"Selidiki dia. Aku curiga dengannya." Ucapku dengan suara yang datar.Tokk.. Tokk.. Tokk..
" Dave." Suara Daisy dengan spontan aku langsung berjalan ke pintu dan membukanya.
Aku melihat Daisy sekarang lebih segar dengan dress putih berlengan panjangnya. Aku lupa aku akan membawanya untuk memeriksa keadaanya. Entah kenapa aku mengkhawatirkannya.
Aku khawatir dengannya yang kadang suka menyakiti diri sendiri seperti menggigit bibir hingga berdarah, membenturkan kepala, dan yang terparah dia sengaja menenggelamkan diri dalam bathup tidak lama ini.
"Kau sudah siap hm? " tanyaku sambil melihatinya yang terlihat manis di hadapanku. Daisy mengangguk pelan.
"Baiklah, aku ganti baju dulu. Kau tunggu di ruang tamu tahukan?" tanyaku lagi memastikan. Kadang Daisy suka tersesat di mansionku. Aku tidak mengerti kenapa ia tidak pernah mengingat jalan-jalan mansionku ini dan barusan pasti ia diantar oleh salah satu pelayan. Mungkin aku akan membuatkannya peta agar tidak tersesat lagi.
Daisy terlihat ragu. Aku tahu dia masih belum bisa menghafal denah rumahku. Aku sedikit menyeringai.
"Baiklah aku antar kau dulu." ucap dan menggandengnya tapi dia hanya diam di tempatnya.
"Eh tidak. Aku tahu kok jalannya." balasnya dengan pelan. Terlihat meragukan, dia sangat keras kepala dan gengsian.
"Kemarilah Daisy. Kita harus cepat." ajakku sambil menarik tangannya pelan berjalan keruang tamu. Akhirnya dia mengikutiku dengan sedikit berlari. Mungkin ia kesusahan mengejarku.
Sampai di ruang tamu aku langsung pamit lagi ke kamar untuk mandi sebentar dan mengganti baju. Tidak ingin berlama-lama aku hanya memilih memakai kaos putih dan celana jeans panjang. Setelah itu aku langsung menemui Daisy yang sedang di ruang tamu bersama orang yang tidak aku duga.
Christian kembali lagi? setelah apa yang dia perbuat tadi ? Sialan apa yang dia mau sebenarnya. Aku memperhatikan wajah Daisy yang sangat pucat dan tegang memandang Christian. Pasti ada sesuatu diantara mereka yang belum aku ketahui.
Baiklah, Christian jika kau ingin bermain denganku. Aku segera menghampiri mereka dengan memasang wajah tidak bersahabat.
Daisy langsung menunduk ketika berada di sampingnya.
"Ada apa ini, Tuan Christian datang kembali ke tempatku?" tanyaku dengan nada sinis. Si brengsek itu bukannya malu tapi menyeringai kepadaku. Dia ingin menantangku ya?
"Apa kalian akan pergi?" tanya Christian tanpa melepaskan seringaian di wajahnya.
"Ya, kami akan pergi. Sebaiknya anda pulang. Tentang bisnis kita bicarakan lain kali di kantor saja." jawabku mengusirnya dari Mansionku. Sudahku usir masih bisa menyeringai.
"Kau sangat tidak sabaran, Dave." ucap Christian dengan santai sambil tersenyum menantang. Aku harus tenang dia pasti sengaja.
"Baiklah aku pergi dulu. See you later, Adik ipar dan Sayangku." pamitnya dengan sangat menjengkelkan. Jika tidak ada Daisy aku yakin aku akan langsung meninju wajahnya yang mengesalkan itu.
Aku melihat Daisy masih menunduk dengan wajah yang masih pucat. Aku langsung mengelus pipinya dan mengarahkan wajahnya ke wajahku. Dia terlihat tertekan dan ketakutan.
"Dia berbicara apa?" tanyaku khawatir melihatnya seperti ini. Daisy melamun dia pasti memikirkan sesuatu.
"Daisy.." panggilku dan dia langsung memberikan senyumannya dan memelukku erat. Aku hanya membalasnya. Sebenarnya ada apa? Pertanyaan itu berputar di kepalaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Man is Rich
RomanceDia sangat berbeda. Dari sikap hingga wajah yang mulus, mata yang menghipnotisku, badan yang montok, dan yang palingku suka! Bibir sexy yang tebal miliknya! Susah sangat susah menyingkirkannya dari pikiranku, sepertinya aku terobsesi dengan gadis i...