Aku sekarang sedang duduk di taman dekat kompleks setelah puas bersepeda mengelilingi kompleks. Sesekali aku melihat sekitar ku yang dipenuhi orang-orang yang sedang jogging maupun jalan-jalan menghirup udara pagi yang segar.
Pandanganku berhenti ketika aku melihat sepasang kekasih yang sedang jogging bersama melintas di depanku, mau tak mau aku teringat dengan-Nya. Aku selalu kesal ketika dia mengajak ku jogging. Dia tau betul bahwa aku tidak suka lari namun dia selalu bisa membuat luluh dihadapannaya. Dan sekarang saat-saat itu hanyalah kenangan yang hanya bisa aku simpan dalam memori ku. Tiba-tiba sebutir air mata jatuh kepipi ku.
Oh no I am crying. I have to go right now !!
Aku menaiki sepeda ku yang ku parkir disampingku dan mengayuhnya untuk segera pulang. Aku tak mau terbawa suasana dan berakhir menjadi mellow di sini. Ku kayuh sepeda ku menjauh dan bersenandung di tepi jalan dan tiba-tiba...
“WHAT THE BLOODY HELL!!” teriak ku pada sebuah mobil sport merah yang telah membuat ku jatuh dari sepeda dan membuat baju ku kotor karena aku jatuh di kubangan. Ewww
“Are you insane huh?” hardik ku berkacak pinggang di samping kaca mobil sport merah yang barusan menabrakku dengan keadaan tertutup
Dia membuka kaca mobilnya dan wow
He’s so good looking and his sexy lips so am.... Damn, what am I thinking now??
“Udah belum ngagumi ketampanan gue” dia tersenyum sinis dan aku pun melotot kearahnya
Dia vampire yah bisa baca pikiran ku
“Hah, kaya loe gitu. ciih” belaku tak kalah sengit. Dasar bocah, narsisnya tingkat dewa banget
Aku memandangnya tajam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sumpah nih cowok nyebelin banget dan sok kecakepan lagi. Dasar cowok gila
“Oh, kalau gak ada lagi yang penting gue mau pergi “ dia menutup kaca mobilnya dan melaju pergi begitu saja tanpa sempat aku bicara
“DASAR COWOK GILA GUE BELUM SELESAI!!” teriak ku ketika melihat mobil itu melenggang pergi dan sama sekali tak menghiraukanku
'Uh kenapa hari ini sial bener sih ketemu cowok gila dan bikin gue jatuh ke selokan. Semoga aja gue gak bakal ketemu dia lagi. Bisa sial lagi gue amit-amit deh' gumamku dalam hati
Aku pun pulang dengan baju kotor dan parahnya sepedaku juga rusak. Aku mempercepat jalan ku karena badan ku sudah sangat bau . Sepanjang perjalanan aku hanya menggerutu tak jelas sampai aku tak sadar sudah sampai rumah
“ Ya Allah non, bajunya kok kotor begitu” tanya bik surti dengan muka yang khawatir ketika aku sampai gerbang rumah ku
“Ditabrak orang gila bik, ya udah aku mau mandi bik” aku melenggang masuk kamar dan langsung mandi. Errr bau banget nih badan
Aku turun ke bawah karena ini waktunya makan siang. Aku melihat jam yang masih menunjukan pukul 11.00.. setelah menyelesaikan makan siang ku, aku hanya tiduran di sofa sambil menunggu Megan.
“Hei woy bangun”
'Siapa sih itu ganggu tidur aja, suaranya melengking banget lagi' gerutu ku dalam hati
“CLARISSA FORLERIA WILSON, BANGUN WOY” aku langsung terduduk sambil mengerjapkan mata yang terasa lengket ketika mendengar teriakan dahsyat ini.
“Who are you?” tanya ku yang masih setengah ngantuk
“Lah gue Megan, sahabat tercinta loe” dia melotot dan mengguncang-guncangkan badan ku
Megan? Megan? Ku ulang nama itu di kepala ku. Dia itu kan...
“Hah sumpah beneran ini loe Meg? Gila, beda banget loe waktu di Skype” aku langsung memeluk megan seketika itu
Aku bener-bener sangat kangen dengan sahabat ku yang satu ini. Hampir sekitar 12 tahun kami tidak bertemu.
“Yee, gue kira loe amnesia” aku langsung menjitak kepalanya karena mengatai ku amnesia. Enak aja dia bilang gitu
“Sakit woy” kata megan sambil mengusap-usap kepalanya baru ku sentil
“Haha lagian loe bilang gue amnesia segala”
“Tapi gila loe tambah cantik, loe makan apa di Singapore bisa jadi gini. Padahal loe dulu itu ingusan dan cengeng banget lho” dia meneliti setiap inchi wajah ku dan terheran-heran melihat ku
“Yee itu juga waktu gue umur 5 tahun dan satu lagi gue gak ingusan” jawabku dengan mimik yang kubuat kesal
Dan mengalirlah cerita dari masing-masing kami berdua. Kita memang lama banget gak ketemu dan tau-tau ketemu udah jadi gede gini. Aku sangat merindukan sahabatku yang menurut ku paling mengerti diriku di saat orang lain tak mengerti diriku yang sebenarnya. Dia sahabat ku sejak kecil, oh mungkin sejak dalam kandungan karena orang tua kami sudah bersahabat. Tapi kami harus berpisah karena orang tua ku pindah ke Singapore.
“Gue yakin loe bakal suka sekolah gue dan satu lagi loe bakal jadi berita heboh di sekolah gue” dia menatap ku dengan mata berbinar seakan-akan aku ini manekin yang ada di etalase toko
Aku hanya ber-oh-oh ria. Aku tak ingin membuat heboh di sekolah ku yang baru. aku hanya ingin menjalani satu setengah ini dengan lancar dan tanpa ada halangan apapun lalu pulang ke Singapore dengan damai.
maaf ya updatenya malem-malem abis authornya lagi insomnia dan kebetulan dapet ilham..Thanks for the readers
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Will Never Change
Teen FictionClarissa Forleria Wilson seorang gadis SMA yang sedang masa pemulihan trauma akibat sebuah kecelakaan yang menewaskan kekasihnya akhirnya dipindahkan orang tuanya ke Indonesia. Clarissa tidak tahu dibalik kepindahannya itu ada rencana yang disembuny...
