"Luhan. Telah berada ditangan kami!"
°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.
"Mworago?! Kembalikan Luhan!" Ucap Minseok tak kalah kaget.
"Akan ku kembalikan ketika Jimin dan Yoongi selesai bermain dengannya." Namjoon menyeringai.
Sehun telah mencapai puncaknya. Ia hilang kesabaran. Ia mengeluarkan senjata api dari saku celana belakangnya.
Diambilnya senjata itu dan ditodongkan ke kepala Namjoon.
"Kembalikan Luhanku, atau aku akan membunuhnya." Ucap Sehun.
"Lakukan saja. Bukankah sebagai ketua, aku harus berkorban?" Semua anak Bangtan yang berada disitu terkejut.
"Sehun! Jangan biarkan monster menguasai dirimu!" Pinta Chanyeol.
"Kau adalah Sehun! Kau tidak perlu melakukan ini!" Ucap Jongdae.
Sehun memejamkan matanya kembali. Ia menghela napasnya kemudian menjatuhkan senjata api itu. Ketika ia berbalik, suara tembakan bergema memenuhi ruangan besar itu.
DOR!!!
Jongdae, Minseok, Zitao, Chanyeol, Yixing dan Junmyeon membulatkan matanya. Sehun membalikkan badannya, bertatapan dengan mata Jongin.
Jongin merasakan sakit yang amat dipunggungnya. Peluru tembakan itu mengenai punggung Jongin. Jongin tersungkur jatuh didepan semua orang.
"Sial!" Umpat Taehyung, semua masih bisa dengar. Karena umpatan Taehyun bukan seperti umpatan, melainkan seperti teriakan.
"Apa yang kalian lakukan?!" Ucap Chanyeol kemudian menghampiri Jongin. Semua menghampiri Jongin terkecuali untuk Bangtan.
"Panggil ambulance!" Junmyeon sedikit berteriak.
Bangtan melambaikan tangannya secara tiba-tiba. Mereka telah pergi begitu saja. Sehun hendak menghampiri mereka namun Chanyeol dan Zitao menahannya.
"Seharusnya kalian tidak menahanku. Aku bisa saja menembak wajahnya tadi!" Sehun menggeram kemudian berjalan menuju Jongin. "Hyung, mianhae. Aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku harus menjemput Luhan."
"Berhati-hatilah." Ucap Jongin dengan suara parau, namun masih bisa terdengar dengan jelas.
"Baiklah, jaga dirimu, Hyung!" Sehun kemudian pergi. Ia mengendarai motor yang ia bawa menuju apartemen Sehun.
Luhan! Kau berada dimana? Khawatir Sehun.
°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.
Luhan kini berada dibawah obat tidur yang memungkinkan bahwa Luhan tidak akan bangun hingga matahari keluar dari balik tirai.
Jimin dan Yoongi masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuh mereka di tempat tidur, tepatnya disamping Luhan.
Ketika matahari mulai muncul dari balik tirai, Yoongi terbangun dan melihat kearah samping. Betapa terkejutnya dia, tidak ada Luhan di sampingnya. Hanya ada Jimin.
"Dimana Luhan?" Yoongi mengguncang tubuh Jimin hingga terbangun.
"Enghh..." Jimin merenggangkan otot-otot tubuhnya.
"Dimana dia?" Jimin melihat Yonggi dan kasur disebelahnya.
°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.
Luhan berlari, ia tidak mengenal daerah ini. Tapi Luhan tidak memperdulikan keberadaannya, yang terpenting sekarang adalah, bagaimana caranya agar ia kabur.
Perut Luhan berbunyi. Ia lapar. Tapi sayangnya ia tidak membawa uang, aroma tteobokki dipinggur jalan tercium aroma sangat lezat. Ia melihat poster yang berada disamping truk penjual tteobokki.
Busan
Luhan terkejut. Bukankah Busan jauh dengan Seoul? Kenapa Luhan bisa berada disini? Apa yang akan ia lakukan? Ia bahkan tidak membawa ponselnya.
Ia menyusuri jalan, bahkan ia tidak memakai alas kaki. Ia seperti orang gila yang tersesat ditengah Busan.
"Sehun kau dimana?" Luhan bergumam dengan suara sepelan mungkin. Beberapa orang yang berlalu lalang menatapnya kasihan dan jijik.
Tapi seorang wanita tua menghampiri Luhan.
"Kau tersesat, Nak?" Logat Busan itu tidak terlalu dimengerti Luhan.
"Mianhae Ajumma, aku berasal dari Cina," ucap Luhan. Wanita itu mengangguk, ia mengeluarkan Ponselnya.
"Ingin menelpon seseorang?" Luhan terkejut. Wanita itu bisa berbicara bahasa asing. "Ini, pakailah untuk menelpon seseorang." Luhan tersenyum dan berterimakasih.
Luhan dengan cepat menelpon Sehun.
"Halo?"
"Luhan?!"
°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.•°•.
Annyeong guys, duh aku udah lama ga update nih hahahaha.....
Vote.
Comment.
Sangat diperlukan ya kawan? Oke
Dadah sampai part berikutnya.
Pemberitahuan:
Cerita ini akan segera selesai, secepatnya, karena sang author sibuk :v
Xoxo, IzanaMilord
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Him! ✔
FanfictionCinta tidak memandang fisik. "Aku ini seorang Pria!"__ Luhan "Aku tidak peduli! Aku hanya menyukaimu!"__ Sehun WARN!! BOYXBOY!!
