"Gimana kuliah kamu?" tanya Gilang saat Achel baru saja masuk dalam mobil.
Achel langsung mengerucutkan bibirnya. "Tanyain kek kabar pacar ini malah nanyain kuliah. Kenapa nggak pacaran aja sono sama kampus?" kata Achel kesal.
Gilang terkekeh mendengar jawaban pacarnya itu. Memang kalau Achel sedang cemberut atau marah pasti bikin Gilang gemas sendiri. Gilang mengacak-acak puncak rambut Achel yang masih kesal.
"Kamunya aja udah disamping aku. Kenapa perlu nanyain lagi, Marchelle?" kata Gilang sambil mulai menjalankan mobilnya.
Achel mendengus kesal.
Uh dasar! Yang namanya Kulkas tetep aja Kulkas! Gak bisa apa sekali kali jadi kompor! batin Achel.
Sifat Gilang memang sangat dingin. Sebelum mereka pacaran aja dinginnya minta ampun sampai mau beku rasanya. Pas Gilang nembak Achel, setidaknya agak mencair dikit. Yaa itu istilah aja sih.
"Gillaanngg makan yuk," bujuk Achel
"Makan apa maunya?"
"Sushi!!"
Gilang menghela nafas. "Kamu kan udah tau aku nggak suka sushi, Chel,"
"Tapi aku mau sushi!" sungut Achel manja.
"Kok kamu jadi manja gini sih?" tanya Gilang bergidik ngeri melihat tingkah Achel.
"Permintaan cabang baby!" jawab Achel santai.
Gilang langsung mengerem mobilnya sampai membuat Achel kejedot dashbor.
"Giillaaanggg! Kamu udah gila ya?!! Sakiittt begoo!!" jerit Achel mengelus kepalanya yang nyut-nyut itu.
Gilang langsung menatap tajam ke arah Achel.
"Apa tadi kata kamu?" tanya Gilang dingin.
"Sakiitt bego!" jawab Achel masih khawatir dengan keadaan kepalanya itu tak menyadari arti tatapan Gilang.
"Aku nggak bego! Jaga omongan kamu," tegas Gilang.
"Lo bego! Tolol! Dan kolot!!" teriak Achel kesal.
"Marchelle!!!" tegas Gilang lagi kali ini lebih mengerikan dari yang tadi.
"Apa yang tadi kamu bilang tentang cabang bayi?" tanya Gilang lagi sangat dingin.
Achel mengernyitkan dahinya. "Cabang bayi kenapa?" tanya Achel balik.
"Kata kamu tadi keinginan cabang bayi,"
"Bercanda, Gilang!!! Astaghfirullah itu aja sampe bikin gue kejedot gini!" jawab Achel.
"Makanya kalo ngomong disaring dulu, aku pikir kamu hamil!"
"Yeee gak mungkin juga gue hamil, buat aja belom pernah! Lo tuh yang kalo denger omongan orang disaring dulu!" kata Achel
"Syukurlah,"
"Emang kenapa kalo gue hamil? Kan enak tuh punya anak," kata Achel santai sambil membayangkannya.
"Nggak! Nggak boleh MBA lah," bantah Gilang
"Siapa juga yang mau MBA," sambung Achel sengit.
"Lagian badan kamu juga nggak bikin aku bergairah sama sekali, semuanya serba rata!" ejek Gilang.
Achel langsung melotot ke arah pacarnya.
"Gillaaaanggg!!" teriak Achel.
Gilang hanya tertawa.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Serendipity
Chick-LitBagaimana perasaan seorang Gilang Brawijaya saat dipertemukan kembali dengan mantan sekaligus cinta pertamanya yang telah menghilang sekian tahun? Marchelle Sutanto.. akhirnya dia kembali. "Achel?" kata Galih tak menyangka dengan perempuan yang ada...
