11 : Anggota Keluarga Baru

69 16 7
                                        


Happy Reading Guys...

😉😙


Hari ini sudah dua minggu sejak peristiwa kecelakaan hebat yang menimpa Maggie. Karena kejadian tragis itu, dia harus kehilangan kedua kakinya. Dokter mengatakan sangat beruntung baginya untuk tidak merusak rahimnya. Brian menolak anjuran dokter untuk rawat jalan dan terapi di rumah, dia bersikeras agar istrinya di rawat dan mendapatkan pengawasan khusus sampai kedua kaki palsunya bisa digunakan dengan baik.


Seluruh keluarga dan kerabat sangat berduka karena pada kecelakaan itu, Maggie juga kehilangan janinnya yang baru menginjak tiga minggu, yang bahkan belum di sadari oleh Maggie dan Brian. Maggie sangat terpuruk karena kehilangan dua hal berharga di hidupnya, namun berhasil melalui masa sulitnya dengan bantuan beberapa psikiater. Bagaimanapun sulitnya, Brian tetap bersyukur karena banyak dukungan yang datang untuk istrinya melalui masa sulit ini. Keluarga Thorburn dan Huston bergantian datang setiap hari. Akhirnya, Maggie meminta rawat jalan kemudian pulang pada minggu ke empat.


Sepulangnya dari Rumah Sakit, Maggie seperti kehilangan hidup lamanya. Brian yang penyayang dan penuh cinta berubah menjadi orang yang menjaganya secara berlebihan dan membuatnya merasa seperti seorang tahanan, begitu mengejutkan baginya. Brian menjadi pengatur yang sangat keras dan justru sering membuat Maggie takut dan tertekan. Begitu banyak aturan yang harus Maggie taati untuk mencegahnya marah. Menurut Maggie, kemarahan suaminya sudah lebih menakutkan dari kecelakaan itu. Apapun itu, Maggie tetap menerima dan mencintai Brian karena dia tahu betul perubahan ini terjadi juga untuk kebaikannya sendiri. Maggie menghabiskan hari-harinya untuk mengingat apa saja hal-hal yang tak boleh dilakukannya. Larangan untuk membersihkan rumah dan menjalin hubungan terlalu dekat dengan para pelayan atau orang asing, itu karena Brian tak bisa mempercayai siapapun sejak kecelakannya, mempercayai adanya kerja sama pelaku dengan orang dalam. Kewajiban untuk mengatakan semua hal yang terjadi dan diketahuinya kepada sang suami, termasuk meminta izin atau memberi tahu sebelum atau sesudah menelepon seseorang.


Hari ini genap dua tahun sejak Maggie pulang dari Rumah Sakit dan dia tetap sabar menghadapi hidupnya dan perubahan suaminya. Berbeda dengan hari-hari yang lalu, hari ini Maggie merasa sangat bersemangat karena kini dia bisa berjalan tanpa hambatan dengan kedua kaki palsu yang menopang tubuhnya. Dia memasak sarapan kesukaan Brian dan menghidangkannya sendiri, mengabaikan ketakutan para pelayannya yang terus membujuknya untuk berhenti. Brian terlihat terkejut melihat istrinya berjalan kesana-kemari untuk menghidangkan makanan, tapi dia mengurungkan niatnya untuk marah dan duduk untuk menyantap sarapan pertama buatan istrinya setelah dua tahun.


"Aku menyuruh pelayan menyiapkan makan malam nanti. Aku hanya menyiapkan sarapan. Tak apa, kan?" Tanya Maggie lembut dengan senyuman terbaiknya.

"Memang masakanmu yang terbaik, tapi seharusnya pelayan mengerjakan pekerjaannya dengan benar. Apa aku perlu mematahkan kaki mereka semua setelah menyerahkan pekerjaan pada wanita terhormat tanpa kaki sepertimu?" Jawab Brian yang membuat Maggie menelan ludah.

Ruang makan menjadi sangat sunyi karena Maggie sudah terlalu takut untuk membuka pembicaraan. Maggie baru mengajak suaminya bicara saat mengantarnya sampai ke depan pintu untuk mendapat ciuman dahi yang dua tahun ini terasa begitu hambar.

"Aku jenuh, sayang. Boleh aku mengundang Rose dan si kecil Joe untuk berkunjung?"

"Baiklah, belakangan ini Kau sering sekali mengundang mereka. Kau sangat menyayangi Joe? Ingin memiliki teman untuknya dari kita?" Goda Brian mencairkan kembali suasana.

"Kau yang tak mau punya anak lagi."

"Benar sekali. Kita akan bahas ini lain kali. Aku berangkat dulu. Semoga harimu menyenangkan bersama Joe dan ibunya."

BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang