18. Welcome, Micey!

0 332 12
                                        

Happy Reading
Vote and Comment

"Astaga, apa yang harus ku katakan pada grace, ini benar benar kacau!" Jeremi memijat pelipisnya dengan bersandar di depan pintu UGD.

Dylan terus berpikir dengan keras, memikirkan perbuatan siapa yang sudah berani menyentuh Club yang sudah jelas jelas tidak ada yang tahu tempat itu sama sekali.

"Jika saja polisi sialan itu tidak mengepung, kami tidak akan di buruh binatang kelaparan di dalam hutan sana." Dylan duduk dengan mengusap wajahnya.

Jeremi langsung menatap dylan "Bagaimana bisa polisi itu tahu tempat itu? Pasti ada seseorang yang memberi tahu jalan menuju ke tempat itu. Bagaimana bisa kalian ceroboh?" Jeremi menghela nafas menatap dylan.

"Apa yang harus ku katakan pada grace sekarang? Grecy yang koma dan nick yang masih diperiksa, grace pasti tidak suka berita ini." Sambung jeremi menatap kosong ke arah ruangan UGD yang masih menunggu kabar keadaan nick.

"Aku yang akan menemui grace. Kau tetaplah disini." Dylan berdiri lalu pergi.

Ceroboh! Mereka selalu saja ceroboh, dan sialnya aku yang harus mengurus apa yang sudah mereka lakukan!

"Menyebalkan. Setelah ini aku harus mengurus pihak polisi dan wartawan sialan diluar sana. Kenapa mereka terus membuat reputasi ku jatuh!" Jeremi menatap kepergian dylan yang semakin menghilang dari hadapannya.

♡♡♡


Grace melipat tangannya dengan bersandar di sofa menunggu kabar dari jeremi. Sedangkan mike yang bersandar juga disofa menemani grace.

"Ini sudah terlalu lama." Grace berdiri hendak menyusul jeremi yang belum menelpon nya.

"Jeremi pasti akan menelpon, tetaplah disini." Ucap mike menahan grace.

"Kau tidak akan mendapati hasil jika hanya duduk diam. Aku akan pergi." Grace berbalik dan terkejut mendapati dylan dengan banyak luka di tubuh nya.

Grace langsung menghampiri dylan saat itu juga "Astaga. Aku sangat senang melihatmu honey. Aku hampir gila memikirkan mu mati karna serangan binatang buas itu." Ucap grace memeluk dylan.

Mike hanya diam berdiri melihat grace yang menangis dipelukan dylan. Sekarang dia bukan melihat wanita kejam yang berani menembak dua pria beberapa jam lalu melainkan hanya melihat sosok wanita lemah yang menangis seperti anak kecil yang ketakutan kehilangan mainan miliknya.

"Jangan menangis." Bisik dylan dan menatap sekilas mike yang sedang berdiri.

"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh menangis huh? Aku benar benar mencemaskan mu." Grace yang sangat terisak dipelukan dylan.

Aku tidak ingin membuang air matamu sia-sia sekarang, karna mungkin kamu akan banyak menangis setelah ini.

"Aku senang melihatmu." Ucap grace.

"Aku juga senang."

Grace tersenyum saat melepaskan pelukannya "Ohh, dimana nick dan grecy? Bukankah kalian bersama? Lalu, kenapa jeremi belum pulang?" Tanya grace menatap dylan.

"Mereka terluka karna binatang buas itu, mereka di larikan kerumah sakit." Ucap dylan.

"Terluka? Bukankah kalian sama sama terluka? Lalu kenapa hanya mereka berdua yang dirawat? Astaga! Kau juga harus dirawat. Baiklah, ayo kita kerumah sakit." Dylan menahan tangan grace saat ingin mengajak dylan pergi.

"Luka mereka lebih parah, grecy koma karna terkena cengkraman binatang buas itu lalu keadaan nick masih diperiksa, mereka lebih terluka parah dariku." Ucap dylan menjelaskan nya.

THREE DEVIL'STempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang