o0o
"Sakura-sensei sudah sadar!" seru Sai setelah memasukan kembali ponselnya ke dalam saku. Ino baru saja menelponnya.
Sasuke menghela napas lega.
"Syukurlah," ungkapnya seraya tersenyum samar.
"Apa kita tidak kembali dulu saja ke sana, Sas? Untuk melihat keadaannya," dan memastikan mereka tidak memberitahu Sakura-sensei tentang rencanamu, lanjut Neji dalam hati.
Sasuke menutup matanya sejenak. "Tidak. Kita harus segera selesaikan masalah ini sekarang!" tegasnya.
Sai, Shikamaru, dan Neji membuang napas, gusar. Mereka benar-benar khawatir dengan apa yang akan terjadi di sana. Semoga saja, semuanya baik-baik saja.
"Hei! Lihat! Itu wanitanya! Cepat putar balik mobilnya, Shika!" teriak Sasuke seraya menunjuk-nunjuk sesosok wanita yang baru saja keluar dari sebuah minimarket.
Mereka semua terkejut. Shikamaru yang memegang kendali, segera memutar stirnya, mencoba mengejar wanita berambut coklat sebahu itu.
Sasuke mengacak rambutnya ketika melihat wanita itu memasuki sebuah taksi dan hilang di balik keramaian kota. "Kau kalah cepat, Nara!" desisnya kesal.
"Siapa bilang? Kau lupa aku sering menjuarai balap mobil liar, heh?" protesnya angkuh lalu menambah kecepatannya. Melupakan bahwa ini merupakan jalanan umum bukannya arena balap.
Dengan kecepatan hampir mencapai 250 KM/Jam, mobil sport keluaran terbaru perusahan Nara Corp ini berhasil membalap taksi yang sudah melaju lebih dulu. Shikamaru memarkirkan mobilnya tepat di depan taksi yang sedang berjalan. Hingga sang supir terkejut dan mengerem mobilnya mendadak.
Ketiga pria tampan—minus Sasuke—itu keluar dari mobil. Segera Sai meninju pelan bahu Shikamaru. "Kau benar-benar gila membawa mobilnya, Nara!" ungkap pria itu seraya menahan gejolak di perutnya. Ia harap, makanan yang tadi pagi ia makan, tidak keluar begitu saja.
Shikamaru melepas kacamatanya lalu memutar bola matanya mendengar keluhan Sai.
"Hei! Apa kalian gila?!" teriak sang supir taksi dari jendela, murka. Membuat atensi mereka kembali pada permasalahan awal.
Neji mendekati taksi itu, ia mengintip ke dalam, memastikan wanita itu benar-benar ada. Ia menyeringai ketika melihat wanita itu ketakutan.
"Kami menginginkan wanita itu!" ungkap Neji seraya menunjuk wanita tanpa nama itu.
Shikamaru dan Sai juga melangkah mendekat. "Dia memiliki urusan dengan kami!" tambah Sai tajam.
"A-apa? Tidak! Aku tidak kenal mereka! Cepat bawa aku pergi dari sini, Pak!" ucap wanita itu mengelak. Tapi, memang pada dasarnya, wanita itu tidak mengenal mereka.
"Kalian mungkin salah orang! Dia tak mengenal kalian," ucap sang supir, menengahi. Ia tak ingin penumpangnya dalam masalah
"Mungkin kau tidak mengenal kami. Tapi, pasti kau mengenalnya!" Shikamaru memberi kode pada Sasuke untuk keluar.
"Jumpa lagi, Nona," sapa Sasuke tepat di kaca sang supir yang terbuka. Ia menyeringai melihat wanita itu terkejut bukan main.
"Kau?"
"Yeah, aku. Kau masih ingatkan?" Onyx-nya menajam seketika.
"Keluar dari mobil, atau sesuatu yang buruk bisa terjadi!" ancamnya seraya mengeluarkan sebuah pistol dari saku jeansnya lalu mengarahkan senjata api tersebut ke arah wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Hate and Love
Fiksi Penggemar[C O M P L E T E D - S S S] Haruno Sakura. Guru baru yang memiliki pesona luar biasa, tak pernah menyangka jika ciuman pertamanya akan begitu mudah direbut oleh seorang pria berkelakuan buruk yang notabennya adalah siswanya sendiri. Namun, lagi-lagi...
