The Camp

26.6K 1K 9
                                        

Aku update lagi nih. gak kerasa udah chapter 9. bagaimana sih cerita ini? ini bagus apa enggak? dan bagian mana yang kurang. menurut ku banyak sih. haha. But enjoy

Hari ini hari dimana sekolah kami mengadakan acara kemah untuk mempererat tali silaturahmi sesama angkatan. Ya benar hari ini sudah lewat sebulan semenjak Raffa mengantarkan aku pulang . Dalam sebulan ini sifatnya jadi sangat baik kepadaku malah kelewat baik kalau boleh kubilang dan aku tau itu hanya tebar pesonanaya sebagai playboy. Kadang aku jengah terhadap sikapnya yang berubah over kepadaku. Tapi maaf seorang Clarissa tidak akan tunduk pada seorang playboy macam dia.

Aku segera membereskan barang ku yang masih tercecer di atas tempat tidur ku . Aku memasukkan semua barang yang sudah ku pilah sebelumnya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.10 yang berarti tinggal 50 menit lagi bus akan berangkat. Jadi aku bergegas berangkat di antar pak Rusdi. Aku melihat sahabat ku-Megan,April dan Dhita- sedang berdiri di lapangan. Aku segera menghampiri mereka.

“Hei” aku menepuk bahu Megan yang sedang bicara dengan April dan Dhita.

Mereka bertiga menengok“Untung kamu udah datang sebelum bus berangkat”ucap Dhita

Aku cekikikan “Tadi gue bangun telat”

“Dasar” ucap April dan Megan bersamaan

 Aku tersenyum lebar menunjukkan gigi-gigi ku yang tersusun rapi. Ketika aku melihat barang bawaan April aku hanya geleng-geleng kepala karena April membawa paling banyak barang diantara kami. sebuah koper, tas besar dan tas sebuah tas tangan. Selama sebulan ini aku sudah tau sifatnya yang sangat cinta kebersihan dan paling feminim diantara kami berempat.

Tiba-tiba terdengar suara panitia yang sudah memanggil untuk memasuki bus. Aku mendapat tempat duduk di samping Megan di deretan belakang kemudi tengah. Aku langsung mencoba tidur begitu bus mulai di jalankan karena aku pasti langsung pusing saat aku terjaga ketika  berada di dalam bus atau di pesawat tapi tidak di dalam mobil. Aku pun heran dengan keanehanku ini. Akhirnya aku tertidur dengan lelap.

Aku terbangun ketika badan ku di guncang-guncang kan oleh seseorang. Aku mengerjapkan mata dan melihat Megan menatapku.

“Udah sampai Cla, bangun” ucap Megan terdengar jelas di telinga ku

Aku mengedarkan pandangaku dan tak menemukan siapa pun kecuali kami berdua. “Mana yang lain Meg?” kataku masih menatap sekeliling

“Udah pada turun, yuk” Megan menarik tangan ku turun dari bus dan aku melihat banyak teman seangkatan ku berkumpul untuk menerima pengarahan. Dari yang ku dengar tadi,aku berada di tenda nomor 5 bersama April, Megan, Ninda dan Dewi. Aku langsung menuju ke tenda ku untuk beristirihat sebentar karena kami harus berkumpul di tengah-tengah lapangan. Tenda-tenda ini dibuat melingkar dan menyisakan space yang luas di tengahnya untuk kegiatan.

Setelah beberapa saat mengistirahat kan badan, kami pun berkumpul di tengah lapangan untuk mendengarkan pembagian kelompok untuk 3 hari kegiatan kami kedepan. Jadi kelompok ini bisa dari lain kelas maupun gender.

“.....kelompok 4 terdiri dari Megan, Clarissa, Rara, Gilang, dan Raffa...”

'oh god. ini mimpi buruk'

“Enak banget kalian sekelompok sama Raffa” ucap April girang

“Iya nih, beruntung banget” tambah Dhita

“Gue seneng bisa sekelompok sama loe dan Raffa” ucap Megan tersenyum girang

 Aku hanya mematung mendengar anggota kelompok ku yang di bacakan panitia tadi. Beruntung? Aku terus memutar kata itu di benakku. Ini namanya kesialan.arrghh. aku tak habis pikir kenapa harus satu kelompok sama dia. Dan satu lagi kebetulan yang sial

My Love Will Never ChangeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang