3

1.1K 92 0
                                    

"Kak, gue suka sama lo."(Namakamu) gak peduli, dia tetep bersihin luka Iqbaal. Udah berapa kali Iqbaal nyatain perasaannya sama (Namakamu) dan udah berapa kali (Namakamu) bersikap acuh tak acuh. "Kenapa lo ga suka sama gue?"(Namakamu) memberhentikan aktifitasnyanya sejenak ketika merasakan tangannya diraih oleh Iqbaal.

"Pertanyaan lo gak logis."Ucap (Nanakamu) sambil memutar bola matanya. "Cinta itu gak bisa dipaksain. Jadi stop nyatain perasaan lo ke gue."Kata (Namakamu) sambil menutup kotak p3knya. "Lo bisa pulang sekarang."Tutupnya lalu bergegas masuk ke dalam. Apa salah Iqbaal? Cuma nyatain kalau dia suka aja langsung dicuekin kaya gini, gimana kalau Iqbaal nembak (Namakamu)? Iqbaal beranjak dari duduknya lalu berjalan meninggalkan halaman rumah (Namakamu).

*

Iqbaal melempar tasnya ke atas kasur. Lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah melepaskan sepatunya. Bayangan (Namakamu) mengobati lukanya masih sangat jelas di kepalanya. Ketika gadis itu menatap lekat lukanya, ketika gadis itu menekan lukanya, ketika gadis itu marah-marah padanya, apapun, apapun yang dilakukan gadis itu selalu terlihat bener di mata Iqbaal.

Tangan Iqbaal bergerak meraih tasnya yang berada tepat disampingnya. Membuka kancing tasnya, tangannya bergerak masuk kedalam kemudian mengeluarkan tangannya kembali setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Hape.

Baru saja menghidupkan handphonenya, Iqbaal sudah tersenyum ketika mendapati foto (Namakamu) di lockscreennya. "Lo cantik banget sih, kak."Kata Iqbaal menatap hapenya. "Kenapa gue baru sadar kalau selama ini lo saudaraan sama Karel?"

"Bodo ah. Tanpa bantuan Karel juga gue bisa dapetin lo."Ucapnya lagi kali ini diselingi dengan kekehan kecil.

Matanya beralih menatap dinding berwarna hitam putih itu yang hampir berisi penuh foto (Namakamu). Ahhh Iqbaal gatau ini perasaan apa. Ntah terobsesi ingin memiliki atau sekedar menganggumi gadis itu.

"Iqbaal"Seseorang dari luar mengetuk pintu kamar Iqbaal. Mengejutkan Iqbaal yang dari tadi asik dengan lamunannya. Iqbaal mengangkat kakinya ke atas lalu loncat dan berdiri dengan baik.

'My mama don't like you and she's like everyone.'

Sambil menyandungkan sebaik lirik lagu dari Justin, Iqbaal berjalan menuju pintu. Pintu terbuka dan Iqbaal mengernyit datar. "Paan sih lo. Ganggu gue aja."

"Yeeee gue mau cerita dong."

"GAK!"

"Ayolaaaahhhh Baal. Jadi...."Iqbaal menggeram kesal ketika gadis itu menerobos masuk begitu saja. "Gue lagi seneng bangetttttt. Cowo yang dari dulu gue gebet, akhirnya nembak gue. Lo tau senengnya gimana? Kayak lo dirangkul sama Kak (Namakamu). Dan gue yakin lo ga bakalan pernah ngerasain karna itu gak bakalan pernah terjadi."

Iqbaal mendengus kesal. Tiba-tiba saja gadis yang tak lain adalah sepupunya itu langsung merebahkan tubuhnya di kasur Iqbaal. Itu emang udah jadi kebiasaan mereka, mungkin gara-gara seumuran, mereka jadi suka cerita satu sama lain. Sepupu Iqbaal tinggal dirumah Iqbaal sudah 3 tahun lamanya. Ketika insiden kecelakaan yang terjadi pada paman Iqbaal, gadis cantik itu menjadi kesepian. Ya untung saja ada orangtua Iqbaal. Namanya Katya. Katya Samira.

"Songong lo, kampret."

Gadis itu menoleh ketika merasa Iqbaal hanya diam saja. Lalu begitu terkejut ketika mendapati lebam di sekitar wajah Iqbaal. "AAAA. IQBAAAL! Muka lo.... Muka lo kenapa?"

Iqbaal menepis tangan Katya dengan kasar. Lalu mencibir Katya yang saat ini sedang mengelus pelan lengannya dengan wajah tak senang menatap Iqbaal. "Tai lo. Muka gue abis diobatin Kak (Namakamu) tadi. Sampe sekarang gue masih ngebayangin gimana tadi dia megang muka gue. Terus mau lo pegang gitu aja? Bayangan (Namakamu) yang ada di otak gue langsung berubah jadi bayangan setan."

LieHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin