"Ke mana aja kemarin?" tanya Ravi dan yang lain hampir berbarengan begitu Jongin datang.
"First of all," kata Jongin setelah berdehem beberapa kali. "Bisa nggak kalian semua membiarkan aku duduk dulu?"
"Boleh aja," kata Seungyoon ketus. "Tapi, apa alasanmu?"
Jongin menggelengkan kepala. "Ayolah... kalian kan, bisa latihan tanpa vokalis."
"Tapi, di panggung nanti, kita pake vokalis, dodol!" sembur Hoseok. "Apa jadinya kalau musik sama penyanyinya nggak kompak."
"Oke, sori," kata Jongin dengan nada menyesal. "Aku yang salah. Kemarin, aku nggak bisa datang gara-gara ada hal yang nggak terduga. Tapi, latihan berikutnya, aku pasti datang, I promise! I'll be there!"
"Yeah, you better should!" kata Seungyoon tajam sambil menunjuk dada Jongin keras-keras.
Setelah yang lain kembali ke tempat duduknya masing-masing, Ravi memberinya selembar kertas.
"Apa ini?" tanya Jongin.
"Daftar lagu yang bakal kita nyanyiin."
Ada sekitar delapan lagu di daftar itu.
"Emangnya, kita mau bikin konser tunggal?" dengus Jongin. "Nama band udah dibikin juga?"
"Tentu aja!" seru Ravi sambil meringis. "La Kepri."
Jongin mengernyit. "La Kepri? Apa artinya? Bahasa Italia?"
"Coba tambahin kata 'band' di belakangnya."
"La Kepri Band?" Jongin masih tak habis pikir apanya yang aneh.
"Ulangi," perintah Ravi.
"La Kepri Band... Lakepri Band..." Tiba-tiba, tersadar akan maksud kata-kata itu, Jongin tertawa keras-keras. "LHA KEPRIBEN?"
Semuanya tertawa berbarengan.
"Jongin." Jinri berjalan dengan canggung ke arah mereka.
"Ya?"
"Hari ini," kata Jinri tanpa berani menatap mata Jongin, "ada rapat Veritas sepulang sekolah."
"Bukannya Sehun ada urusan?"
"Dia bilang bakal datang setelah urusannya selesai."
Jongin mengangkat alis. "Oke, kalo gitu."
Jinri mengangguk, lalu cepat-cepat pergi sepertinya menyembunyikan sesuatu.
"Believe me," kata Ravi setengah berbisik setelah Jinri pergi, "she has a crush on you, man!"
Hari itu, Jinri bersikap sangat aneh, seolah-olah menghindari Jongin. Namun, kadang-kadang Jongin memergokinya mencuri pandang ke arahnya dengan tampang bersalah. Entah apa yang terjadi dengan cewek itu.
Sepulang sekolah, setelah menyelesaikan ulangan kimia dadakan yang membuatnya jadi orang terakhir berada di kelas, Jongin buru-buru menuju Veritas.
"Hei," sambut Soojung.
DEG! Jantung Jongin serasa berhenti beberapa saat. Ada apa denganku? Jongin memegangi dadanya dengan heran. "Mana yang lain?" tanyanya setelah berhasil menguasai diri.
"Jinri ada perlu sebentar sama Miss Jessica. Sehun datang satu jam lagi," jawab Soojung sambil asyik mengetik di keyboard komputer.
Jongin menjatuhkan diri di karpet dan menghela napas. "Lagi bikin apa?" tanyanya melihat Soojung sibuk mengetik sesuatu.
"Laporan pertanggungjawaban dana klub judo dan klub basket," jawab Soojung.
"Bukannya kamu ketuanya? Kenapa mesti kamu yang susah-susah bikin? Nggak ada bendaharanya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
(KAISTAL REMAKE) LET GO
FanfictionKau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya. Jongin tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia ha...
