"Mine." Dia mengecup keningku. Aku menjadi kaku dan pipiku mulai terasa panas. Detak jantungku mulai tak karuan.
ASTAGA INI YANG KEBERAPA KALINYA JANTUNGKU MAU COPOT KARENA LELAKI INI.
Wait, dia bilang mine? Ihh aku tidak mau. Bisa-bisa nanti aku bisa cepat tua karena kalau dekat lelaki ini kan bawaannya pengen marah.
---
Hampir dua jam acara lelang itu aku hanya diam memandang bosan ke sekitar. Karena Dave masih sibuk dengan lelangnya. Katanya dia mau ngambil beberapa lagi. Aku tak peduli karena sudah terlalu lelah.
"Lelah?" Bisik Dave. Aku langsung mengangguk-anggukan kepala.
"Lelangnya sudah selesai. Ini acara puncak sabarlah oke." Ucapnya. Aku hanya diam menganggukan kepala malas menolak lelaki ini.
"Wah tak terasa ini sudah acara puncak. Oke tak basa-basi panitia sudah menentukan King & Queen kita malam ini !" MC itu benar-benar semangat ya.
"King & Queen kita di pesta yang paling bergengsi ini adalah!!" Semua yang berada di ballroom ini mulai berbisik-bisik.
"Dave Maximilan dan pasangannya Daisy! Pasangan ini benar-benar menarik perhatian seluruh orang di muka bumi ini! Silakan menaiki panggung Mr. Maximilan dan Ms. Daisy. " Ucapan sang MC itu membuatku yang tadi sangat mengantuk menjadi segar bugar. Kami langsung disorot berbagai kamera.
Banyak para wanita-wanita yang mendesah kesal. Aku mengernyitkan dahi. Wanita aneh mana yang suka di sorot gini. Oh mungkin saja mereka para orang yang membuat skandal untuk terkenal.
"Dave?" bisikku memanggilnya.
"Aku tak mau naik ke atas panggung itu." lanjutku. Astaga aku tak mau di tatap seperti orang bodoh di atas sana. Bagaimana jika Gabriel mengetahui ini, tapi dia kan juga tidak perduli.
"Naik saja bersembunyi di belakangku nanti. Kau tak akan terlalu kelihatan dan kau juga masih menggunakan topeng itu." perintahnya. Aku mulai menggandeng tangan Dave dan sedikit ke belakang menghindari sorotan kamera.
"Selamat untuk kalian!" Ucap MC memberi selamat pada kami dan memberikan sebuah piala berbentuk mahkota. Aku hanya memberikan senyumanku ketika MC itu melihatku.
"Terima Kasih untuk para panitia yang telah memilih kami. Saya tidak bisa bicara banyak karena pasangan saya sudah terlalu lelah. Nikmati pesta ini sekian dan terima kasih." Kata-kata Dave membuat riuh tepuk tangan para undangan. Dave menggandengku turun ke bawah panggung sambil menggenggam piala.
Aku merasakan tatapan membunuh dari semua wanita di sini dan sorotan menggoda dari para lelaki. Mengerikan.
"Sebaiknya kita istirahat sekarang." saran Dave aku mengangguk setuju.
"Ayo antar aku pulang." Ajakku. Dia yang membawa dia juga yang harus membawa aku pulang.
"Tidak. Aku sedang malas menyetir." jawabnya santai.
"Dave sungguh bisakah kau membuatku tak marah dalam sehari. Aku lelah sekali sekarang ternyata pesta sebesar ini sangat membosankan." Aku mulai ingin mengeluarkan semua perasaan kesalku padanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Man is Rich
RomanceDia sangat berbeda. Dari sikap hingga wajah yang mulus, mata yang menghipnotisku, badan yang montok, dan yang palingku suka! Bibir sexy yang tebal miliknya! Susah sangat susah menyingkirkannya dari pikiranku, sepertinya aku terobsesi dengan gadis i...