"She's My Girlfriend"

881 72 2
                                        

Author Part Of View

Junkai terdiam didalam kamar messnya. Ia menggenggam sebuah foto meskipun hanya diterangi sebuah lampu tidur. Samar-samar, memang. Tapi itu membuatnya menjadi lebih baik. Ia tak suka jika melihat foto itu dengan jelas. Senyuman kegetiran terlihat jelas diwajah putihnya. Tangannya perlahan merobekkan foto itu menjadi bagian-bagian kecil. Dirinya seperti sudah dikuasai oleh dirinya yang lain. Dirinya yang keji dan berdarah dingin.

"Pengkhianat" Ucapnya pelan namun penuh emosi. Ia meremas foto yang telah menjadi butiran kecil itu kemudian berjalan kearah jendela. Membuka jendela dan membiarkan kertas-kertas kecil itu terbawa angin pagi. Alias membuangnya.
.
.
.
.
.
.

Hari ini hari kedua para awak kabin di Hongkong. Hari yang di pandangan orang awam adalah hari bebas bagi penakluk burung besi ini. Hari tanpa jadwal dan bisa bersenang-senang sesuka hati. Menghabiskan uang saku yang diberikan perusahaan lebih banyak yang lebih banyak dari hari-hari biasanya

Namun nyatanya? Hari terakhir di homebase ini malah hari yang sangat padat. Dari jam sepuluh pagi sampai jam enam sore. waktu mereka hanya dihabiskan di gedung training. Hanya mendapat satu kali coffee break untuk pramugari dan pramugara trainee dan untungnya, untuk pilot dan FA tetap hanya mendapat satu kali coffee break ditambah sedikit snack.

Bayangkan itu!

Tapi...

Yuxi dan Junkai harus bersyukur akan hal itu.

"Yuxi, masih mengantuk?" Tanya Qilin saat melihat dirinya menguap beberapa kali. Padahal, mereka sudah berada diruang makan. Bersiap-siap untuk sarapan dan setelah itu berangkat menuju Cathay City. Tempat yang menjadi rumah ketiga para awak kabin setelah si burung besi.

"Ah, tidak kok" Yuxi menidakkan perkataan Qilin. Tak berapa lama kemudian, ia menguap lagi. Yuxi langsung menutup mulutnya dan bangkit dari kursinya.
"Aku akan ke wastafel sebentar" Pamitnya dan kemudian membuka pintu keluar.

"Jangan lama-lama, oke?!" Teriak Qilin saat dirinya telah menjauh. Tanpa menyadari ada pandangan mata tajam dan sinis yang mengiringi langkah Yuxi berjalan keluar dari ruangan ini.
.
.
.
.
.
.
Zhang Yuxi Part Of View
Aku berjalan menuju wastafel yang terletak terletak dilantai bawah ruangan ini.

Aku tak tahu kenapa diriku mengantuk saat ini. Oh, ralat, bahkan sangat-sangat-sangat mengantuk! Padahal, jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Pikiranku yang sedari tadi blank, kini teringat sesuatu. Aku baru menyadari kalau kemarin Junkai mengajaknya kepasar malam sampai dini hari.

"Ah, sial" Umpatku frustasi saat mengingat apa yang mereka lakukan kemarin. Setelah kelas berakhir pukul sebelas malam, Junkai mengajakku ke pasar malam sampai pukul dua dini hari.

Aku meng acak-acakan rambutku frustasi saat mengingat kejadian itu.

Tak peduli jika rambutku tambah berantakan.

Sampai saat ini, ia tak tahu kenapa secara 'tidak sadarnya' ia meng-iyakan perkataan Junkai yang nyatanya mungkin saja akan mengerjainya.

Terlebih lagi saat ia mengingat kalau dia sempat tertidur saat diperjalanan. Ah, ia tak tau apa yang dilakukan si setan itu.

"Dia pasti akan mengambil foto jelekku dan menertawakanku"Gumamku kesal.

Jujur saja, Qinshan, Teman satu batch sekaligus roommate ku, mengatakan kalau aku tidur itu wajahku 'konyol' sekali. Bahkan, sangat! Ah, aku tak memperdulikannya. Bisa saja dia mengatakan itu untuk sebuah ejekan. Ya. Karena kami juga sering bertengkar kecil.

AviamateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang