I Wish You Were Here

23K 946 5
                                        

I'm Back everybody..saya upload lagi buat Satnight nya..hihi..udah cuap-cuapnya bingung juga mau ngomong apa..Enjoy

Aku memandang tajam wajah menyebalkannya tanpa berkedip. Dia sesekali menyeringai melihatku menatapnya tanpa berkedip. Kalau saja tatapan ku ini seperti sinar laser, pasti tidak lebih dari satu menit dia sudah hangus menjadi abu. Aku terus-terusan menggerutu dalam hati karena sejak bertemu dengannya, dia hanya membawa kesuraman dalam hidup ku dan sekarang pun tanpa tampang berdosa dia makan dengan lahapnya sambil sesekali melihat ku lalu senyum-senyum gak jelas. Dia memang si kunyuk Raffa yang selalu membuat hariku buruk. Dan kebetulan atau memang kesialan ku saja dia adalah anak dari Om Richard dan Tante Marta. Aku merutuki kebodohan ku yang tidak menyadari nama belakang Raffa sama dengan nama belakang om Richard.

“Rion, kamu sudah kenal Clarissa kan?”tanya Mommy

Dia melirik ku seperti menahan tawa “Udah tan, akrab banget malah.” ucap Raffa

God, sejak kapan aku akrab sama dia. Rasanya aku ingin mencakar wajahnya yang tampan itu. Lalu aku potong-potong badannya menjadi 5 kemudian ku buang ke laut agar dimakan hiu. Atau nggak...

“Sayang, kenapa makanannya di aduk-aduk begitu.” tanya Mommy ku menyadarku dari lamunanku

Aku tersenyum kikuk “Eh nggak kok Mom.” ucap ku berkilah

Aku mendengus kesal melihatnya cekikikan ketika aku di tegur oleh Mommy. Aku masih bertanya-tanya mengapa dia ada di rumah ku.

‘Jangan-jangan kamu mau di kawinin Sa’

Ucapan kak Dennis tadi mengiang di benakku. Aku takut Mom dan Dad akan ingat perjanjian sialan itu untuk menjodohkan ku dengan dia. Aku bertekad tidak akan pernah mewujudkkan hal itu, kalau perlu aku akan kabur dari rumah. Apa mereka melupakan kejadian itu hingga masih berniat menjodohkan ku dengan dia?

‘Maaf ya kek, aku jadi cucu yang tidak mau menurut. Tapi maaf aku mungkin harus melakukan berbagai cara untuk membatal kan semua ini. Aku bisa gila kalau harus bersama dia. ‘ gumam ku dalam hati meminta maaf kepada almarhum kakek ku

 Akhirnya makan malam selesai dan kami pun pergi ke ruang keluarga di ruang tengah.

’ Kenapa mereka belum pulang sih? Bukannya makan malam sudah selesai’ gumam ku dalam hati

Sepanjang obrolan yang di keluarkan oleh para orang tua aku hanya diam seribu bahasa. Aku bingung dengan semua ini. Raffa dan Kak Dennis pun ikut membaur dalam obrolan mereka. Hanya aku yang seperti patung di sini. Daddy berdehem membuat perhatian kami terarah kepadanaya. Aku mendongak untuk menatap Daddy

“Ini mungkin saat yang tepat untuk mengungkapkan ini semua” Daddy menatapku  lalu berdehem lagi

Tiba-tiba atmosfir ruang keluarga ini hening menunggu Daddy melanjutkan ucapannya. Aku sedari tadi berdoa terus menerus dalam hati agar kemungkinan buruk itu tidak akan terjadi

“Jadi begini, kami setuju untuk menjodohkan  Clarissa dan Orion karena kalian sudah tunangan sejak kecil.”

DUAARRRR

Ucapan Daddy sukses membuat ku kelu untuk bicara. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku kacau. Roboh sudah semua pemikiran positif ku yang mengira mereka sudah melupakan perjanjian konyol itu. Air mata terdesak dari kelenjar air mata ku untuk keluar. Aku menggigit bibir bawah ku ku agar tidak menangis di sini. Aku langsung berdiri dan memohon ijin untuk ke kamar dengan alasan tidak enak badan. Sebelum mereka menyetujuinya aku langsung berlari menuju kamar ku untuk meredam semua emosi ku.

My Love Will Never ChangeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang