He's Weird

25.5K 1K 3
                                        

Aku langsung membanting diriku di king size bed ku begitu sampai di kamarku. Aku benar-benar lelah hari ini. Tadi ketika masih dijalan Mommy menelepon ku, di bilang sesuatu tentang cowok yang ada di sekolah ku. Aku tidak begitu paham karena aku sibuk menyetir. Dia bilang aku tidak boleh punya pacar dulu sebelum aku lulus sekolah. Apa coba maksudnya? Hah aku jengah dengan keadaan seperti ini. Tiba-tiba terdengar nada dering dari handphone ku pertanda ada sms masuk.

From:+6285666871xxxx

Loe gak bakal bisa lari dari gue Sayang

-R-

Aku langsung membanting handphone ku ke tempat tidur setelah membaca pesan dari si kunyuk yang pastinya si Raffa. Sayang? Dia bilang sayang ? pasti dia tadi salah makan atau nggak kejedot bola basket. Ya pasti begitu. Dia menyebalkan dan aku sangat membencinya TITIK. Apa sih maunya sebenarnya? Aku heran dengan perubahan sikapnya. Oh iya aku ingat dia bilang mau bikin aku menderita tapi kok malah dia jadi baik gitu. Atau jangan-jangan itu salah satu rencananya. Ya pasti seperti itu. Dasar playboy kampung.

Keesokan harinya aku minta diantar oleh supirku karena aku sedang malas memakai mobil ku. Aku berjalan sambil celingak-celinguk agar aku tidak bertemu dengan Raffa.

‘sumpah ini gue mirip tawanan yang kabur dari penjara aja’ gerutu ku dalam hati

‘Eh bentar deh ngapain gue kaya gini segal gara-gara dia. Biar aja ketemu dia, biar bisa sekalian gue karate’ gerutuku lagi dalam hati

Ketika ku edarkan pandangan ku, tak sengaja aku melihat si kunyuk lagi ngobrol bersama temannya dan menuju kearah ku. MENUJU KEARAH KU. Aku langsung berlari menuju kelas ku begitu menyadari pikiran ku tadi. Aku sedang malas untuk beradu mulut dengannya.

“Ya ampun loe kenapa ngos-ngosan gitu?” Dhita memandang ku heran

“It..itu.. tadi..gue dikejar orang gila” jawabku masih ngos-ngosan

“Eh kok bisa masuk sekolah ini sih” tanya Dhita lagi

“Gak tau ah,masuk yuk” aku menggandeng lengan Dhita untuk masuk kelas

Hari ini pelajaran pertama dan kedua berjalan dengan lancar. Semua yang di jelaskan oleh Pak Anton dan Bu Sherly tadi sudah aku pelajari di Singapore. Jadi yah aku hanya mengulangi lagi. Bel tanda istirahat telah di bunyikan. Kami berempat pergi ke kantin karena panggilan perut. Sampai di sana kami  memilih bangku paling pojok karena hanya itu yang masih kosong

Aku dan ketiga sahabat segera mengambil makanan yang telah di sediakan. Sudah aku beritahukan belum bahwa semua makanan di kantin ini gratis karena sudah di-cover oleh biaya sekolah kami. Aku segera mengambil makanan yang kusukai dan segelas jus apel lalu membawa nampan ku menuju meja pojok tadi.

“Eh udah persiapan belum buat acara bulan depan?” kata Megan mengawali pembicaraan

 “Palingan juga nanti becek-becek an” ujar April seraya membuat ekspersi jijik

“Memang acara apa sih?” aku penasaran acara apa yang tengah mereka bicarakan

"Loe gak tau Cla" tanya Dhita dengan kening berkerut

aku menggeleng karena memang aku tidak tau apa yang di bicarakan oleh mereka

“Oh iya gue lupa kasih tau loe Cla, jadi gini setiap tahun itu sekolah kita ngadain acara kaya camping gitu. Nah untuk quarter pertama itu buat anak kelas satu dan yang buat quarter kedua buat kelas dua. Yah acara semacam itu katanya buat mempererat tali persaudaraan” ucap Dhita menerangkan

“Jadi kalian udah kemah buat kedua kalinya dong?” tanya ku pada mereka bertiga

“Ya gitu deh. Nanti sebulan lagi acara itu buat seluruh kelas XI” tambah Megan

My Love Will Never ChangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang