Ten

12.9K 600 11
                                    

Daisy P.O.V

Dia benar-benar mengantarku bahkan hingga sampai ke depan pintu apartemen. Dave memang menyebalkan dia terlalu egois memikirkan dirinya sendiri saja. Dia juga memaksaku mengambil dua paper bag besar berisi baju! Memaksa! Lupakan manusia menyebalkan itu! Sekarang duniaku sudah kembali seperti semula. Mungkin saja.

Sekarang aku duduk di sofa meletakan paper bag besar di lantai dan aku memilih membuka handphoneku melihat banyaknya notifikasi dari online shop yang menawarkan produknya ke diriku agar menjadi artis mereka. Aku memilih beberapa barang yang kuanggap bagus dan bayaran yang lumayan.

Cukup lama membalas pesan dari online shop aku membuka akun social medialku. Notifikasiku kembali penuh.

Aku tertarik untuk melihat notifikasi itu dan apa-apaan ini!

Aku tertarik untuk melihat notifikasi itu dan apa-apaan ini!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Is that you? @.daisymay." Komentar salah satu orang kurasa dia mengenalku? Sialan gara-gara komentar ini aku sepertinya ketahuan.

Sekarang banyak yang mencaci makiku karena aku tidak pantas dengan Dave, terlalu jalang, dan berbagai macam lainnya, tapi juga ada kebalikan dari itu.

Mereka mensupportku untuk terus bersama Dave (No Way! Tidak aku tidak mau!), mereka memujiku cocok dengan Dave, dan kebaikkan lainnya.

Ah apa aku pusing memikirkannya! Aku benar-benar menjadi artis social media heh? Aku tidak suka dengan ini!

Aku harus menenangkan diriku. Aku ingin berjalan-jalan keluar ke taman di dekat sini. Semoga aku sudah kuat.

Aku berjalan ke kamar mengganti pakaianku.

---

Untung aku sudah kuat jadi ke taman bisa sampai dengan selamat. Aku keluar hanya menggunakan sebuah sweater biru dan celana pendek. Cerah matahari sore membuatku merasa segar.

Aku melihat anak-anak kecil bermain di taman dengan tawa mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku melihat anak-anak kecil bermain di taman dengan tawa mereka. Aku tersenyum melihat pemandangan itu. Apa aku dulu seperti itu? Pikirku saat mencoba mengingat masa lalu.

Aku memilih duduk di kursi taman sambil melihat mereka bermain. Sangat menenangkan hatiku. Aku sangat menyukai anak-anak. Entah mereka terlihat menggemaskan ketika bermain dan aku menginginkan itu. Tanpa sadar aku tersenyum pahit.

Gukk.. Gukk..

Aku melihat sesuatu di kakiku. Anak anjing? punya siapa ini? Aku mengangkatnya dan meletakan ke pangkuanku tak peduli jika nanti sweater ini kotor. Apa anjing ini tersesat? Aku mengelus bulu hitam halusnya. Dia mirip anjingku dulu bahkan jenisnya sama.

Aku tersenyum mengelus-elus bulunya dan sepertinya anjing ini menyukainya. Menggemaskan sekali.

"Ipull! Ipull!!" Teriak seorang anak perempuan sambil menangis. Aku melihat anak itu dan menghampirinya dengan membawa anjing kecil ini tentu saja.

"Hey anak manis? Kau mencari apa?" Yang aku padanya sambil tersenyum.

"Hiks.. Anak anjing pemberian ayahku hilang hiks.." Anak kecil ini menangis sesegukan. Anak anjing yang aku peluk miliknya?

"Apa ini anak anjingmu?" Tanya aku sambil menyodorkan anak anjing yang sedang bermanja dengan tanganku.

"Ipul!" Anak kecil ini memeluk anjingnya sayang aku pun yang melihat ikut tersenyum.

"Namanya ipul ya? Lucu  banget kayak kamunya." Ucapku sambil tersenyum.

"Laila!" Teriak seseorang dengan suara berat yang pastinya itu lelaki.

"Daddy!" Anak kecil ini tersenyum memanggil Daddynya. Aku tentunya refleks melihat Daddynya.

HOT DADDY!

Aku hampir menganga melihat Daddy anak kecil di depanku ini. Daddynya sangat gagah badannya kurasa mirip dengan Dave dan karismanya dengan menggunakan jas mahal benar-benar waw!

"Laila darimana saja hah? Daddy khawatir." Ucap Daddy Laila si anak kecil ini memeluk erat anaknya. Aaa... sangat romantis. Aku jadi ingin menjadi Mommymu kalo suaminya kayak gini.

"Baiklah, kamu sudah bertemu ipulnya Kakak pergi dulu ya." Pamitku tidak ingin mengganggu kebahagian anak dan ayah itu.

"Hey tunggu." Panggil seseorang kurasa Daddy Laila. Aku membalikkan badan melihat Daddy Laila telah menggendong Laila.

"Terima kasih." Ucapnya tulus. Aku yang mendengarnya benar-benar ingin melting. Aku tersenyum pada mereka.

"Ya, sama-sama." Jawabku dan setelah itu berjalan pulang ke apartemen. Kurasa sudah cukup menyenangkan hari ini aku sudah bisa melupakan masalahku sejenak.

To be Continued

Ternyata bisa update malam ini wkwk:v Maaf pendek dan banyak typo ya ^^

Selasa, 27 September 2016

My Man is RichTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang