GRACE POV
Hari yang sangat melelahkan, berlari kesana kemari seperti dikejar kejar malaikat pencabut nyawa. Aku mengikuti kehendak Dylan, dan Nick untuk tidak mengikuti pembelajaran.
Saat ini aku berada di dalam mobil menunggu dua pria konyol itu. Mereka bilang ingin mencuri bir di minimarket itu. Dan ya, entah mengapa mereka lama sekali. Apa mungkin mereka gagal? Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun keluar dari tempat itu dengan membawa beberapa pack botol bir dan mengeluarkan smirk nya.
Jackpot! Itu baru sahabatku.
Owh, aku belum memperkenalkan diriku kepada kalian? Oke oke. Aku Grace Willow Ortega. Rata rata semua orang menyebut ku Wanita nakal yang memiliki sifat seperti jalang. Ya, aku? Jalang? Terserah! Itu pendapat mereka lagi pula aku hidup bukan untuk mendengerkan satu persatu mulut harimau mereka.
Dulu hidup ku sangatlah buruk sampai akhirnya aku di pertemukan dengan dua pria konyol itu, dia Dylan dan Nick. Satu minggu sejak kepindahan di rumah baruku, orang tua ku tewas akibat kecelakaan. Dan kehadiran mereka nasib baik bagiku, Nick dan Dylan selalu memberiku semangat.
"Grace, kita akan berpesta! Lihat! Aku membawakan banyak bir untuk kita, yeah!" Nick yang bersemangat untuk berpesta.
"Aku tau, babe. tidak usah berteriak seperti itu! Cepat masuk dan pergi dari sini." Setelah itu Aku melajukan mobil nya tanpa di curigai oleh siapapun.
Aku berhenti saat lampu lalu lintas bewarna merah, tapi ini pertama kali nya dalam hidup ku mengikuti aturan, biasa malas.
Aku melihat, sedari tadi Dylan sibuk mengutak-atik ponsel nya. Entah apa yang ia lakukan.
"Honey, kau sedang apa?" Tanya ku.
"Tidak Grace, aku hanya ingin mencari diskotik yang dapat menyewa jalang yang berkualitas." Ucapnya tetap fokus.
"Tidak perlu memfoya-foyakan uang seperti itu. Kau tinggal menyuruh gadis di kampus kita, mereka selalu siap siaga." Tawar ku.
"Oh, kau benar." Anak kampus terlihat lebih jalang jika bersangkut dengan dylan dan nick. Terkadang aku heran mereka di sekolahkan pintar pintar tetapi mudah di bodohi oleh kedua sahabatku.
Kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Sesampai di penthouse, aku segera merebahkan tubuhku di ranjang kesayanganku. Tiba-tiba, dua lelaki ikut tidur di sampingku. Mereka memelukku dan mengecup pipiku.
"Ohh, rasanya aku ingin masuk ke lubang surgamu." Nick mulai berharap.
"Ya, dan mengeluarkan cairan kenikmatan bersama di dalam mu." Sergah Dylan.
Aku langsung duduk dari tidur "Kalian sendiri tau, aku belum siap karena kejadian beberapa tahun yang lalu. Kuharap kalian mengerti itu."
Kalian mengigatkan ku lagi akan kejadian waktu itu.
Nick langsung menarik ku kedalam pelukan nya "Maafkan kami Babe, kami akan menunggu hari di mana kamu sudah melupakan kenangan sialan itu." Aku membalas pelukan nick.
Dylan langsung berdiri dari tidurnya "Baiklah guys, kita harus mempersiapkan pesta malam ini, di mana semua jalang harus memuaskan ku nanti." Dylan tersenyum miring.
Aku terkekeh, Dylan bertingkah seakan akan dia tidak sabar melahap jalang nya nanti malam "Jika bukan dirimu, terpaksa kami harus menyewa jalang untuk memuaskan aku dan Dylan babe." Ucap Nick.
Aku tersenyum miring "Kuharap jalang itu bisa memuaskan serigala kelaparan seperti kalian berdua." Ucapku.
******
Tepat dimana pesta yang kami adakan dimulai. Walau pesta ini hanya sekedar minum-minuman saja. Dylan dan Nick benar-benar ingin memuaskan hasrat nya. Sebenarnya mereka bukanlah jalang yang dimaksud, Mereka hanya mahasiswi di kampus, tapi apa bedanya jalang atau mahasiswi dikampus? Itu sama saja, Mereka rela menjajalkan dirinya demi Dylan maupun Nick.
Aku hanya menonton aksi pergulatan kedua sahabatku yang konyol itu. Sangat merangsang hasratku. Tapi apa daya, tidak ada karna masa lalu membuatku trauma. Aku hanya duduk seraya meneguk Whiskey ku hingga habis tak bersisa.
Cihh, benar-benar jalang!
Mereka melakukan nya secara doggy style, bukan dylan dan nick jika hanya doggy style yang mereka lakukan.
Membosankan!
Aku hanya duduk manis sambil memegang Whiskey ku. Kulihat jalang itu sangat ingin memuaskan dylan dan nick. "Bodoh." Ingin sekali aku mengatakan pada jalang itu, dylan dan nick tidak akan puas jika pelepasan pertama saja, kulihat mereka mencengkram dan mengoyangkan bokong wanita itu terus menerus, kulihat wanita itu terengah engah. Aku tahu jalang itu pasti kelelahan, tapi aku lebih tahu jika dylan dan nick tidak akan berhenti ditengah permainan nya. Seperti yang dikatakan mereka Mereka yang memulai dan mereka juga yang menghentikan.
Aku tersentak dan terkejut saat dylan disampingku "Kau sudah puas honey?" Tanya ku alias menyindir, tidak kusangka dia sudai selesai.
Dylan melilitkan tangan nya dipingangku "Aku lebih puas jika bersamamu."
Mulai mencoba merayuku hah!
Kudekatkan bibirku di telinga dylan "I Know." Kubalas dengan membisikan di telinga nya.
"Shitt! Jangan membangkitkan nya lagi." Aku terkekeh saat dylan kembali terangsang olehku.
"Baiklah honey, aku akan kebelakang mengambil Whiskey lagi."
Saat ku kembali ke ruang tamu, betapa terkejutnya aku melihat beberapa dosen ku berdiri dengan wajah yang sulit dipahami. Apa-apaan ini? Tamu tak diundang.
Mereka datang sedangkan aku berdiri dengan memegang Whiskey hanya dengan mengenakan pakaian dalam saja.
"Apa apa ini. Setahuku dosen tidak berlaku ikut campur di luar kampus." Nick berhenti melakukan aksi nya.
"Pakai pakaian mu honey." Dylan menatap Grace.
Aku mengumpat menatap dosen ku yang berani datang ke tempat nya "Aku benci tamu tak di undang!" Aku menghentakkan kaki dan pergi ke dalam kamar.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
THREE DEVIL'S
Aléatoire[COMPLETED] WARNING!!! Mature Content 21+ Mengandung adegan DEWASA dan kata kata KASAR. Bijaklah dalam memilih cerita dan bukan untuk pembaca yang sensitif **** Ada tiga sosok makhluk hidup yang tergila yang pernah ada di dunia. Mereka dipertemuka...
