Reii

1.1K 12 0
                                    

Zisa Phov

Aku terbangun karena merasakan Seseorang mengusap pipi dan bibirku.. Bukan, lebih tepatnya ada sesuatu yg dia oleskan dipipi dan juga ujung bibirku..

Aku menatap kearahnya lalu mengernyit, Dia yg sadar aku telah bangun tersenyum dengan indahnya.. dan tambah memperdalam kernyitanku.

"Masih sakitt?, maafkan akuu telah menyakitimu" ucapnya dengan sorot mata terkesan terluka..

Aku kemudian tersenyum, Dan menggelengkan kepalaku.. Dan dia menatapku lagi dengan senyumnya.. Ada yg tidak beres sepertinya..

Lalu aku menatap lekat-lekat kearahnya.. dia juga menatapku lalu mengelus pipiku,..

"Kemarilah" ucapnya seraya mengulurkan tangannya padaku.. Aku menurut dan masuk kedalam pelukannya..

"Kau mau memaafkanku?"  Dia mengangkat wajahku lagi, Aku menggeleng dan dia mengernyit. 

"Kenapa?"  Dan aku terkekeh.

"Memangnya kau salah apa?"  Aku melepas pelukannya yg kini diam mematung.. Lalu menatapku lagi, Aku tersenyum kearahnyaa..
Aku hendak menuruni ranjang saat dia menopang tubuhku dengan tubuhnya..

"Kau mau apa? Tubuhmu masih lemah"  matanya menatapku lagi dari atas sampai bawah.

"Mandii" jawabku lalu berhenti dan melepaskan tanganya yg memegang bahuku..

"Kau masih marah padaku yah? Aku hanya akan membantumu"  dia menatapku Sendu. Sontak saja aku tertawa.. Dan dia mengernyit lagi..

"Heyy, Kau akan Dibunuh Leo nanti jika membantuku Mandii"  Matanya melebar mendengar ucapanku, dan aku terkekeh.

"Kaauu...."  aku mengangguk lalu duduk lagi diranjangku..

"Yaa aku tauu.. Bagaimana mungkin aku Tak mengetahui Siapa yg suamiku dan siapa yg Kembarannya.. yahh walau ku akuii aku terkejut juga barusan" 

Lalu dia mengerlingkan matanya, Dan bersidekap dada kearahku. 

"Seburuk itukah aktingku? Atau memang kau yg terlalu pintar? Dann yahhh, kau orang pertama yg Berhasil mengenali kami tanpa Tau kami kembar.. Bahkan istri Leo yg dulupun sering teledor dengan kamii"  ucapnya panjang lebar.. Aku tersenyum dan mengangkat bahuku.

"Dengar, Kau tau kau Banyak perbedaan dengannya?" Dia menggeleng lalu menimpali

"Dimana letak bedanya? Orang-orang Sering menyebut kami bagai pinang dibelah duaa. Yah walau lebih tampanan akuu"  Dia terkekeh lalu menatapku lagi..

"Jelas saja, Leo itu mempunyai mata hitam gelap segelap langit malam, bukan Hitam kecoklatan.. kulitnya putih bersih, Tidak kuning langsat.. Rambutnya, hitam legam, dan tidak Hitam pucat, Rahangnya tegas, bukan Lurus, Tulang pipinya tinggi, bukan datar.. Bibirnya Merah dan tipis, dan tidak Berbentuk seperti bibir indahmu itu. Tubuhnya Berotot, dan Eightpax bukan Sixpax. Tatapannya Tajam dan mengintimidasi, Bukan tatapan Nakal. Aromanya Memabukan, Bukan Segar. Dia juga punya tailalat Disini(tunjuk kearah rahang) Dan yg terakhir, Dia irit bicara bukan cerewet!"

Dia melongo menatapku yg Berbicara panjang lebar.. Aku terkekeh menatapnya yg  seperti kambing congek sekarang..

"Dan katakan padaku, Kau kakak atau adik iparku?" 

"Aishhh, Tentunya adik iparmulah.. Lah wong tampang muda begini" dengusnya, dan aku tertawa terpingakal-pingkal..

"Senang bertemu dengan mu..."

"Reii, namaku reii" 

"Yahh Rei.. Semoga kita bisa Berteman baik layaknya adik kakak nanti"  Dia mengangguk lalu tersenyum..

Life with The Devil Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang