Fifteen. (A)

236 33 1
                                        

Kesalahpahaman tentang hubungan Jongin dengan Jinri semakin menjadi-jadi ditambah provokasi dari teman-teman mereka. Hal itu membuat Jongin merasa dia akan dicap cowok berengsek jika tega menolak Jinri. Namun, bagaimana dengan Soojung?

Hari Rabu itu, Jongin sengaja mampir ke toko musik untuk mencari Soojung. Benar saja, cewek itu memang ada di sana sedang membaca buku sambil menyeruput secangkir latte.

"Hai."

Soojung tampak terkejut melihat Jongin. "Oh, hai."

Jongin menarik kursi di depannya, lalu duduk. "Aku lagi cari CD The Used dan kebetulan lihat kamu di sini, jadi aku gabung aja. Nggak keberatan, kan?"

Soojung menggeleng. "Duduk aja."

Jongin memesan secangkir besar cappucino dan mulai mencari-cari bahan pembicaraan.

"Baca buku apa?" tanyanya kehabisan ide.

"Sekali Merengkuh Dayung," jawabnya.

"Diah Marsidi?"

Soojung membelalakkan mata. "Kamu udah baca?"

"Nggak perlu sekaget itu, baca sampulnya juga ketahuan siapa yang ngarang," kata Jongin sambil nyengir.

Soojung memonyongkan mulutnya dan Jongin tertawa.

"Tapi, ya, aku emang udah baca, kok," kata Jongin. "Menarik, mengunjungi tempat-tempat yang indah, tapi belum mendunia; menikmati alam dan penduduknya. Bikin aku pengin jadi backpacker."

"Kamu juga berpikir kayak gitu?" tanya Soojung senang.

"Emangnya kamu juga?" Dada Jongin kembali berdebar-debar.

Soojung mengangguk. "Suatu saat... pasti..."

Jongin tersenyum.

Musik klasik mulai mengalun. Soojung menggerak-gerakkan kepalanya mengikuti irama yang didengarnya.

"'Fur Elise', Ludwig Van Beethoven." Jongin mencoba menebak judulnya.

Soojung menatapnya kagum. "Kamu benar-benar orang yang di luar dugaan."

Jongin meringis. Kalau saja Soojung tahu, beberapa hari terakhir, dia jadi rajin mendengarkan musik klasik dan menghafalkan judulnya.

"Aku cuma orang yang akan mati-matian melakukan sesuatu demi mendapatkan apa yang aku inginkan."

"Hah?" Soojung mengangkat alis, tetapi Jongin tidak mau menjelaskan lebih lanjut.

Teringat akan CD yang sudah dia pesan lewat toko musik online, Jongin merogoh tasnya dan mengambil sebuah bungkusan.

"Ini," katanya sambil menyodorkan bungkusan itu.

"Apa ini?" tanya Soojung.

"Buka saja."

"CD George Gershwin!" Soojung terpekik kecil melihat isi bungkusan itu.

"Jangan bilang kalau kamu udah punya," kata Jongin khawatir.

"Belum," sahutnya. "Tapi, bagaimana kau..."

Jongin mengangkat bahu. "Aku kebetulan lihat, jadi aku pikir sekalian aja."

"Tunggu..." Soojung menyipitkan mata. "Tadi, kamu bilang, kamu kebetulan melihatku di sini, tapi kenapa kamu udah siap bawa CD ini?"

Jongin menelan ludah. Sial! Ketahuan!

"Oke, aku emang sengaja ke sini." Jongin mengaku. "Soalnya, aku lupa ngasih ini di sekolah. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu ke sini tiap hari Rabu. Ya, kan?"

(KAISTAL REMAKE) LET GOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang