Time Is Clicking

21.5K 849 5
                                        

 Aaaah lihat aku update lagi kan? Nulis itu bener-bener bisa ngerefresh pikiran ku.Disela-sela tugas yang bejibun aku curi-curi waktu buat nulis part ini huuuh..Sebenarnya sih gak nulis semua soalnya udah ada draf kasarnya gitu.tapi tetep aja nulis banyak :D..Eh udah bosen ya baca curhatan ku?? hihi iya deh ini dia part yang kalian tunggu..:) selamat membaca 

4 tahun kemudian

“Asal loe tahu gue gak pernah suka sama elo apalagi cinta sama loe”

“Loe tau gue mau tunangan sama loe cuma mau bales dendam atas kematian Bian, dan loe tahu gimana gue mau balas dendam sama loe”

“Gue bikin loe jatuh cinta lalu ngancurin elo kaya loe ngancurin kakak gue”

 “Gue bakal bikin hidup loe menderita”

“Gue bakal bikin hidup loe menderita”

“TIDAAAAAAK”

Jantungku berdegup dengan kencang. Rasanya semua itu terasa nyata dan...menyakitkan. Bola mata ku meliar melihat seluruh ruang. Keringat ku membasahi seluruh badan ku.

“Tenang Clary, tenang.”

Kurasakan tubuhku dipeluk oleh seseorang. Aku bergeming sambil menetralkan semua pikiran ku yang melayang pada mimpi menakutkan tadi. Hampir 2 tahun ini mimpi itu tak pernah datang tapi kali ini mimpi itu kembali. Aku merasa perasaan ku campur aduk.

“Itu hanya mimpi”

Suara itu lagi meyakinkan ku. Akhirnya aku membalas pelukannya menandakan bahwa aku baik-baik saja.

“Aku gak papa Sar. Tenang saja”

Dia melepaskan pelukannya. “Beneran?”

Aku tersenyum lalu mengangguk. “Iya gak papa.”

“Ya sudah kalau begitu buruan mandi, bukannya kamu hari ini pergi ke kantor? Aku tunggu di meja makan ya”

“Iya, makasih ya”

Dia pergi dan menghilang di balik pintu.. Aku bertanya-tanya kenapa mimpi itu kembali? Tidak, aku sudah melupakannya. Aku harus berjuang demi diriku sendiri. Aku menghembuskan nafas panjang. Sudah saatnya aku kembali ke kehidupan nyataku. Aku tidak boleh lemah. Aku melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 8. Aku melangkah menuju kamar mandi untuk memulai ritual pagi ku. Aku membasuh wajah ku. Aku melihat pantulan diriku di kaca atas wastafel. Disini tertampang aku yang berbeda dari 4 tahun lalu. Aku lebih kuat dan tangguh sekarang.

 Aku memutuskan untuk mandi sekarang. Setelah aku berganti baju kantoran, aku melangkah menuju ruang makan. Disana sudah terduduk seorang wanita yang selama 4 tahun ini menemani ku.

“Kamu gak pergi ke rumah sakit Sar?”

Dia mendongak dari makanan di depannya “Hari ini aku masuk siang”

“Oh”

Aku melanjutkan makan ku dengan nasi goreng di depan ku. Nasi goreng buatan Sarah enak tapi tak seenak buatan dia. Aku menggelengkan kepala ku. Dia sudah ku kubur 4 tahun yang lalu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri 2 tahun lalu untuk membuang semua tentangnya.

“Clary, boleh aku tanya sesuatu?”

Aku tahu apa yang akan di tanyakan oleh Sarah. Dia adalah seorang Psikolog. Mudah saja menebak apa saja yang ada di pikiranku.

“Tentang mimpi tadi?”

Dia mengangguk. Aku menghembuskan nafas pelan. “Mimpi 2 tahun yang lalu”

My Love Will Never ChangeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang