"Kurasa kau harus cuti sementara untuk menghilangkan beban dipikiranmu, Yuxi"
Setelah mengatakan hal itu, Yuan langsung menyimpan surat-surat dari penumpang. Ia menatapku sambil menaikkan kedua alisnya.
"Kurasa...kurasa juga begitu, Terlalu banyak pikiran yang membebani sekarang ini" Ucapku mengiyakan perkataan Yuan. "Lagipula, ini untuk keselamatan ratusan nyawa juga, 'kan?" Ucapku sambil tersenyum.
Yah, walaupun berat. Rasanya, aku tidak ingin meninggalkan dunia penerbangan yang aku impikan walaupun hanya untuk beberapa hari saja.
Terlebih lagi, meninggalkan para kru yang selalu membuatku tertawa dan juga.....seseorang yang menyebalkan namun berhati 'malaikat' yang telah hadir di kehidupanku.
Yuan hanya tertegun, dan kemudian ia tersenyum manis.
"Kau yakin akan meninggalkan jabatanmu untuk sementara waktu?" Goda Yuan sambil tersenyum.
Ya. Dia, Wang Yuan. Selain sebagai pilot, dia juga seorang teman sekaligus tetanggaku saat kecil. Ia mengetahui segala yang aku sukai. Termasuk, impianku menjadi seorang pilot. Sama sepertinya yang juga ingin menjadi pilot. Tapi, sayangnya, sejak kami memasuki sekolah menegah atas, kami jarang bertemu dan berbicara lagi. Ia semakin sangat sibuk setelah masa sekolah menengah pertama.
Aku terkekeh mendengar pertanyaannya.
"Tentu saja, mengapa tidak? Lagipula, ini hanya cuti untuk beberapa hari," Ucapku. Yuan juga terkekeh pelan.
"Haha, kukira, kau masih sama seperti dulu. Tidak rela jika pekerjaan impianmu ditunda" Ucapnya.
Ya. Itu memang benar, Yuan. Aku masih tidak rela.
Aku hanya tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ck, im not child again, Yuan." Tukasku.
"Haha, hanya bercanda" Ucapnya. Ia kemudian meraih sebuah kalender yang terletak dimeja kerja ruangannya.
"Mulai besok sampai 4 hari kedepan kau dapat mengambil cuti. Jadi, kau bisa mengambil 5 hari cuti" Jelas Yuan mengalihkan pandangannya dari kalender kearahku sambil tersenyum. Aku mengangguk dan kemudian membalas senyumannya.
"Terimakasih atas perhatiannya, Yuan"
.
.
.
.
.
.
Aku berjalan memasuki lorong hotel. Mencari kamar yang sudah dipersiapkan untuk para kru sebelumnya. Lorong ini kosong. Ya, kosong dam sepi. Walaupun hotel ini terkesan ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aviamate
Fanfiction(Half story inspirated by Miss Pilot jdrama) Siapa yang tidak tau Wang Junkai? Pilot muda (22y.o) yang telah menuai banyak pujian disebuah maskapai papan atas di Tiongkok. Tapi sayang, sikapnya dingin sekali. (...dan jangan lupa menyebalkan!) Zhang...
