PART 5

3K 176 0
                                        

Normal pov

(Namakamu) menghampiri iqbaal, ya untuk apa lagi kalau bukan untuk mengembalikan jaket iqbaal. Sempat terjadi percakapan kecil diantara mereka. Dan satu hal yg perlu diketahui bahwa (namakamu)sangat senang saat ini. Bagaimana tidak, seseorang yg ia cintai begitu manis terhadap nya. Tunggu seseorang yg ia cintai? Bukankah gadis itu baru mengenal pria tersebut? Apa semudah itukah (nk) jatuh cinta?. Memang benar kata orang.

" seseorang yang tidak saling mengenal pun bisa saling jatuh cinta dan hidup bahagia"

***Skip***

Akhirnya bel istirahat berbunyi. Semua siswa siswi bersorak ria tanpa memperdulikan guru yg masih di depan kelas membereskan buku bukunya. Sungguh mereka tak peduli dgn guru itu. Yang mereka pedulikan sekarang adalah perut mereka yg keroncongan tersebut. Akhirnya sang guru pun angkat bicara.

"Baiklah anak anak, sampai disini pelajaran kita. Jangan lupa mengerjakan soal yang ibu berikan tadi. Mengerti!!" Katanya tegas.

"Mengerti buu.." balas murid murid kompak.

"Baiklah, Assalammualaikum.." sambung guru tersebut.

"Waalaikumsalam bu..".sahut murid2 kompak lagi.:v

Sang guru pun keluar dri kelas tersebut. Mungkin ada perasaan kesal terselip di hati guru tersebut. Tpi ia segera menangkis perasaan kesal tersebut, sebab ia maklum. Karna dlu pun ia pernah sekolah, dan melakukan hal yg sama seperti yg dilakukan murid2 nya itu. Tapi kelakuan murid murid nya itu terlalu kelewatan. Ah..sudah lah lupakan.
Saat guru sudah keluar kelas, para murid pun langsung berhamburan keluar kelas. Ya,mereka sudah sangat lapar. Mungkin sebagian besar muris di kelas ini tidak sarapan tadi pagi, sehingga mereka begitu kelaparan. Tapi hanya sebagian yg keluar, ada yg memilih duduk di kelas saja. *ngerumpi*.
Lain halnya dgn sekelompok sahabat satu ini mereka sedang berdiskusi. Siapa lagi kalau bukan Steffi, Salsha, Aldi, Kiki, Iqbaal, dan (namakamu). Salah satu diantara mereka angkat bicara.

"Eh...jadi kita kemana ni.. kantin or perpus" kata salsha. *oh jadi mereka
berdiskusi tentang itu kirain pelajaran dasar*
"Emm .. kita gk ada tugas kan?"tanya Aldi.
Semuanya mengangguk terkecuali Aldi.
"Kalau gitu kita ke kantin aja. Gue yakin pasti ada yg lapar diantara kita. Gimana setuju?"tanya Aldi.
"

Hm.. boleh juga tuh. Biarpun gue gak lapar tapi gue mengghargai orang yang lapar."jawab (nk).
"Eh..(nam..) lo udah bisa ngomong gitu? Gk pake *aku-kamu*lagi. Bagus tingkatkan ya."kata iqbaal sambil merangkul bahu (nk).
"Hehehe .. iya baal."jawab(nk) sambil tersenyum kikuk.
"Yaudah jadi gk ni kekantin nya, lapar ni gue" kata kiki.
"Iya iya lo mah. Gak sabaran banget dah" jawab steffi.
"Yaudah yuk" sahut kiki.

Dan mereka berjalan menuju kantin. Dan perlu diketahui mereka berjalan berpasangan. Ok biar author jelasin,
Yang paling depat ada KIKI - STEFFI.
Yang tengah ada ALDI - SALSHA.
Yang belakang IQBAAL -( NAMAKAMU)
Satu lagi para cowok merangkul ceweknya masing masing*apaancoba.
Dan tau lah apa yang terjadi, sepanjang perjalanan semua pada melihat mereka . Ada yang menatap tak suka, ada yang baper. Dan masih banyak lagi. Dan tak lupa di sepanjang jalan menuju ke kantin ada yang kena bully. Siapa lagi kalau bukan (namakamu),salsha,dan steffi. Mereka di bully, ya karna mereka di rangkul oleh cowok2 terganteng di sekolah ini*wow*.

"Ehmm.. baal. Lepasin deh tangan lo, gak enak nih di lihatin terus. Mereka kayak mau bunuh gue. Ngeri tau gak, kalau gue di bunuh karna deket sama lo gimana. Apa lagi gue kan anak baru di sini. Pasti mereka pikir kenapa tu anak baru bisa sedekat ini sama lo. Pliss baal lepasin napa, lo gak kasihan apa nengok gue di bully satu karna lo". Ucap (nk) seraya berusaha melepas rangkulan iqbaal. Tapi rangkulan iqbaal bukannya terlepas malah makin erat.
"Baal... pli..." belum sempat (nk) melanjutkan omongannya. Iqbaal langsung mendekatkan wajahnya ke (nk). Memang (nk) hanya sebahu iqbaal, jadi iqbaal sedikit menunduk.
"Ssstt.. lo tenang aja. Gak akan ada yang bisa sakitin lo bully lo, selama gue ada di sini. Jadi lo gk usah takut". Kata iqbaal meyakinkan (nk). Akhirnya (namakamu) mengangguk. Ia memilih mempercepat langkah kaki nya, karna ia tak tahan mendengar ocehan dari murid2 di sini.

