Kau tahu apa artinya kehilangan?
Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.
Jongin tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia ha...
Sehun meninggal satu tahun kemudian. Operasi yang dijalani berhasil mengangkat tumornya. Namun, karena sudah telanjur menyebar ke daerah-daerah vital, nyawanya tidak terselamatkan lagi. Hari ini adalah hari pemakamannya.
The ache I feel inside
Is where the life has left your eyes
I'm alone for our last goodbye
But you're free
Jongin berdiri jauh dari tempat pemakaman. Dia tidak sanggup melihat jasad Sehun dikebumikan. Saat sedang memperhatikan prosesi pemakaman dari tempatnya berdiri, tiba-tiba seseorang menyentuh pundak cowok itu. Jongin menoleh dan melihat Miss Jessica sudah berdiri di belakangnya.
"Ada apa, Miss?" tanyanya sambil melepas earphone setelah memencet tombol pause di iPod-nya.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Miss Jessica heran. "Kenapa kamu tidak mendekat ke sana?"
Jongin membalikkan badannya lagi, menatap lurus ke depan.
"Nggak apa-apa," katanya. "Dari sini sudah cukup. Sehun pasti tahu saya datang ke pemakamannya."
Miss Jessica tidak mengatakan apa-apa. Dia sudah menduga alasan sebenarnya.
"Ini ada titipan dari ayah Sehun untukmu," kata Miss Jessica sambil menyodorkan selembar amplop.
"Apa ini?" Jongin mengambil amplop itu.
"Sesuatu yang Sehun tulis untukmu di hari-hari terakhir hidupnya," jawab Miss Jessica. "Miss pergi dulu."
Sebelum pergi, Miss Jessica menepuk-nepuk pundak Jongin dengan lembut. Jongin memasang earphone dan memutar lagu lagi. Kemudian, dia mulai membaca kata-kata yang tertulis di sampul depan: "To Jongin".
I remember you like yesterday
Yesterday
I still can't believe you're gone
Oh I remember you like yesterday
Yesterday
And until I'm with you, I carry on
Ketika kamu membaca surat ini, bisa dipastikan saat itu aku sudah nggak ada lagi di dunia ini. Kamu pasti heran kenapa aku menulis surat untukmu-kenyataannya, aku sendiri juga nggak tahu. Mengingat betapa bodohnya dirimu, kayaknya sejelas apa pun aku memberi tahu, kamu pasti nggak akan mengerti.
Jongin tersenyum. Dasar.
Adrift on your ocean floor
I feel weightless numb and sore
A part of you and me is torn
You're free
Aku ingin memberi tahu betapa aku sangat berterima kasih. Selama ini, aku selalu mencari-cari keajaiban yang bisa memberiku alasan buat hidup. Ketika bertemu denganmu, Soojung, Jinri, dan yang lain, aku disadarkan kalau sebenarnya aku nggak perlu mencarinya. Ternyata, keajaiban itu justru sedang kualami, kurasakan, dan kujalani. Ternyata, hidup adalah keajaiban itu sendiri.
I woke from a dream last night
I dreamt that you were by my side
Reminding me I still had life
In me
Aku sangat berterima kasih karena itu.
Jongin menelan ludah. Melihat tinta yang memudar dari bekas bulatan titik air, dia bisa menduga Sehun menangis ketika menulis surat itu.
I remember you like yesterday
Yesterday
I still can't believe you're gone
Oh I remember you like yesterday
Yesterday
And until I'm with you, I carry on
p.s. Jangan membenciku. Waktu terus berjalan, aku sudah mati, tapi kamu masih hidup. Tak perlu terikat masa lalu. Sungguh, nggak apa-apa bagiku kalau kelak kamu melupakanku. Biar aku saja yang mengingatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku.
"Sial!" geram Jongin sambil meremas kertas di tangannya itu. Dia jatuh terduduk di tanah, lalu menutupi wajahnya, mencoba menahan air mata yang sudah hampir tak terbendung. "Aku akan membencimu! Aku akan membencimu seumur hidupku!"
Air mata Jongin mulai menetes. Akhirnya, untuk kali pertama setelah sekian lama, dia menangis.
Jongin bersumpah, dia tidak akan pernah membiarkan kenangan tentang Sehun hilang. Dia tidak akan pernah melupakannya.
Dalam edisi Veritas yang ditujukan untuk Sehun, Jinri mengutip kata-kata George Bernard Shaw: "Aku bisa kehilangan seorang teman seperti itu dengan kematianku, tetapi tidak dengan kematiannya."
"...And In the End, the Love We Take Is Equal To the Love We Make." (The Beatles)
----------
Does anyone have tears in y'all eyes?
Bunch of thanks for reading btw! Mumumu.
Best regards.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.