Chapter 2 ✔

8.8K 601 43
                                        

o0o

"Putri tunggal dari keluarga Haruno-Haruno Sakura, dikabarkan sedang menjalin kasih dengan Uchiha Sasuke- putra bungsu dari pemilik Uchiha Corp. Kabar ini diperkuat dengan beberapa foto mereka yang tersebar di media sosial. Di foto tersebut terlihat pasangan muda ini tengah berciuman mesra di pinggir pantai Konoha. Walaupun umur mereka terpaut jauh, keluarga menjamin tak akan menjadi pengham---"

Pip

Ctarr

"Ciuman mesra dari Hongkong. Berita murahan! Hoax semua isinya! Cih," gerutu Sakura pada televisi tak berdaya yang baru saja ia lempar dengan remotnya.

Bagaimana wanita cantik berdarah Jepang ini tak tersulut emosi?! Satu! Masa, ya! Dia dikabarkan berpacaran dengan pemuda pantat ayam yang tak ia kenal.

Dua! Udah gitu katanya berciuman mesra di pantai yang indah padahal ciuman penuh kesengsaraan di kantin yang sesak! Hellow~ jauh amat mba?

"YA TUHAN!" teriak gadis itu hiteris sambil menelungkupkan wajah ayunya di bantal, karena frustasi.

Brak

"H-hei ada apa Sakura?" tanya Tsunade yang tiba-tiba mendobrak pintu, karena cemas bercampur bingung setelah mendengar teriakan Sakura.

"Tak apa, Bu," jawab Sakura masih dengan mempertahankan posisinya.

"Yang benar?"

"Hm ...."

"Lalu itu?" tanya Tsunade sambil menunjuk ke televisi yang layarnya retak sempurna.

Sakura mengangkat kepalanya lalu mendengus kesal. "Tv itu sudah jelek,"bohongnya, padahal jelas-jelas ia yang telah menghancurkan tv tak bersalah itu. Kejam.

"Bukankah kau baru membelinya kemarin lusa?"

"Hm ... Aku bosan, aku ingin beli yang model terbaru nanti," jawab Sakura tak acuh membuat Tsunade menaikan alisnya bingung

"Bukankah tv itu keluaran terbaru?" tanya Tsunade dalam hatinya.

"Sakura katakan pada ibu, kau sedang ada masalah kan? Ibu tahu benar sesuatu pasti terjadi padamu." Tsunade duduk disamping anak gadisnya, membuat Sakura mengangkat kepalanya untuk tidur di paha ibunya itu.

"Masalahku sangat besar, Bu," lirihnya.

Tsunade tersenyum lembut lalu mengusap rambut merah muda Sakura dengan penuh kasih sayang.
"Katakanlah, Nak. Ibu akan membantumu menyelasaikannya,"

Sakura menghela napas, panjang. "Baiklah, jadi ... Siang tadi ..,-"
Sakura menceritakan segalanya ke pad sang ibu. "Infotaiment terlalu berlebihan, bukan?" kesalnya sambil mengembungkan pipinya.

"Itulah sebabnya keluarga kita tak ingin terlihat media, mereka terlalu ikut campur urusan pribadi ki-"

"Nyonya Tsunade! Nyonya Tsunade!" teriak seorang pelayan, sepertinya Tsunade akan marah karena dipotong ucapannya.

"Ada apa?!" tanya Tsunade kesal, lalu bangkit berdiri, membuat Sakura mengangkat kepalanya dari paha sang ibu mau tak mau.

"I-itu, di depan gerbang banyak wartawan dan reporter yang ingin bertemu dengan Nona Sakura," ujar gadis muda itu takut-takut.

"APA?!" pekik Sakura histeris, spontan gadis ini langsung berdiri karena kaget dengan penjelasan pelayan pribadinya.

"Bagaimana ini, Bu?" tanya Sakura, panik. Oh, astaga ia tak menyangka akan secepat ini responnya.

Between Hate and LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang