Bab. 14

26 2 0
                                    

"Nja, gue pengen beli barbie yang bajunya warna-warni," Niko menatap Senja sekilas lalu kembali fokus menyetir mobil sedan miliknya.
Senja berdecak, "Untuk apaan coba?"
"Gue mau beliin itu buat hadiah ulang tahunnya Anin. Gue tahu banget kalo Anin itu koleksi barbie banyak banget, lah maka dari itu gue inisiatif nambahin koleksinya, bener nggak gue?" kata Niko dengan wajah puas.
"Dah gede masih aja koleksi barbie, dih. Bomat (baca: bodo amat) deh, itu kan pacar lo." ucap Senja malas sambil mengamati jalan.
"I know that I'm perfect boy," sorak Niko antusias.
"Nobody perfect in this earth, just God." jawab Senja sambil mencubit pipi Niko.
"Kak?" panggil Senja setelah jeda beberapa menit.
"Hmm?"
"Nama lengkap pacar lo siapa?" tanya Senja. "Gue lupa,"
"Anindya Deva Amarta. Kenapa sih?"
"Gapapa, kok. Cuma tanya aja. Well, berapa lama lo pacaran sama dia?"
"Hm, sekitar 2 tahun. Maybe," Niko tampak berpikir.
"Lamaan gue sama Angga, ya?"
"Nggak tahu juga, sih. Gue bukan tipe cowo yang inget sama mansive atau annive atau apalah itu."
"Gue pikir, lo sama Kak Anin kayaknya akur terus. Nggak ada berantemnya, nggak ada saling ngambek lah, marahan lah, jealous-an lah, atau masalah gitu. Gue heran aja. Padahal gue sama dia sering berantem terus ujung-ujungnya yang minta maaf gue, bukan dia. Sebel gue."
Niko mulai mengernyit. "Tapi pas kejadian kalian berantem gara-gara lo liat dia sama mantannya jalan bareng, kan dia yang minta maaf dan bela-belain datang ke rumah sambil nyanyi pake gitar. Kurang so sweet apa coba?"
"Itu sih cuma di depan lo sama bunda aja. Cuma pencitraan doang, di depan gue mah, malah gue yang disuruh minta maaf duluan."
Niko terkekeh. "Ya udah, sih. Bentar juga dia sadar diri."
"Lama nggak? Apa perlu gue yang nyadarin dia?"
"Maybe yes, or maybe not. Semua ada jalannya masing-masing. Believing God, just it!"
"Gue bego, atau dia bego? Ah, males gue bahas dia, bikin mau muntah tau, nggak." Senja mengalihkan pandangannya ke arah tape radio yang sedari tadi diam. "Gue hidupin, ya?"
Lagu Say You Won't Let Go milik James Arthur bergema keras di dalam mobil itu. Mereka berdua menikmati alunan lirik dan musik tersebut. Tanpa sadar mereka mulai terhanyut dalam perasaan dan pikiran masing-masing, begitu pula dengan Senja. Ia mulai mengingat kejadian-kejadian yang ia lalui beberapa tahun ini bersama Angga.
I met you in the dark
You lit me up
You made me feel as though I was enough
"Nja, lo mau nggak jadi pacar gue? Gue janji bakal selalu jaga lo saat apapun itu." ucap Angga sambil berjongkok dan mengeluarkan sekuntum mawar dari balik jaketnya.
We danced the night away,
We drank too much
I held your hair back when
You were throwing up
"Ngga, lo tau nggak? Kamu itu kayak alkohol buat aku."
"Nggak sehat, dong?" jawab Angga sambil menatap Senja.
"Nggak. Lo itu selalu ngebuat gue berkali-kali mabuk cinta sama lo,"
Then your smile over your shoulder
For a minute, I stone-cold sober
I pulled you closer to my chest
And you asked me to stay over
I said, I already told ya
I think that you should get some rest
Angga merebahkan kepalanya di bahu Senja, kemudian ia menatap ke arah mata Senja yang berkilau terkena pantulan sinar matahari sore.
"Gue pengen kayak gini terus."
"Kenapa?" tanya Senja bingung.
"Ya, gini aja. Selalu di samping lo dan nikmatin setiap detik bareng lo." Angga langsung tersenyum.
Senja mengangguk. "I think, I want it too."
I knew I loved you then
But you'd never know
'Cause I played it cool
When I was scared of letting go
"SENJA!!!" teriak Angga di puncak bukit saat sekolah mereka mengadakan camping untuk memperingati Hari Bumi.
"ANGGA!!!" balas Senja keras.
"GUE CINTA SAMA LO!" teriak Angga tak kalah keras.
"GUE JUGA CINTA LO! LEBIH DARI YANG LO TAU, NGGA!"
I know I needed you
But I never showed
But I wanna stay with you
Untill we're grey and old
"Please, stay with me, Ngga. I love you more, and more!"
Tiba-tiba musik dari tape berhenti dan Senja pun tersentak dari lamunannya. Ia menepuk-nepuk pipinya lalu menggeleng.
"Udah sampe tokonya, Nja. Cepet turun!" ucap Niko yang sudah turun dari mobilnya dan berjalan menjauh.
"Eh, tungguin gue. Woy!! Woles kenapa yang jalan," Senja terseok-seok saat menyusul Niko yang sudah jauh meninggalkannya.
                      *******
Niko memijit dahinya yang mulai berkerut setengah jam yang lalu karena bingung mencarikan hadiah untuk kekasihnya.
"Gue harus pilih yang mana? Yang pink? Atau yang kayak duyung itu?" gumam Niko sambil menunjuk ke salah satu barbie yang ada di depannya.
"Ya, Tuhan. Apa aja, kek. Lo mah ngabisin waktu satu jam disini cuma buat milih barbie," gemas Senja. Niko menatapnya sekilas lalu kembali melihat ke arah mainan tersebut.
"Gue butuh pendapat lo."
"Serah lo deh, serah!"
"Kok gitu? Lo sebagai cewe harus ngerti yang kayak beginian." dumel Niko.
Senja lanjut melihat satu per satu barbie yang ada di dalam rak kaca itu, lalu ia menggeser pintu kacanya dan mengambil salah satu barbie yang mengenakan gow dress selutut berwarna peach yang dipadukan dengan putih dan rona merah jambu.
"Selera lo boleh juga," gumam Niko sambil menyenggol bahu Senja. Mereka membawanya ke kasir bersama dengan bungkus kado, kartu ucapan, dan juga barang-barang lainnya untuk dibayar di kasir. Setelah itu, Niko berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya, sedangkan Senja menunggu di depan pintu masuk toko.
Saat mobil Niko berhenti di depan pintu toko, Senja segera naik lalu mereka pun melaju meninggalkan toko tersebut.
"Makan di Mekdi dulu, yuk! Laper gue." ajak Niko sambil mengelus perutnya.
"Iya iya, terus habis itu anterin gue ke rumahnya Leoni, ya?" jawab Senja antusias.
"Beh, giliran ada maunya aja semangat." gumam Niko pelan, kembali fokus ke jalan.
"Hehe, gue ada janji sama Leoni, Ara, Ares. Gue mau ngomongin sesuatu, boleh ya? Please?" rengek Senja sembari menarik-narik lengan baju Niko.
"Heh, gue lagi nyetir. Asal tarik aja, sih lo!"
"Boleh, kan? Kan gue sudah nemenin lo beli hadiah, ya kan?"
"Hm."
"Iya? Iya kan? Iya?"
"Hm."
"Hm itu tanda iya atau enggak?"
"Hm."
"Ham hem aja sih, lo?"
"Hm."
"Ish, serah lo deh. Gue mah 'hm'." Senja memanyunkan bibirnya.
"B aja sih, gue." kata Niko bergeming.

Media: Say You Won't Let Go- James Arthur

maaf kalo ceritanya agak pendek ya:"((( maaf juga kalo aku jarang update ceritanya dikarenakan tidak punya kuota *author krai :"""*

HUJAN DAN SENJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang