Dylan POV
Aku melihat grace mengumpat saat melihat kedatangan pria tua itu dengan melihat penampilan grace yang hanya mengenakan pakaian dalam saja dan grace langsung pergi kekamar.
"Jadi, ada perlu apa kalian kemari? Jika untuk mengintrogasikan hal kemarin aku rasa sudah selesai bukan?" Nick bertanya.
"Kalian memang patut di beri pejalaran! Apa kalian tidak di beri tau soal sopan santun hah? Kalian bahkan tidak menyuruh kami duduk. Kalian membuat masalah baru dengan membawa mahasiswi datang ke tempat mu hingga orang tua mereka mencari nya dan ingin menuntut kampus karna anak nya tidak berniat pulang kerumah lagi." Dosen itu berkata lebih tepat nya mengoceh panjang lebar.
"Tch! Menyebalkan! Apa tujuanmu hanya untuk berdebat?" Aku berkata marah.
Kulihat pria tua itu berdiri hendak menamparku tapi secepatnya pria tua lainnya itu menahannya.
"Ehem! Kami datang kemari untuk menyelesaikan masalah."
Pria tua itu menghembuskan nafasnya keras menghadapi tiga murid nya "Dylan Rider! Saya mendengar laporan jika kau kemarin melakukan hubungan intim dengan salah satu dosen di kampus dan sekarang kau mengajak mahasiswi ku kerumah ini. Apa kalian ingin menghancurkan semua mahasiswi ku." Ucap dosen itu.
Bagaimana dia tau ada party disini?
"Kami hanya membuat party kecil kecilan disini pak dan tidak lebih." Nick yang membela diri.
"Apa kami bodoh percaya dengan ucapan kalian hah!"
"Baiklah. Langsung saja ke inti nya. Apa yang kalian inginkan?" Tanya ku yang mulai bosan mereka berada di sini.
Dan sekejap semua dosen ku berahli melihat kearah belakang dan saat itu juga aku dan nick melihat kedatangan grace.
"Hai pak." Ucap Grace sambil tersenyum seakan tidak terjadi apa apa.
"Astaga! Aku benar benar lelah dengan mereka bertiga." Keluh salah satu dosen itu yang bernama Anton.
"Jika bapak lelah akan lebih baik bapak pulang saja dan istirahat." Grace menasehati dosen nya dengan baik.
Alhasil semua dosen menahan emosinya mendengar itu dari Grace.
"Kalian akan tahu hukuman kalian saat dikampus besok! Jika kalian tidak masuk, aku akan mengeluarkan kalian dari kampus." Ucap tegas pak Jony.
"Aku tak di hukum kan pak?" Ucap grace dari belakang sofa.
"Kau dylan dan nick akan dihukum! Jika kalian melewati hukuman kalian. Kalian akan lihat apa yang akan terjadi selanjut nya pada kalian nanti." Jawab dosen ku yang bernama Pak Derix.
"Tapi kan pak aku tak ikut campur soal dylan dan nick di kampus kemarin." Grace membela diri.
"Tapi kalian itu sepaket! Kau juga pasti ikut hadir dalam perbuatan dylan dan nick kemarin. Astaga aku akan mati cepat jika terus berada disini. Ayo pak lebih baik kita pergi." Ucap pak Anton mengajak sekutunya.
Akhirnya aku melihat kepergian mereka yang ku inginkan. Dan apa kata pak anton tadi? Dia akan cepat mati jika berada sekitar aku nick dan grace? Aku harap mereka enyah dari dunia ini agar kami tidak melihat mereka.
Grace melompat dari belakang dan menempelkan bokong nya ke sofa "Gara gara kalian aku juga dihukum! Ini tidak adil untukku." Grace malas ber urusan di kampus nya.
"Tapi pak tua itu benar. Kau juga ikut hadir Babe."
"Aku kan hanya menjaga jaga di depan. Tunggu dulu, kenapa pak tua itu tahu jika saat itu kalian melakakukan itu di kampus? Aku yakin 100% tak ada yang melihat kita saat itu."
"Benarkah? Lalu bagaimana mereka tahu?" Aku pun penasaran.
"Mungkin saja di dalam ruangan itu terdapat CCTV." Nick benar.
"Sial. Itu berarti mereka melihat nya." Ucapku menyesal karna tidak menyadari ada CCTV.
Grace langsung berdiri dari duduknya "Persetan mereka melihat atau tidak! Saat ini aku mengantuk, ayo kita tidur." Grace meninggalkan aku dan nick.
"Kau tidak bisa tidur tanpa ku Babe." Ucapku.
"Ya..yah.. aku memang tidak bisa tidur tanpa kalian! Jadi kemarilah buat aku tertidur." Ucap Grace dengan nada manjah.
