o0o
Saat ini, Sai, Ino, Temari, Tenten, Neji, Shikamaru dan Hinata tengah berkumpul di basecamp mereka yang terletak di dalam gym.
Sejak 10 menit yang lalu gadis-gadis itu tiba di sini, para pria hanya diam tak menjawab pertanyaan mereka, membuat kekasihnya semakin bingung dibuatnya.
Untuk apa memanggil ke mari jika hanya diam-diaman begini saja sejak tadi?! gerutu keempat gadis itu.
"Katakan apa yang terjadi, Sai! Jangan buat kami khawatir!" cecar Ino, mulai kesal. Tapi di sisi lain Ino khawatir melihat wajah lusuh kekasihnya.
"Semuanya kacau! Benar-benar kacau!"
Lagi dan lagi, hanya kata-kata ambigu itu yang keluar dari mulut Sai, membuat Ino menjadi bertambah geram karenanya.
"Apa yang kacau, bodoh?! Kami tak mengerti apa yang kau katakan!" bentak Ino, kesabarannya sudah habis sekarang, ia berdiri dan berjalan cepat meninggalkan mereka. Ia benar-benar muak dengan penjelasan kekasihnya yang tidak jelas itu.
"Ino, tunggu aku!" teriak Tenten seraya berlari mengejar Ino ke luar ruangan privasi mereka, diikuti Hinata dan Temari. Tapi ...,
"Hubungan Sasuke dan Sakura-sensei sudah berakhir."
APA?
Pernyataan Neji sukses membuat langkah mereka berempat terhenti. Dalam empat detik, mereka sudah berada di sofa yang tadi mereka tempati.
"A-apa maksudmu, Neji?" Tenten mengguncang bahu kekasihnya yang kembali menunduk setelah mengatakan itu.
"Cepat beritahu kami, Kak!" perintah Hinata tak sabaran, ketika melihat kakaknya ini hanya diam membisu.
Neji mengangkat kepalanya perlahan lalu menatap Tenten dan Hinata, sendu. "Sakura-sensei. Dia memutuskan Sasuke."
Keempat gadis itu membelalakan matanya, tak percaya. Apalagi Ino, ia benar-benar syok memdengar kabar ini.
"A-apa? Tapi kenapa? Mereka terlihat baik-baik saja tadi pagi! Apa alasan Sakura-sensei memutuskan Sasuke-kun?" Ino menatap ketiganya satu persatu. Ia benar-benar bingung alasan apa yang membuat gurunya itu memutuskan sahabatnya. Pasti Sasuke sangat sedih dan kecewa sekarang.
"Kalian semua tahu alasannya."
Sahutan Shikamaru membuat para gadis mengernyitkan alisnya, tanda tak tahu apa yang dibicarakan pria nanas itu.Mereka saling berpandangan dengan tatapan yang sulit diartikan lalu menggeleng bersama setelah sadar tak seorang diantaranya mengerti maksud Shikamaru.
"Rencana itu. Sakura-sensei telah mengetahuinya secara langsung dari pembicaraan kami."
"J-JADI SEMUA ITU BENAR?"
**
"A-Akashi seijuro?" Rasanya lidah Gaara kelu mengucapkan nama salah satu sahabatnya, walau belum tentu Sei masih mengakuinya sebagai sahabat akibat kejadian waktu itu.
Matsuri mengangguk, bersemangat. "Apa kau mengenalnya?" mata coklatnya berbinar menatap Gaara yang tengah fokus dengan kemudinya. "Gaara! Kau kenal tidak? jangan diam saja!" Matsuri mengerucutkan bibirnya menatap Gaara yang hanya bungkam.
Gaara menghela napas panjang mendengar ocehan gadis di sebelahnya, ia meminggirkan mobilnya di tepi jalan lalu menatap Matsuri intens.
Gadis bersurai coklat itu menggaruk tengkuknya, salah tingkah. Ia menatap ke lain arah. Tak ingin kembali terjerat dengan jade indah milik putra sulung Sabaku ini. Ia sadar bahwa keong emas tak pantas untuk seorang pangeran berkuda putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate and Love
Fanfic[C O M P L E T E D - S S S] Haruno Sakura. Guru baru yang memiliki pesona luar biasa, tak pernah menyangka jika ciuman pertamanya akan begitu mudah direbut oleh seorang pria berkelakuan buruk yang notabennya adalah siswanya sendiri. Namun, lagi-lagi...