"Apaan sih tu cewek sok dekat bangat sama iqbaal. Anak baru gak tau malu ya. Udah berani dia dekat dgn iqbaal ku. Lihat aja lo pasti menderita". Kata seorang cewek yang melihat iqbaal dan(nk) tadi. Dia gk sendiri,ia di temani dua orang temannya. Dan mereka bertiga bisa dibilang suka dengan ke tiga lelaki tadi(iqbaal.aldi.kiki).
*Tinggalkan mereka*..

**Di kantin**

Akhirnya ke enam sahabat itu sampai dikantin. Salah satu dari mereka memesan makanan. Dan yang lainnya menunggu. Sembari menunggu, mereka mengobrol tak jelas. Tapi dari obrolan tak jelas itu, tak jarang mereka tertawa. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan mereka datang.

"Pesanan datang.." kata salsha.
"Yeay..thanks salsha"kata Kiki. Mungkin kiki sudah sangat lapar,sehingga ia sangat bersemangat.
"Your welcome"jawab salsha.

Dengan serempak mereka memakan makanana yang ada di depan mereka. Baru beberapa suap mereka memakan makanan tersebut salah satu dari mereka berbicara.

"Eh.. guys. Gue boleh ngomong gak?"tanya(nk).
"Ngomong aja kali (nam..)" sahut iqbaal tapi pandangannya tetap fokus kemakanannya. Begitupun yang lain.
Hal itu membuat (nk) mengurungkan niatnya. Karna ia takut menganggu sahabat nya ini makan.
"Gk jadi deh, kalian makan aja dulu. Selesai baru gue ngomong. Soalnya kalian fokus nya kemakanan aja." Kata (nk)
Sungguh hatinya sangat cemas saat ini. Ia takut kalau ia sampai kena bully gara gara iqbaal ngerangkulnya tadi.

"Loh kok gak jadi..
Yaudah lo ngomong deh kita dengerin"kata Aldi sambil menatap (nk) .
Dan ya, semua sahabatnya sekarang fokus ke (nk). Mereka menunggu apa yang akan di katakan gadis itu. Karna mereka yakin gadis itu pasti memikirkan sesuatu yang sangat mencemaskan hatinya. Dan itu sangat terlihat jelas diraut wajah gadis itu.

"Ok, gue ngomong. Jujur gue takut kena bully gara gara iqbaal ngerangkul gue tadi. Apa lagi gue kan anak baru di sini, pasti mereka pikir kok bisa gue sedekat ini sama iqbaal. Jujur gue takut banget, apa lagi tadi gue lihat banyak natap gue dgn tatapan sinis, ya walaupun hanya sebagian yang natap gue kayak gitu. Gue takut aja semua nyerang gue. Bunuh gue, karna gue dekat sama iqbaal. Pokoknya gue takut, gue takut di bunuh mereka." Jelas (nk) panjang lebar. Sungguh ia sangat takut.
Secara bully itu bukan cuma dikata katain tapi akan di siksa. Bagaimana jika ia tak sanggup. (Nk) tertunduk ketika ia menjelaskan itu semua.

** Iqbaal pov**

Ketika melahap makanan yang ada di depan gue. Tiba tiba, seseorang diantara kami berbicara. Ya, yang tak lain adalah (nk). Yang awal nya gue gak terlalu merhatiin dia bicara. Tapi setelah ia bilang gk jadi salah satu dari kami bicara. Otomatis kami jadi fokus ke dia.
Akhirnya ia bercerita, jujur aja gue gak tega lihat dia cemas+sedih. Ya, gue janji . Gue akan jaga dia, gue gak akan biarin dia kena bully. Gak akan.
Demi menghilang kan rasa cemas+sedih nya. Gue tarik dagu nya agar dia gak nunduk lagi dan lihat wajah gue. Gue tatap matanya. Berusaha menyalurkan kekuatan ke dia.Lalu gue ngomong ke dia.

"Lo gak cemas, gak usah sedih. Gue janji, gue bakal jagain lo. Apa pun yang terjadi. Walaupun lo baru semalam gue kenal, tapi percaya sama gue. Gue gk bakalan buat lo di bully orang. Gak cuma gue, mereka juga akan lindungi lo kok. Jadi lo gak usah sedih.. ada aku disini dan mereka." Jelas gue. Gue masih natap matanya, agar dia percaya bahwa gue gak bercanda ama omongan gue.

Akhirnya dia ngangguk. Dia senyum ke gue. Sadar atau tidak dia langsung meluk gue. Hampir aja gue jatuh, karna ia meluk gue secara tiba tiba. Tapi , gue merasa nyaman di peluk dia. Gak perlu waktu lama gue langsung balas pelukan dia.
Satu kata yang kurasakan "NYAMAN".

SIMPLE LOVE STORY- CJRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang