"Zisaa ayolah.. Gak apa-apa. Nanti mbak pasti jagain kamu.." Diana menarik-narik tangan Zisa dan memaksanya namun nihil, zisa tak berkutik dari tempatnya..
"Iyya mbak, kan ada aku juga.. gak papa koo mbak. Ayolah, masa mbak cemen gini sih" Giliran cika yg membujuk..
"Nggak, takut tau.. kalian aja! Aku nggak! Aku disini ajjah.. hush , hush.. ihhh" ia bergidik ngeri membayangkan air laut yg akan menenggelamkannya..
"Dassar cemen Ahh.. payah mah!" Kata diana memberungut sebal
"Iyya nih, mbak kok tiba-tiba gak asik sih" cebik Cika melanjutkan..
Zisa memang punya trauma dengan air saat ia SMA.. Teman temannya mengerjai Zisaa karena hari itu adalah hari ulang tahunnya, mereka mengatakan bahwa mereka akan mengambil nilai renang hari itu pada Zisa, Namun saat Sampai disana tidak ada satupun orang yg berada di kolam berenang tersebut..
Lalu tiba-tiba Zisa didorong Oleh beberapa Orang hingga ia tercebur kedalam kolam brenang ukuran dewasa itu. Zisa juga tak menyangka Jika kakinya akan keram begitu Ia tercebur dan berusaha naik kepermukaan namun kakinya tak bisa bergerak sama sekali..
Karena zisa tak kunjung Muncul teman-temannya mulai panik, Diantara mereka tak ada yg bisa berenang.. Jadilah reffan yg juga hendak menjemput Zisa setelah ia latihan basket langsung mencebur ke Kolam berenang tanpa pikir panjang, Ia membawa Zisa kepermukaan dan memberikan pertolongan pertama padanya.
Reffan Juga terkejut, dari mana keberaniannya muncul? Padahal ia sangat takut dengan yg Berbau air dalam ..
Dan darii saanalah Reffan menghalau ketakutannya, mungkin sekarang hanya dikolam brenang.. Jika nanti tiba-tiba zisa tenggelam dipantai atau semacamnya bagaimana? Takdir tidak ada yg tau bukan? Maka dari itulah reffan belajar berenang.. karena Zisaa.
"Cha Renang yuk" Ajak Reffan pada Zisa, Lelaki itu hanya memakai celana boxer selutut dan bertelanjang dada.. Zisa kocar-kacir dibuatnya saat melihat tubuh Reffan yg berada dihadapannya..
Jika begini tambah keram aku dalem air.. Aiiihhh..
"Cha? Kok bengong. Ayok berenang" ajaknya lagi sambil memagang tangan Zisa
"Ehh itu.. akku.. aku takut air.. dan yah eh! Kamu kan gak bisa renang! Gak! Kamu sini ajah sama aku" semburnya menutupi kegugupannya didepan reffan ..
"Takut airr.. atau takut aku??" Godanya yg langsung membuat pipi Zisa memerahh..
"Hahahaha," tawanya.. Zisa berlalu dari sana karena malu, lalu reffan meneriakinyaa namun Zisaa tetap tak menggubrisnya..
"Chaaa bener gak mauu? Aku berenag sendiri lhoh.. ntar kalo aku digangguin Cewe lain jangan maraah yahh. Truss kalo aku tenggelam gimana??" Teriaknya lagii. Zisa terus berjalan.. aiihh malunya akuu!!
Zisa berjalan menuju kearah nao dan ibu mertuanya.. mereka sedang asyik membuat istana Pasair bersama yg lainnga..
"Yeayy ciapp" semangat Nao saat Bagiannya telah selesai, dan ia melihat Zisa Berdiri tak jauh darinya.. kemudian anak itu berlari..
"Ndaa, ao Ciapin istana lhoh buat nda" zisa mencium pipi gembul putranya lalu mengacungkan jempolnya bangga..
"Jagoan bunda pinter dong yah?"
"Yaa dong. Aoo kan nak ndaa" kemudian Nao bertepuk tangan lagii.. Zisa tertawa lucu lalu menarik hidung Nao gemas..
"Pinter banget anak bunda gombal yaah sekarang.. siapa yg ajarin? Hm?"
Lalu anak itu tersipuu sambil merunduk maluu...
"Pah Lad"
Woahh! Pintar sekali Gerald! Zisa menatap kearah gerald yg sedang bersantai bersama Daffa dan si imut Diva.. Merasa diperhatikan Gerald menoleh kearah Zisa. Dan ternyata benar, adik iparnya itu menatap penuh selidik padanya..

KAMU SEDANG MEMBACA
Life with The Devil
RomansaZisanandrea Ambrella adalah seorang gadis cantik yg hidupnya hampir mendekati sempurna .. namun kesempurnaan itu lenyap hanya karna kehadiran seseorang dimasa lalunya.. Aku hidup dan bernafas disini, Dan bukan pengganti siapa-siapaa -Zisa Gadis...