♡♡♡
Grace membuka mata nya dan melihat nick masih tertidur di sisi kanan nya dan dylan sama persis seperti nick yang masih tertidur di sisi kiri ku.
"Ugh.. jam berapa sekarang."
Grace melotot saat melihat jam di samping dylan "Ohh tidak! Honey Babe kita bisa terlambat ke kampus. Ayo cepat bangun." Jerit grace membangun kan mereka.
Mendengar jerita grace akhirnya dylan dan nick juga membuka matanya "Ayolah Babe tak perlu membangunkan ku dengan jeritan mu itu." Ucap nick mengusap matanya.
"Astaga saat ini kita sedang proses di hukum. Jadi kita harus cepat atau hukuman kita akan bertambah nanti."
Dylan sempat melongo menatap grace "Sejak kapan kau memikirkan hukuman honey? Kita tidak akan melakukan printah pria tua itu bukan? Seperti biasa kita bisa mengandalkan pemilik kampus itu saja." Karna mereka mempunyai rahasia terbesar dari pemilik kampus dan setiap mereka ada masalah mereka selalu mengunakan kartu AS mereka untuk mengancam pemilik kampus.
"Baiklah setidaknya kita harus ke kampus. Kita sudah beberapa hari ini tidak masuk dan kalian tahu sendiri seorang Grace Willow Ortega tidak mau kalah dari nilai Leriysa Madanonah." Grace tidak ingin di bawah nilai Leriysa musuh terberat nya.
"Baiklah si pintar. Ayo kita mandi."
Mereka bertiga memasuki kamar mandi. Dengan membuka semua pakaian ditubuh mereka. Hal seperti itu tidak sama sekali membuat mereka merasa malu ataupun risih, karna hal seperti tidur bersama maupun mandi bersama sudah sering mereka lakukan dari dulu.
Saat ini mereka bertiga sedang di bawah Shower membersihkan diri. Di keadaan seperti sekarang selalu membuat Nick maupun Dylan menahan otak pria nya. Jika saja bukan Grace sudah di pastikan Nick dan Dylan mengeluarkan hasrat pria nya dengan melihat Grace tanpa busana.
Setelah mereka semua sudah siap. Mereka langsung turun dan menghampiri meja makan. Mengambil roti dan mencampuri roti dengan selai.
"Sebaiknya kita pergi sekarang." Ucap grace dengan memakan roti ditangan nya dan keluar dari penthouse.
"Yah... Baiklah honey."
"Hari ini kau yang menyetir yah, aku sedang tidak mood menyetir mobil sekarang." Ucap Nick lalu pergi setelah memberikan kunci kepada Dylan.
Dylan mengambil kuncinya dan berjalan di belakang nick.
"Kenapa kalian lama sekali. Cepat masuk sekarang." Ucap Grace kesal di dalam mobil.
"Kau ingin aku memasuki mu honey?" Canda Dylan yang memikirkan hal kotor.
Grace langsung tertawa renyah menangapi candaan Dylan membuat Dylan tersenyum lebar. Dylan yang duduk disamping Grace sedangkan Nick duduk di belakang sendiri. Dylan menghidupkan mobil dan melaju.
Saat di perjalanan mereka melihat ada banyak orang di jalan bahkan ada banyak mobil yang berhenti karna tidak bisa melewati puluhan orang. Membuat dylan menghentikan mobilnya di pinggir jalan "Ada apa ini?" Dylan mengernyitkan dahi nya.
"Apa yang mereka lakukan disana." Nick menunjuk ke arah puluhan orang itu.
"Mungkin saja di sana sedang melakukan demo?" Tebak Grace.
Dylan menoleh ke arah Grace dan Nick sambil tersenyum licik "Apa?" Grace yang merasa bingung dengan tatapan Dylan.
"Lihatlah mereka yang sedang memberontak! Ayo kita ikut juga. Pasti akan seru." Sekarang Grace dan Nick tahu apa yang ada di otak Dylan sekarang.
Dylan membuka pintu mobil dan keluar "Kenapa tidak!" Nick juga ikut keluar dari mobil.
Grace pun membuka pintu dan menghampiri Dylan dan Nick "Baiklah ayo kita ikut walau kita tidak tahu apa masalahnya." Mereka meninggalkan mobilnya dan berjalan kearah puluhan orang yang sedang memberontak dengan membawa banyak senjata. Sedangkan mereka bertiga tidak membawa senjata satupun.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
THREE DEVIL'S
De Todo[COMPLETED] WARNING!!! Mature Content 21+ Mengandung adegan DEWASA dan kata kata KASAR. Bijaklah dalam memilih cerita dan bukan untuk pembaca yang sensitif **** Ada tiga sosok makhluk hidup yang tergila yang pernah ada di dunia. Mereka dipertemuka...
