#6

24.3K 975 1
                                        

***

"Lo ngapain?" tanya Gigi pada laki-laki yang tengah asik merokok di sebuah bangku kosong depan kampusnya.

Laki-laki tampak santai. "Nungguin lo."

Batang demi batang nikotin itu ia habiskan tanpa memperdulikan perempuan yang menatapnya dengan heran.

"Duduk sini, gak suruh bayar kok." Gaga menarik tangan Gigi untuk duduk disebelahnya.

Perempuan itu menuruti perintah Gaga.

"Lo ngapain nungguin gue? Emang udah sadar seratus persen?"

Gaga terbahak. Ia menatap perempuan itu. "Jalan yuk. Temenin gue. I'm bored."

"But, i have a class."

"Please, i'm begging."

-

LINE.

Gigi; bilangin dosen, gue izin, sakit.

-

Nelly – Just a dream.

Lantunan musik dari mp3 mobil milik Gaga mengisi kecanggungan yang sempat singgah diantara mereka.

Gigi menjulurkan tangannya, ingin menyentuh tombok volume mp3. Disaat yang bersamaan, Gaga pun melakukan hal yang sama.

Untuk pertama kalinya, tangan mereka saling bersentuhan. Gigi merasakan sentuhan kulit Gaga yang terasa dingin. Seketika, Gigi menarik kembali tangannya. Dan, tersenyum canggung.

Begitu pun, Gaga.

Ia mengalihkan pandangannya menuju jalanan di depannya yang nampak lengang. Mengatur ritme detak jantungnya yang tiba-tiba melonjak saat ia menyentuh kulit perempuan disampingnya.

Keduanya tidak saling bicara.

Gigi hanya menikmati tiap bait alunan lagu yang diputar, sambil mengamati pemandangan luar yang kian berganti seiring berjalannya mobil.

Sampai akhirnya, mobil yang melaju itu berhenti di depan sebuah rumah besar mewah yang terdapat banyak koleksi mobil mahal lainnya.

Gigi mengerutkan dahinya, melemparkan pandangan penuh tanda tanya pada laki-laki yang ternyata sejak tadi sudah menatapnya.

"Ini rumah gue."


UnforgivenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang