku duduk di sebelah Yerin, dalam diskusi kami aku banyak mengusulkan ide, tapi Yerin selalu saja memarahiku, apa salahnya dengan ideku padahal aku ingin menunjukan keahlianku dalam menari tradisional lalu memainkan saxophone.

Dengan tegas Yerin memberhentikan perdebatan kelompok kami, dia menyuruh Jaehee mencatat point-point yang harus di presentasikan nanti.

"Ne, Taehyung-ssi tolong berikan pulpen ungu di depanmu itu" pinta Jaehee

Aku menyerahkan pulpen Jaehee dan tanpa sengaja wajahku mendekati wajah Yerin, mungkin itu alasannya mendorong kepalaku. Tapi aku sudah biasa dengan pukulan-pukulannya sehingga tidak terasa sakit lagi. Entah kenapa aku memandang tajam kepada Yerin, padahal aku sudah biasa dipukul Yerin.

BAM

Mood  Yerin berubah seketika karenaku. Dia menggunakan nada ketusnya padaku, lalu kujawab dengan tawa bodohku yang sukses membuatnya mendorong kepalaku lagi. Aku menyukai kedekatan kami berdua, kehangatan yang kurasakan ketika bersama Yerin. Aku masih mengingat semua momen kecil kami dulu, tidak ada yang terlupa sedikitpun.

Setelah Jaehee mencatat yang diperintahkan oleh Yerin, dia tampak seperti terburu-buru. Diskusi kelompok kami akan dilanjutkan segera, menunggu konfirmasi dari Yerin. Dia segera berpamitan, tidak sempat aku menanyakan, apa urusan yang sedang dimiliki Yerin.

****

Complicated LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang