Satu kata yang dirasakan oleh ku saat ini 'NYAMAN' rasanya enggan untuk membuka mata, enggan untuk pindah dari posisi yang seperti ini, mungkin efek capek perjalanan jauh kemarin jadi membuat ku malas bangun.
Eh.. Ada yang elus-elus kepala, siapa nih bikin aku tambah ngantuk aja
"OMG Aliiiiiiii" ucap ku kaget saat ku buka mata ternyata sedari tadi aku tidur dengan memeluk Ali, dan Ali yang elus kepala ku sedari tadi, cari kesempatan dalam kesempitan brengsek!! Tapi nyaman sih hehe
"Ali ih....." semakin aku lepas pelukannya semakin dia mengencangkan pelukannya padaku
"Ali apaan sih ih lepas!!" protes ku pada Ali yang matanya masih terpejam
"Aku capek, aku ngantuk tapi dengan posisi kaya gini aku nyaman, jadi kamu diem aja sebentar" ucap Ali padaku, ini beneran Ali yang ngomong? Ngigo gak sih dia? Ah tapi aku suka
Jantung...
Jantung oh jantung jangan kuat-kuat senam nya didalam sana, nanti Ali ngedenger loh
Ya ampun gak biasanya ini kaya gini, jujur aku suka seperti ini, aku nyaman, apa artinya? Apa cinta itu tumbuh? Ah bukan, ini pasti salah paham mungkin efek sudah hampir dua bulan tidak berinteraksi dengan lawan jenis setelah putus dengan Rio, ya pasti.
Pelan tapi pasti, Ali menarik dagu ku dengan matanya yang masih terpejam, dan menempelkan nya dibibirku, jujur aku terkejut aku bingung harus bagaimana ketika Ali terus melumat bibirku, mungkin suasana saat ini mendukung, pagi ini kebetulan mendung aku pun terbuai oleh kecupannya dibibirku sehingga tanpa aku sadar aku mulai membalas ciumannya..
"Asshhhh Re aku kangen kamu" ucap Ali diujung berakhirnya ciuman diantara kami
Deg....
Ucapan itu...
Kenapa hati aku sakit gini, pasti ada yang salah dengan hati ini, dan yah Rere... Ternyata kamu mimpi sedang bercumbu dengan Rere Li, aku yang terlalu terbawa perasaan, miris sekali nasib mu Prill
Sekarang bagaimana pun caranya aku harus bangun, harus lepas dari dekapan ini.
"Hmmm" ku lihat Ali menggeliat saat aku mencoba melepaskan pelukannya ditubuhku dan lagi Ali mencium bibirku seperti tadi, tapi kali ini aku memberontak membuat Ali sadar dari tidurnya yang posisinya saat ini ada diatas tubuhku dengan bibirnya yang masih menempel di bibirku, semenit mungkin dia terdiam seperti itu dan baru menyadarinya semenit kemudian dan segera melepaskan pangutan bibirnya di bibirku, dan segera turun dari atas tubuhku
Jangan tanya bagaimana perasaanku sekarang, jelas aku sedih, apa kalian tanya aku menangis? Jawabannya adalah iya
Aku menangis bukan karna mau ku, air mata ini saja yang terlalu bodoh untuk keluar disaat yang tidak tepat
"Prill maaf aku... Aku..."
"Gak perlu minta maaf!" potong ku dan aku segera berlalu ke kamar mandi meninggalkan Ali yang masih diam mematung disana
"Arrghhhhh Prill aku minta maaf Prill" ucap Ali menggedor pintu kamar mandi yang tak ku hiraukan
Mungkin aku terlalu bodoh bisa-bisanya terbuai disaat jelas-jelas posisinya dia sedang tertidur, harusnya aku sadar jika dihatinya Ali hanya ada Rere bukan aku, mana mungkin Ali mau mencium wanita lain selain Rere, bahkan saat dia sedang tertidur pun Rere ada di mimpinya, kamu bodoh Prill! Sangat bodoh!
Saat ini aku hanya bisa merutuki kebodohan ku dibawah dingin nya guyuran shower, dan lagi-lagi air mata sialan ini tidak mau berhenti menetes
Ada apa sebenarnya dengan perasaan ku ini?
Hampir sejam aku merendam tubuhku, dingin itu yang aku rasakan, tapi dingin itu seketika saja hilang saat aku ingat betapa sakitnya hati ini diperlakukan sedemikian oleh Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Benci Berujung Bahagia
FanfictionPada intinya ini berawal dari perjodohan gila menurut Ali dan Prilly... Oke dibaca langsung aja yah
