Liana menatap lelaki tampan di sampingnya. Lelaki yang sudah dua tahun bersamanya. Lelaki yang reliabel untuk menjaga hatinya. Kekasihnya. Orang yang ia cintai.
Tepat hari ini, dua tahun lalu lelaki tercintanya itu menyatakan perasaan di depannya dan juga teman-temannya.
"Aku tau kalo aku ganteng, Sayang." Suara bariton itu memecah lamunan Liana. Ditatapnya lelaki yang sekarang sedang tersenyum jenaka dengan tatapan kesal.
"Kharisma kepedean," sungut Liana. Kharisma tertawa lalu mencubit pipi Liana dengan gemas, membuat Liana tambah cemberut.
"Siapa suruh punya pipi gemesin gitu." Kharisma tersenyum lembut kepada Liana. Rona merah menghiasi kedua pipi tembam Liana. Kharisma memang tiada henti membuatnya bahagia.
"Sayang, terima kasih sudah mau mempercayakan hatimu padaku selama dua tahun ini. Aku harap kita bisa terus seperti ini sampai aku akan datang melamarmu," kata Kharisma sambil menggenggam kedua tangan Liana. Liana menangis haru. Mengamini perkataan Kharisma. Lelaki yang membuatnya bisa merasakan indahnya jatuh cinta berkali-kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
31 Days Writing Challenge
RandomKumpulan cerita pendek yang akan di update setiap hari pada bulan Desember 2016 dengan keywords yang berbeda setiap hari nya. #31DaysWritingChallenge
