~~~~~♡♡♡♡♡♡~~~~~
At Kantin.
Seorang lelaki dan perempuan sedang duduk di salah satu meja kantin. Mereka mengobrol santai sambil meminum minuman mereka masing masing.
"Apa kau tahu di kelas gadis itu ada murid baru, dan dia cukup tampan," ucap seorang gadis kepada teman lelakinya.
"Serius? Apa dia lebih tampan dari ku sehingga kau memujinya, aku jadi penasaran seperti apa orangnya," balas lelaki itu sambil menganduk-aduk asal minuman orange jus nya.
"Hahaha, sudahlah kau tak perlu cemburu. Kau tetap lebih tampan darinya," tawa si perempuan pecah.
"Sudah kuduga, mana ada yang bisa menandingi ketampananku," ucap lelaki itu dengan PDnya.
"Terserahmu saja," jawab gadis itu kemudian meminum jus nya.
Sesaat kemudian mereka hanya saling pandang. Dan tertawa bersama sama, sungguh pasangan yang aneh.
"Sudah-sudah, aku hanya ingin mengatakan sepertinya murid baru itu suka pada gadis itu," ucap gadis itu setelah selesai tertawa.
"Apa kau serius?," tanya lelaki itu.
"Hm, dan aku rasa kau tak perlu menjaga gadis itu lagi. Karna murid baru itu pasti melindungi dia, Rel," jawab gadis itu.
"Tapi aku kurang yakin. Aku akan tetap mengawasi (namakamu). Karna itu sudah tugas ku. Apa kau bosan menaniku melakukan nya?" Jelas karel dan diakhiri kata tanya kepada gadis di depannya itu.
"Tidak, aku gak akan pernah bosan. Lagi pula aku sudah berjanji untuk selalu ikut denganmu," jawab gadis itu seraya tersenyum manis.
"Aku beruntung memilikimu cas," ucap karel seraya mengacak gemas poni cassie.
Cassie hanya tersenyum manis mendengar ucapan karel. Memang mereka sudah lama menjalin hubungan. Jadi, tak heran jika mereka tak canggung.
》~~~~♡♡♡♡♡~~~~~ 《
Kringg kringg kringg
Bell les terakhir sudah berbunyi. Itu tandanya proses PBM sudah selesai. Semua siswa siswi bersorak senang. Seperti anak SD saja.
Begitu juga dengan kelas 10 MIA-1, semua siswa siswi-nya bersorak senang. Guru, yang melihat tingkah murid muridnya hanya menggeleng dan tersenyum tipis.
"Baiklah,karna waktu sudah habis. Kita tutup pelajaran kita. Dan ingat kalian harus langsung pulang kerumah masing masing. Jangan keluyuran. Assalammualaikum" ucap guru itu sambil berjalan keluar kelas.
"Waalaikumsalam bu..," ucap murid murid itu serempak.
Semua murid sibuk membenahi peralatan belajar mereka. Setelah selesai satu persatu diantara mereka keluar kelas. Sama halnya dengan seorang gadis. Ia masih sibuk membenahi peralatan belajarnya.
"Eh (nam), aku duluan ya sama steffi," ucap salsha.
"Ya, hati hati di jalan ya," balas (namakamu) seraya tersenyum.
Salsha dan steffi hanya mengangguk kemudian melenggang pergi.
(Namakamu) pov on.
Akhirnya, aku siap juga. Sekarang tinggal mikirin pulang sama siapa. Sungguh menyebalkan bukan. Kalau nunggu angkot itu akan membutuh kan waktu yang cukup lama. Taksi, uangku kayaknya gak cukup deh kalau naik taksi. Hah, sekali kali naik angkot gak papa lah.
"(Nam).., mau pulang bareng?" Tanya seseorang.
Aku langsung melihat orang yang menawarkan ku untuk pulang bareng dengannya. Aku mendongak melihat ke atas. Karna posisiku sekarang masih duduk di kursi tercinta.
"Eh, Ari. Pulang bareng? Gak ngerepotin?," tanyaku ke ari.
"Gak lah, itung itung sebagai hari pertemanan kita, jadi gak ada salah nya kan aku ngantar kamu pulang," jawab Ari.
"Hmm, oklah. Rejeki aku gak mau nolak," ucap ku seraya terkekeh.
Aku bangkit dari duduk, ku lihat ari meletakkan tangannya di pinggangnya. Seperti memintaku untuk melingkarkan tanganku di tangannya. Jadi seperti aku dan ari gandengan.*ngerti*
