Adrian terlihat ragu-ragu untuk masuk ke dalam kelas X.3, ia sudah berdiri di sana bahkan sebelum bel istirahat berbunyi, ketika Pak Imam, guru Kimia keluar dari kelas X.3, Adrian mulai mendekat ke arah pintu, beberapa anak yang keluar dari kelas tersebut keheranan melihat sosok Adrian di depan kelas. Sampai ketika Bella keluar dari kelas bersama pasukan bonekanya.
"Mau nyari siapa kak?", Tanya Bella tanpa basa-basi sesaat tahu Adrian berada di depan kelasnya.
"Shenan", jawab Adrian singkat, tanpa menatap balik Bella.
"Ngapain?", Tanya Bella lagi sambil menatapnya curiga seolah Adrian itu pacarnya.
"Bukan urusan lo!".
Anak buah Bella terlihat saling berbisik di belakangnya. Bella mundur beberapa langkah ke belakang bahkan sampai menabrak temannya yang ada di belakangnya.
"SITIII!!!", tiba-tiba teriaknya memanggil Shenan, "SITI ZIARAH HARUM MELATI!!". Shenan mendengarnya tapi pura-pura tidak menghiraukannya.
"Woy budheg lo ya, neh dicariin kak Adrian lo!!", teriak salah satu teman Bella.
Mendengar nama Adrian, Shenan langsung mendongak kearah mereka, dari tempat duduknya Shenan bisa melihat kepala Adrian di ambang pintu di antara cewek-cewek itu.
Shenan langsung berjalan ke arah mereka, seolah disengaja mereka minggir ketika Shenan datang.
"Shen, ikut saya", ujar Adrian singkat.
"Heh kak mau kemana lo sama si Ndeso ini?, Tanya Bella nyolot dengan raut muka marah.
"Bukan urusan lo!"
"Gue bilangin Shinta lo!", ancam Bella.
"Bilangin aja, emang lo siapa ngurusin hidup gue? Sana lo ngadu ke bos lo, gue gak peduli dan satu lagi, walaupun lo tenar dan cantik bukan berarti lo seenaknya ganti nama orang dan bilang orang lain kampungan, itu gak bikin lo hebat, malah orang-orang semakin jijik sama kelakuan lo!!", sebuah skak mate untuk Bella, orang-orang yang berlalu lalang bahkan mendengar dengan apa yang Adrian katakana untuk Bella, mereka semua terkejut melihat pemandangan yang tidak biasa, Adrian, sosok yang cuek dan dingin, sedang memarahi Bella dengan kalimat yang panjang lebar.
Adrian membalikkan badan lalu berjalan menjauhi Bella dan teman-temannya, Shenan mengikutinya dari belakang.
****
"Maaf kak, gara-gara saya kakak berantem sama Bella", ujar Shenan ketika di dalam ruang Osis sambil menunggu Fatimah dan Bu Vita.
"Bukan salah kamu, mereka yang salah, suka semena-mena", gumam Adrian kesal.
"Ya, cantik-cantik gitu, maklum lah bikin geng"
"Kalau cantik kenapa gak bikin girlband sekalian"
"Yah jangan"
"Kenapa?"
"Kenapa gak group qosidahan aja?"
"Lah?", Adrian terlihat sedikit kebingungan.
"Biar lebih berguna".
"jadi girlband kan berguna".
"Jangan, nanti jadi saingan Cherrybelle, bubar, kan kasihan"
Adrian tertawa pelan, Shenan tidak sadar pun ikut tertawa walaupun menurutnya itu tidak terlalu lucu.
"Oh iya, saya boleh minta nomor telefon kamu?", Shenan sedikit tercengang, Adrian meminta nomor telefonnya.
"Eh buat apa Kak?".
"Biar bisa nyari kamu kalau disuruh kumpul Bu Vita, saya malas ketemu sama Bella dan teman-temannya, ya kalau kamu gak keberatan ngasih nomor hp kamu".

KAMU SEDANG MEMBACA
SHENAN
Romance"Iya, saya temenan sama siapa saja, mau dia nakal, baik, bodoh, pintar, kaya, miskin, gak akan ngerubah pandangan saya terhadap mereka sebagai manusia" Shenan, murid pindahan baru menemukan kehidupan barunya di ibu kota setelah kepergian kedua orang...